My Little Secret

My Little Secret
#53


“Aether, Skala kenapa? Kenapa dia pergi begitu saja dan menyuruh ku untuk pergi begitu saja? Bukan kah kami punya perjanjian? Dia membantu dan aku membantu nya? kenapa setelah dia membantu ku, dia tidak membenarkan aku membantu nya? Kenapa Aether?” tanya Mia dengan polosnnya.


Mia sungguh merasa tidak enak pada Skala. Pertama karena Skala telah kehilang tiga gedung hanya untuk meminta Aether mengantarkan Skala dan Mia ke tubuh Mia. Kedua Skala bela-belain masuk ke dalam area jembatan jiwa dan di kejar-kejar kuntilanak yang jumlah nya satu batalion hanay demi mengantarkan Mia melewati jembatan Jiwa. Dan yang terakhir, Skala pun lebih memilih menolong Mia dari pada kakak nya sendiri ya walaupun ujung-ujung nya di ketahui bahwa kakak nya Skala di sana baik-baik saja.


“Aku pun tidak tahu.” Jawab Aether menghormati keputusna Skala. Jika ini Skala rasa yang terbaik maka untuk saat ini Aether ikut saja dahulu.


“Mia bersiap-siap lah! Aku akan mengantar mu ke raga mu. Kau cukup pejamkan mata nya dan pegang tangan ku. Setelah itu pikirkan tempat di mana mu berada. Aku akan memasukan kembali roh mu ini ke dalam raga mu.” sambung Aether.


“Tapi Skala???


“Sudah, kau tidak perlu memikirkan Skala.” Jawab Aether. “Kalau kau dan Skala berjodoh, kau yakin kalian akan bertemu lagi.” Sambungnya.


“hmmmmmm .. sayang aku ini Cuma malaikat pencabut nyawa! Dan akan aku malaikat yang mengatur perjodohan manusia, akan aku ikat jodoh kalian berdua.” Gumam Aether dalam hati.


Mia seperti nya masih merasa berat untuk pergi meninggalka Skala begitu saja. Dari tadi Aether menunggu tangan nya Mia, tapi tidak juga Mia ulurkan.


“Mia??” panggil Aether sekali lagi.


“Hah?


“Tangan mu? Ayo?” Aether mengulurkan tangan nya pada Mia.


Dengan perasaan enggan, Mia pun memegang tangan Aether.


“Kau siap?” tanya Aether.


“Tidak boleh.” Jawab Aether.


“Baiklah.” Mia pun terpaksa memejam mata nya dan membayangkan tempat di mana tubuh nya berada saat ini. Tempat itu tidak lain adalah rumah kediaman Ansel Hardata.


Saat roh mia di kirim oleh aether, ternyata Maria dan ibu nya sedang berada di rumah Mia.


“Mau sampai kapan orang tua Mia ini mengurusi mayat hidup anak nya itu, bu?” Tanya Maria pada Tias, sang ibu.


Tias sang ibu yang sedang sibuk membolak balik majalah barang – barang branded itu terlihat tidak terlalu peduli dengan rengekan anak gadisnya itu.


“iiibuuuuuuu!!!” rengek Maria sebab diabaikan oleh sang ibu.


“Kau ini kenapa Maria? Toh tubuh tak bernyawa milik sahabat mu sama sekali tidak ada mengganggu diri mu kan! Lagi pula paling sebentar lagi kita pasti akan mendengar kabar kematian Mia. Jadi tidak perlu terlalu tergesa-gesa seperti itu.” Ungkap Tias dengan enteng nya.


“Bu!! Selama raga nya masih ada diantara kita semua maka perhatian Rain juga hanya akan tertuju padanya! Ujar Maria sambil memasang muka menyebalkan.


“Ooh!! Aku paham sekarang! Jadi semua ini karena Rain?” Tias menutup majalah yang sedang dibacanya dan meletakkan majalah itu ke atas meja. “kau menginginkan tunangan nya Mia, Maria?” Tanya Tias sambil tersenyum pada putri nya itu.


“What!! Jangan bilang kalau selama ini ibu tidak tahu alasan sebenarnya aku bersedia bekerja sama ibu tentang hal-hal gaib begitu untuk apa? apa Cuma karena untuk menolong ibu mendapatkan om Ansel??!!” celetuk Maria, jengah.


☘️☘️☘️


What??? ini si Maria ama emak nya main dukun?? bagus..... ini pastu dukun berijazah s.2😂😂😂