My Little Secret

My Little Secret
#77


Tidak terdengar jawaban apapun dari Nick membuat Skala kembali memanggil nama Nick sekali lagi.


"Nick apa kau mendengar ku? Lekas keluar lah!!" Seru Skala.


"Skala..." Terdengar suara Nick memanggil nama Skala. "Apa kau yakin diri mu adalah Skala?" Suara Nick terdengar ragu, Dia ragu apakah yang menelpon nya saat ini benar-benar adalah sahabat bos nya.


"Tentu saja aku Skala!! Memang kau pikir setan bisa menggunakan ponsel dan menelpon mu?" Seru Skala yang jadi jengkel karena si Nick gak juga keluar-keluar dari mobil itu.


"Aku tidak tahu!" jawab Nick pelan. "Tapi yang pasti mereka tadi bisa menghidupkan radio dan ikut bernyanyi bersama ku." Lanjut Nick masih dengan berbisik.


"Nick!! Kalau kau tidak mau keluar dari dalam mobil mu itu maka aku akan melanjutkan perjalanan ku. Kau boleh menikmati tidur malam mu di dalam mobil." Skala pun mematikan telponnya.


Setelah telpon itu mati, Nick otomatis melihat ke arah jendela mobilnya dan benar saja, Skala sedang menatapnya dengan tatapan kesal dari luar sana.


Dengan cepat Nick membuka mobilnya dan keluar. "Huh!! Aku sungguh mengira kalau bukan kau yang menelpon tadi Skala!!" Seru Nick memeluk Skala.


"Kalau kau tidak cepat melepaskan pelukan mu !! Maka aku akan meminta para setan itu untuk menarik mu menjauh dari ku!" Ancam Skala.


Nick yang mendapatkan ancaman dari Skala itu auto melepaskan pelukannya. "Mari kita pulang!!" Seru Nick dan langsung berjalan ke arah mobil Skala.


"Lalu mobil mu?" Tanya Skala, yang melihat pintu mobil Nick terbuka.


Nick masih mengira kalau yang mengganggu nya tadi adalah hantu-hantu yang menumpang dari gedung kosong tadi.


"Ini semua karena kalian berdua!" Omel Skala pada kedua setan yang mengganggu Nick tadi yang saat ini sedang duduk santai di kursi bagian belakang mobil Nick. Skala pun menutup pintu mobil itu dan pergi ke arah mobilnya.


"Skala!!" Seru Nick begitu Skala masuk ke dalam mobil.


"Apakah mobil ku itu sangat penuh saat ini?" Tanya Nick penasaran. " Tapi kalau dipikir-pikir lagi, kenapa mereka harus menumpang di mobil ku? kenapa mereka tidak menumpang di mobil mu saja? Secara kalau di mobilmu paling tidak kalian kan bisa saling bertukar kisah perjalanan hidup kalian masing-masing." Oceh Nick panjang kali lebar.


"Kalau kau begitu penasaran untuk melihat mereka dan juga ingin mendengar mereka maka dengan senang hati aku akan membantu mu untuk dapat merasakan, melihat dan mendengar mereka. Apa kau mau?" Celetuk Skala yang kesal mendengar ocehan panjang Nick.


"Tidak!!Tidak!! Terima kasih!! Aku tidak ingin karena itu aku tidak berani untuk kerja shift malam di rumah sakit. Cukup diri mu saja yang memiliki kemampuan seperti Skala. Kau tidak perlu berbagi hal-hal aneh ku dengan ku." Tolak Nick, cepat.


Pekerjaannya sebagai seorang dokter memang selalu mengharuskan dia untuk berjaga malam di waktu-waktu tertentu. Dan andaikan saja dia memiliki kemampuan seperti Skala, bisa dibayangkan oleh seorang Nick betapa horor hidupnya ke depan nya.


"Ya sudah kalau tidak mau!" Sebut Skala dan menjalan kan mobilnya


๐Ÿ˜ฑ๐Ÿ˜ฑ๐Ÿ˜ฑ๐Ÿ˜ฑ


Sini Nick kak Upe bisikin... kamu jangan nolak! bestie nya si Skala sukaa resek๐Ÿ˜‚