
"Terkadang aku heran dengan kau dan bos mu itu Nick!!..!!" Ujar Skala begitu Nick keluar dari mobil mewahnya. "Kalian bilang kalian tidak percaya hal-hal di luar logika manusia. Tapi bos mu sangat sering meminta ku untuk membersihkan tempat-tempat yang akan dia jadikan sebagai rumah sakit baru keluarga nya." Ejek Skala yang sudah terlalu sering dimintai bantuan seperti ini oleh bos nya Nick.
"Sebenarnya, sampai saat ini pun aku masih tidak percaya dengan semua hal seperti ini. Bosa Saka juga. Tapi percaya tidak percaya, setiap kali kau datang membantu kami, semua urusan pembangunan ulang gedung atau apalah itu nama nya jadi berjalan lancar. Tidak ada pekerja proyek yang mengeluh dikerjai atau diganggu oleh makhluk makhluk begituan." Terang Nick yang terdengar sangat yakin dengan hal gaib hanya saja dengan ekspresi wajah yang terlihat tidak yakin akan hal itu.
Skala mendengus kesal mendengar penjelasan tangan kanan sobat nya. "Jadi malam ini kau akan tetap tinggal di luar seperti biasa nya atau kau akan mencoba ikut untuk pertama kalinya dengan ku ke dalam. Bukan nya kau bilang kalau kau tidak percaya hal-hal seperti ini. So, ayoo ikut kedalam bersama ku." Tantang Skala pada Nick.
"Baiklah!! Siapa takut!!!" Nick pun akhirnya memutuskan untuk ikut menemani Skala ke dalam gedung kosong itu, itung-itung uji nyali ujar pada dirinya sendiri.
Baru saja Skala dan Nick sampai di depan pintu masuk utama gedung itu, Skala sudah merasa hawa setan yang kuat. Skala melirik ke ke kiri dan ke kanan melalui ujung matanya.
"Kau yakin akan masuk bersama ku?" Tanya Skala, untuk meyakinkan Nick, apakah Nick akan tetap ikut masuk ke dalam bersamanya.
"Kau jangan menakut-nakuti ku Skala."Jawab Nick yang sekilas dari luar terlihat acuh padahal sebenarnya dia sudah mulai agak merinding. Apalagi dia merasakan seperti ada seseorang yang mengintip dirinya dan Skala dari dalam gedung yang gelap itu.
"Kalau kau yakin ..ayo kita masuk." Ajak Skala.
"Skala tunggu!!!!" Cegat Nick secepat kilat menarik tangan Skala. "Heem apa kita tidak butuh senter atau sejenisnya? Atau bagaimana kalau menggunakan senter di ponsel seperti ini?" Ujar Nick sambil nyengir dan langsung menghidupkan lampu di ponselnya yang tidak seberapa terangnya.
Entah mengapa, tiba-tiba nyali nya menjadi ciut setelah beberapa langkah mendekati pintu masuk itu.
"Kau bisa menggunakan itu jika kau rasa itu akan bisa membantu mu." Jawab Skala sombong.
"gleeek..." Nick menelan salivanya.
"Skala tunggu!!" Tahan Nick sekali lagi.
"Apa lagi?!!!!" Tanya Skala yang sudah mulai kehabisan kesabaran nya.
"Apa kau merasa ada seseorang di dalam sana? Mungkin para preman atau siapa gitu di sana!" Suara Nick terdengar seperti sedikit ketakutan.
"Tidak ada preman di dalam sana!! Tapi kalau gerunduwo iya memang ada beberapa di depan kita sedang mengintip kita dari tiang tinggi besar di tengah gedung itu." Jawab Skala blak-blakkan tanpa memikirkan nyali Nick sudah mulai kocar-kacir entah kemana.
Nick kembali menelan saliva nya. Lalu langsung balik kanan.
"Eh kau mau kemana?!" Kini gantian Skala yang menarik tangan Nick yang sudah dalam posisi membelakangi nya.
"Sebaiknya aku menunggu di mobil saja seperti biasa!" Jawab Nick sambil nyengir kuda.
"Sudah terlambat! Ayo ikut ke dalam. Mereka sudah mengetahui kalau kita datang berdua. Jadi mau kau ikut bersama ku ke dalam atau tetap berada di luar, mereka akan tetap mendatangi mu." Tekan Skala, membuat Nick otomatis balik kanan kembali.
"Aku akan ikut bersama mu kedalam." Jawab Nick cepat, demi keselamatan dirinya.
📢Udah senin aja nih ...ayoooo yang belum vote! Lempar vote nya dong cinta ....lempar ke alhen dan Arka ya
Makasih cinta