
Si pelayan tampak heran mendengar instruksi Skala.
“Pakaian?”ulang si pelayan bingung.
“Ya, siapkan saja pakaian yang seukuran dengan nya. Aku yakin dia bisa menggunakannya.” Lanjut Skala pada si pelayan.
“Heeem.. dan jangan lupa berikan juga di sepasang sepatu.” Skala pun pergi ke atas. Mungkin itu adalah kamarnya.
Mia langsung clingak clinguk. “ada apa ini?” aku semakin bingung. “apa mereka bisa melihat ku?” teriak Mia pada Skala yang tidak menghiraukan nya sama sekali.
“Tentu saja kami bisa melihat mu nona.” Jawab salah seorang pelayan. “Semua orang di rumah ini kecuali Pak Radit. Di rumah ini ada yang bisa melihat dan ada pula yang hanya bisa mendengar mu saja.” terang si pelayan.
Mia menatap si pelayan dari atas ke bawah lalu ke atas lagi.”apa kau juga bisa menyentuh ku dan menghancurkan arwah ku seperti bos mu?” tanya Mia sambil mundur ke belakang.
“hahaha kau lucu sekali nona.” Jawab si pelayan itu. “kau tidak perlu takut. Aku tidak bisa menyentuh mu. Dan sejujurnya kau adalah hantu terjelas yang bisa ku lihat hingga saat ini.” Lanjut si pelayan dengan seuntas senyum di wajah Paknya.
“ayo ikuti aku nona. Aku akan tunjukan kamar mu.” Si pelayan pun mengajak Mia sebuah kamar. Kamar ini sangat besar dan sangat cantik.
“Maaf! Nama mu siapa?” tanya Mia pada si pelayan. Bagaimana pun aku harus tahu siapa nama nya, kan tidak mungkin aku memanggilnya hai hai terus saja.
“Nama ku Danz nona. Aku adalah kepala pelayan di rumah ini.” Danz memperkenalkan dirinya pada Mia. Dan Mia pun hanya tersenyum kaku mendengar penjelasannya.
“Kalau boleh tahu, siapa nama nona?” Tanya Danz pada Mia setelah ia selasai memperkenalkan dirinya.
.
“Baiklah nona Mia. Silahkan lakukan apapun sesuai keinginan anda di kamar ini. Dan sebentar lagi akan ada teman ku yang akan mengantarkan pakaian ganti untuk anda nona Mia.” Danz pun pergi meninggalkan Mia sendiri di kamar itu.
Mia melihat kamar itu dari ujung ke ujung. Terlihat ada meja hias besar dan sebuah pintu menuju ke suatu ruangan pikir Mia. Karena penasaran Mia mendekati pintu itu dan membuka nya dan ternyata itu adalah sebuah kamar mandi yang sangat besar.
“wow!! Bagus sekali!” gumam Mia kagum melihat kamar mandi sebesar itu.
Mia pun masuk ke dalam dan memperhatikan seluruh bagian kamar mandi itu. Tiba-tiba Mia merasa penasaran bagaimana rasa nya menyentuh air.
Mia mendekat ke arah shower yang ada di ruangan itu. Ketika Mia ingin menyentuh handle showernya, Mia teringat kata si setan botak bahwa hantu seperti mereka belum memiliki cukup kekuatan untuk menyentuh benda-benda. Sekilas bayangan Tejo memukul-mukul istrinya dan selingkuhan istrinya waktu itu muncul di ingatan Mia.
”bodohnya aku berpikir kalau aku dapat membersihkan diri ku dengan air di kamar mandi ini.” Mia pun memutar badan nya.
Namun Mia kembali berhenti, tiba-tiba otak nya juga memikirkan hal lain. “Tapi mengapa aku bisa menyentuh Skala?” Hati dan pikiran Mia mengatakan kalau Mia harus mencoba menghidupkan shower itu.
Mia membalikan badan nya lagi dan menatap shower itu. “tidak ada salah nya di coba” Seru nya sambil tersenyum. “Siapa tahu aku bisa mandi, heheheh...” Mia pun mendekatkan tangan ku di handle shower itu dan-..
😆Jiah di gantung lagi ama otor nya .. nanggung atuh tor.. ayo lanjut ... kamu juga Lanjut atuh boom like komen dan sajen nya.. biar kak upe semangat