
Flash Back on
“Bagaimana keadaan Mia?” tanya Skala begitu dia sudah selesai ngobrol dengan ayah nya Mia yang mengajak nya untuk ngobrol sambil minum kopi bersama.
Kening Saka langsung berkerut dengan kedua alis yang bertaut. Saka tentu saja di buat terheran-heran dengan pertanyaan yang keluar dari mulut Skala yang jelas -jelas terdengar sangat awkward di telinga Saka.
“Kenapa kau tiba-tiba menanyakan keadaan sepupu ku? Jangan katakan kau naksir dengan sepupu ku, Skala! Kalau itu benar, maka segera tepis hal itu sebab Mia sudah memiliki tunangan. Pria yang berdiri di luar kamar Mia tadi itu adalah tunangan nya.” Sebut Saka.
Saka tidak ingin Skala jadi patah hati. Jadi sebelum perasan Skala pada Mia lebih mendalam maka lebih baik Saka matikan saat ini juga.
“Pria itu baru tunangan nya. Sedang kan aku adalah suami nya. Aku rasa aku lebih berhak atas Mia dari pada pria itu.” Jawab Skala membuat Saka melongo.
“Kau sedang sakit bung?” Saka langsung meletakan telapak tangan nya di kening Skala dan langsung di tepis oleh Skala.
“Aku serius! Saka. Dan aku ini tidak sedang demam atau sakit yang lainnya. Aku sehat dan dalam keadaan yang sangat-sangat sadar.” Ujar Skala.
“Ayo kita kerumah sakit. Mungkin ada yang salah dengan otak mu!” Saka langsung menarik tangan Skala.
“Ck! Aku serius! Dan aku tidak sedang bercanda Gyan Assaka Hardata. Aku ini adalah suami sepupu mu. Suami gaib nya, tepat nya.” Ujar Skala sambil mengerlingkan mata nya. “Dan kau tahu alasan ku menyusahkan mu dan Nick beberapa hari ini? itu adalah sepupu mu itu. Aku mencari nya kemana-mana dan rupa nya dia malah tepat berada di bawah hidung ku.” Lanjut Skala menjelaskan.
“Tunggu! Kau jelas kan semua nya pelan-pelan pada ku Skala. Jangan sat set sat set seperti itu dan tau-tau nya Mia sudah menjadi istri mu saja. Aku perlu mendengarkan semua detailnya.” Cetus Saka.
Kening Saka semakin berkerut mendengar penjelasan Skala yang tidak masuk akal itu. “Pernikahan gaib? OK! Setelah ayah nya adalah seorang dokter jenius mantan seorang pemimpin organisasi rahasia, kini sepupu dan sahabat nya melakukan pernikahan gaib? Hmm Saka sungguh merasa hidup nya sangat komplit dengan hal-hal di luar nalar ini.
“Baiklah! Tapi aku punya satu pertanyaan untuk mu Skala. Sepanjang penjelasan mu tadi, aku sama sekali tidak melihat ada nya keuntungan di pihak mu menikahi sepupu ku. Dan Sandiego Skala Anumerta yang aku kenal bukanlah tipikal pria yang dengan senang hati akan membantu orang lain tanpa balasan yang jelas. Secara uang ku sudah banyak mengalir pada mu untuk pembebasan lahan -lahan rumah sakit ku. So katakan pada dengan jujur Skala apa alasan mu menikah dengan Mia? Dan ya! Tolong jangan katakan kau jatuh cinta pada pandangan pertama pada bocah ingusan itu. Aku tidak menerima versi jawaban standar seperti itu.” Tukas Saka.
Skala tersenyum sambil menunduk sesaat. “Kau memang jeli seperti biasanya Saka. Dan kau benar. Aku memang memiliki keperluan ku sendiri. Tapiii itu hanya aawal nya saja! Namun ujung-ujung nya, jawaban ku memang jawaban standar yang kau katakan tadi. Aku memang telah jatuh cinta dengan sepupu.” Jawab Skala tanpa memaparkan dengan rinci pada Saka apa keperluan Skala sebenarnya dengan Mia.
“Kau lihat ini.” Skala menangkat jari nya. Lalu Skala menarik Saka mendekat ke arah pintu kamar Mia.
“Perhatikan ini baik-baik Saka.” Ucap nya sambil memegang pundak Saka dan mengarahkan tangan nya yang ada cincin kawin nya dan Mia ke arah dalam kamar Mia yang pintu nya telah di buka sebelum nya sedikit oleh Skala.
“Perhatikan jari manis Mia. Kau akan melihat cincin yang sama.” Lanjut Skala.
Dan benar saja, jari manis tangan kanan Mia bersinar membentuk sebuah lingkaran saat Skala mengarahkan tangan nya ke Mia.
“Astaga! Kau benar Skala.” Seru Saka pelan.
Skala pun menarik kembali pintu kamar Mia. “See? Aku tidak berbohongkan? So tolong bantu aku Saka. Bantu aku untuk mendapatkan istri ku kembali.” Pinta Skala penuh harap.
📢Bang Saka, ayoo bantuin! Ntar urusan kami ama Bia...kak Upe yang akan bantuin 🤭🤭