Legenda Raja Kultivator

Legenda Raja Kultivator
Chapter. 072: Babak Penyisihan II


Lu Shuan, adalah nama dari lawan Yoriichi saat ini. Dia adalah pengguna pedang panjang, basis kultivasinya berada di Nascent Soul bintang tujuh.


"Kalian sudah mengerti peraturan yang sudah kujelaskan?" Tanya wasit untuk memastikan.


Yoriichi dan Lu Shuan sama-sama mengangguk, mereka berdua tidak menurunkan kewaspadaan meski pertandingan belum dimulai.


Di tribun kelas dua, Yong Shu menyipitkan mata melihat aura yang keluar dari tubuh Yoriichi, "Dia... Apa dia berasal dari ras Slayer? Tapi, bagaimana mungkin?"


Ras Slayer adalah ras pemburu kuno. Mereka adalah manusia, yang dilahirkan dengan bakat dan fisik di luar nalar. Kepunahan dari ras tersebut terjadi ketika ada seseorang yang mengaku sebagai Dewa, dan membantai mereka tanpa alasan yang jelas.


Ras Slayer sudah punah selama puluhan ribu tahun lamanya, ciri khas dari mereka adalah senjata yang disebut sebagai, Katana. Pedang bermata satu, namun mempunyai ketajaman yang bisa membelah daratan luas.


"Bagaimana mungkin ras Slayer bisa ada di sini?" Yong Shu memegang dagunya dan merasa cukup ragu.


Beberapa saat kemudian, Yong Shu menghela nafas panjang, "Ya, sudahlah. Walaupun dia adalah keturunan dari ras Slayer, itu tidak ada urusannya denganku. Kemungkinan besar, dia akan menjadi lawan yang paling sulit untuk Chen'er. Menarik..." Yong Shu tersenyum tipis, dan merasa tak sabar untuk melihat pertandingan final nanti.


Di arena kedua, Yoriichi dan Lu Shuan sudah bertarung. Pertarungan yang dilakukan keduanya menarik hampir seluruh perhatian para penonton, termasuk pihak Kekaisaran.


"Anak itu... Dia sangat berbakat." Kaisar Fang Lin berdecak kagum.


"Ayah, bisakah aku mengikuti turnamen ini?" Tanya seorang pria tampan berambut kuning, dengan jubah emas yang mencolok.


Fang Lin sedikit mengangkat alisnya, "Xiang'er, bukankah sebelumnya kau bilang tidak tertarik dengan turnamen semacam ini?"


Fang Xiang adalah anak laki-laki tunggalnya yang berumur 23 tahun. Dia dulunya anak yang begitu pemalas, tapi lima tahun yang lalu sifatnya berubah drastis. Dalam tiga tahun, kemampuannya sudah melampaui kakak dan juga adik perempuannya.


"Aku penasaran dengan orang itu..." Fang Xiang menunjuk ke arah Yoriichi, ia rasa akan sangat menyenangkan jika bertarung dengannya.


Fang Lin sedikit mengangkat alisnya, "Baiklah. Aku akan mengabulkannya, jadi bersiap-siaplah..." Jawabnya dengan suara tenang.


"Terima kasih, ayah!" Fang Xiang tersenyum cerah dan sedikit menundukkan kepalanya.


Fang Lin tersenyum, lalu memerintahkan salah satu orang kepercayaannya untuk mendaftarkan Fang Xiang ke turnamen. Meski pendaftarannya sudah lama ditutup, tapi dengan pengaruh Kekaisaran mengatasi masalah tersebut adalah perkara yang mudah.


Kembali ke arena dua. Saat ini, Lu Shuan sedang mengerahkan berbagai tekniknya untuk menembus pertahanan Yoriichi, namun pria berjubah merah itu sama sekali tidak memberikan celah.


Lu Shuan merapatkan gigi, ia kemudian melompat ke udara dan pedangnya mengeluarkan cahaya biru cerah, "Teknik Pedang Air: Pembelah Langit!"


Bam!


Gelombang energi terjadi, serangan yang dilancarkan oleh Lu Shuan menggetarkan arena. Para penonton di tribun kelas dua dan tiga menjadi heboh saat menyaksikan itu.


Di dalam arena. Yoriichi menangkis serangan Lu Shuan dengan kedua tangan yang memegang gagang katana, ia kemudian memutarkan tubuhnya di udara dan dalam sekejap melumpuhkan lawannya menggunakan kaki.


Yoriichi menginjak leher Lu Shuan dengan kaki kanan, ia lalu menancapkan katana di samping kepala lawannya itu, "Menyerah saja. Kau bisa terluka parah jika memberontak..." Ucap Yoriichi dengan suara datar.


Lu Shuan sendiri melebarkan mata, ia begitu syok karena tak menyangka bisa dilumpuhkan oleh lawannya hanya dalam beberapa detik saja. Bagaimana mungkin seorang jenius sepertinya bisa dikalahkan? Dan juga, dirinya dikalahkan di pertandingan pertama, betapa memalukannya itu!


Whoosh!


Aura Nascent Soul merembes keluar dari tubuh Lu Shuan, ia kemudian menciptakan ledakan besar yang membuat mereka berdua terpental ke dinding array.


"Cough... Cough..." Lu Shuan memuntahkan darah segar dari mulutnya, ia bangkit berdiri sambil menggenggam erat pedangnya, "Dasar bajingan. Aku tidak terima ini..."


Lu Shuan menatap marah Yoriichi yang sedang memegang senjatanya dengan tangan kiri, ketika mata mereka berdua bertemu jantungnya seakan berhenti berdetak.


Whoosh!


"Hentikan..." Ucap wasit dengan raut wajah serius.


Yoriichi melemahkan tenaganya, bisa dibilang ia sudah memperkirakan hal ini, "Baiklah."


Wasit melepaskan lengan Yoriichi, lalu pandangannya mengarah ke Lu Shuan, "Apa kau baik-baik saja..."


Lu Shuan langsung tersentak, tubuhnya yang mati rasa tiba-tiba saja bergetar hebat dan dia langsung terjatuh lemas seolah tidak memiliki tenaga lagi.


"A-ah, i-iya. Aku baik-baik saja..." Jawab Lu Shuan dengan nada sedikit bergetar.


Wasit mengangguk pelan, ia lalu mengumumkan kalau Yoriichi adalah pemenang dari pertandingan ini.


Para penonton yang menyaksikan itu bersorak kesenangan, sedangkan Yoriichi dan Lu Shuan kembali ke ruang tunggu masing-masing.


***


Ruang tunggu.


Ketika Yoriichi masuk, banyak mata yang tertuju kepadanya. Mereka semua begitu takjub dengan kekuatan orang itu, tapi ada juga yang merasa iri.


Xiao Chen tersenyum dibalik topengnya melihat Yoriichi berjalan kemari, "Itu adalah pertarungan yang bagus, senior." Puji Xiao Chen.


"Kau sangat hebat, senior! Kekuatanmu diluar ekspetasiku..." Timpal Mue Lian sambil tersenyum.


"Terima kasih." Yoriichi duduk kembali di sebelah Xiao Chen, "Bagaimana dengan kalian berdua? Masih belum dipanggil juga?"


Xiao Chen dan Mue Lian sama-sama menggelengkan kepala. Yoriichi yang melihat itu tidak mengatakan apa-apa, lalu melihat layar kotak yang ada di tengah ruangan.


Xiao Chen sendiri juga melakukan hal yang sama, sedangkan Mue Lian memutar otaknya untuk mencari topik pembicaraan dengan Xiao Chen.


.....


Beberapa jam berlalu.


Sudah ratusan peserta yang selesai bertanding, dan sudah banyak pula dari mereka yang gugur. Nama Xiao Chen akhirnya dipanggil, dan di detik berikutnya nama lawannya juga dipanggil.


Ketika bangkit berdiri dari kursinya, Xiao Chen sedikit melebarkan mata saat mendengar nama dari lawannya, ia sampai terdiam sejenak sebelum kembali melangkahkan kakinya.


Yoriichi dan Mue Lian tentu menyadari reaksi dari Xiao Chen. Namun keduanya hanya diam, sampai pria bertopeng hitam itu keluar dari ruang tunggu.


"Senior Yoriichi, apa dirimu sadar dengan reaksi Kakak Chen?" Tanya Mue Lian sambil menatap pria berjubah merah itu.


Yoriichi mengangguk, "Ya. Sepertinya dia mengenali lawannya..." Jawab Yoriichi cepat.


Mue Lian terdiam sejenak sebelum menatap layar kotak dengan raut wajah serius.


***


Tribun kelas pertama.


Keempat anggota keluarga Yu bereaksi ketika melihat seorang peserta masuk ke dalam sebuah arena, tidak hanya mereka saja tetapi Gao Lan dan beberapa ksatria juga bereaksi sama.


Bersambung.....


LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> GIFT >> COMMENT.