My Little Secret

My Little Secret
#106


Bila Skala saat ini sedang dalam suasana hati yang bahagia karena telah berhasil menemukan Mia, berbeda hal nya dengan Aether.


Ather yang memaksa Sky untuk memperlihatkan catatan nya saat dia masih hidup, kini sedang terduduk lemas di tepian sebuah jembatan.


Kini dia sudah tahu mengapa takdir terus menyeret nya dalam urusan Skala dan Mia. Rupa nya itu adalah karma dari kehidupan nya sebelum menjadi malaikat maut. Dimana dia pernah terlibat dalam usaha untuk merebut istri seseorang kala itu. Dan berujung pada kematian nya sendiri.


Flash Back On


“apa? kau tdak bisa membeli semua saham milik rumah sakit ini?” Seru Raymond kaget.


“maaf tuan! Tapi sebagian besar saham di rumah sakit ini telah di monopoli oleh dua orang." Memulai laporan nya pada Raymond.


" Saham -saham yang tersisa kalau kita beli semua pun tidak seberapa tuan." Lanjut Kim.


" Dan mereka pun tidak mau menjual saham-saham kecil itu karena kalau sampai saham-saham kecil itu pun di miliki oleh satu orang maka yayasan ini akan di kuasai oleh tiga orang saja. Dan pihak yayasan tidak mau hal in terjadi. Sehingga walaupun saham itu sangat kecil, mereka tidak mau melepaskannya.” Terang Kim, dengan wajah menyesal karena tidak dapat menjalankan perintah Raymond dengan baik.


Raymond menghela nafas kasar.


“Siapa pemilik saham terbesar rumah sakit ini?”tanya pada Kim.


“Aku tidak mengenal orang nya tuan. Aku hanya tahu namanya. Sebentar.” Kim pun membuka ponsel nya untuk melihat beberapa catatan penting yang dia buta terkait rumah sakit dan yayasan.


“Nama orang itu adalah David Hartada.” Jawab Kim.


“David? Heemm.. kalau begitu atur pertemuan ku dengan pria ini. Aku ingin bernegosiasi langsung dengan nya. Kalau bisa saat ini juga.” Perintah Raymond.


“Baik tuan.” Jawab Kim yang langsung mengontak nomor asisten pria yang bernama David Hardata itu.


☘️☘️☘️


Ponsel Raid berdering beberapa kali. Raid ingin mengangkatnya tapi Raid segan karena saat ini dia sedang makan bersama dengan bos nya dan dokter Haruka.


“angkat saja Raid,. Mungkin penting.” Ujar Stella.


“hallo...?” Sapa Raid begitu telpon itu tersambung.


“Apakah ini tuan Raid?”tanya pria di ujung panggilan itu.


“ya.. maaf dengan siapa aku bicara?” Tanya Raid karena memang nomor yang masuk ke telponnya itu adalah nomor yang tidak dia kenal.


“Perkenalkan saya Kim tuan Raid. Begini, saya ingin membuat janji temu dengan tuan David untuk bos saya, tuan Ray siang ini. Ada hal penting yang ingin bos saya negosiasi dengan tuan David terkait yayasan dan rumah sakit Harda Husada..”jelas Kim.


Raid melihat sekilas ke arah David, lalu berkata..


“kalau siang ini tidak bisa sebab tuan David sedang makan siang dengan istrinya. Bagaimana kalau setelah makan siang nanti akan saya kabari lagi?” usul Raid.


“Baiklah kalau memang begitu keadaanya. Saya akan menunggu kabar dari anda. Terima kasih tuan Raid.. Saya sangat berharap tuan David bersedia menemui bos saya.” Ujar Kim.


Raid pun menutup panggilan itu dan kembali ke tempat mereka makan bersama tadi.


“Siapa Raid?” tanya David begitu Raid kembali duduk.


“Seseorang yang bernama Kim. Dia ingin membuat janji temu dengan anda untuk bos nya yang bernama Ray.” Jawab Raid.


“lalu apa jawaban mu?” tanya David sambil meneruskan makan siangnya.


“aku katakan saat ini kau tidak bisa karena sedang makan siang dengan istri mu. Aku berjanji akan menghubungi nya setelah makan siang nanti untuk mengabari apakah kau bisa bertemu dengan bos nya atau tidak.” Jawab Raid.


“Kalau begitu katakan pada nya, aku tidak dapat bertemu dengan nya. Kalau kau dan aku pergi maka siapa yang akan menjaga Zee disini” Jawab David dengan entengnya.


🤭🤭🤭


Ayoo


..siapa yang bisa menebak siapakan Aether di masa lalu????????