Legenda Raja Kultivator

Legenda Raja Kultivator
Chapter. 056: Gua di dasar Jurang


Gerbang utara, sekte Serigala Emas.


Ji Yong menangkupkan tangannya ke arah Xiao Chen dan Yong Shu, begitu juga dengan sebaliknya.


"Jangan ragu untuk datang kembali, pintu kami akan selalu terbuka untuk kalian berdua..." Ji Yong mengatakan itu dengan suara tenang.


Xiao Chen tersenyum, "Terima kasih, Penatua Yong. Kami izin pamit..."


Ji Yong mengangguk, sedangkan Xiao Chen dan Yong Shu langsung berjalan pergi dari sana.


"Penatua ke sembilan terlihat ramah dengan kedua tamu itu? Apa yang terjadi?" Penjaga 2 di ranah Golden Core bertanya dengan nada penasaran.


Penjaga 1 mengangkat pundaknya, "Entahlah... Tapi yang pasti, kita juga harus bersikap lebih ramah jika mereka berdua datang lagi..."


"Setuju..." Penjaga 2 menganggukkan kepalanya pelan.


Di sisi lain, setelah keluar dari wilayah sekte Serigala Emas, Yong Shu langsung mengajak muridnya itu pergi dari kota Berlian.


Selama ini Yong Shu tidak diam saja, melalui Kesadaran Spiritualnya ia mencari tempat yang cocok untuk Xiao Chen berlatih.


Yong Shu menemukan sebuah jurang yang tidak jauh dari Gerbang barat kota Berlian, di dasar jurang tersebut ada sebuah Gua aneh yang memancarkan Energi Spiritual tak terbendung. Merasa kalau tempat itu cocok, Yong Shu memutuskan untuk melatih Xiao Chen di dalam sana.


***


Setelah keluar dari Kota Berlian, Yong Shu langsung mengajak muridnya itu pergi ke jurang tersebut.


Xiao Chen yang melihat gurunya tidak mengatakan apapun sedikit keheranan, "Kemana guru akan membawaku pergi?" Batinnya bertanya-tanya, "Apa dia sudah menemukan tempat untukku latihan?"


Kepala Xiao Chen selalu dipenuhi dengan pertanyaan saat berada dalam perjalanan.


Dua batang dupa berlalu. Yong Shu dan Xiao Chen kini sedang berdiri di pinggir jurang yang dalam serta gelap.


"Ayo lompat..."


Yong Shu langsung melompat turun tanpa menunggu jawaban dari muridnya itu.


Xiao Chen sedikit terkejut mendengar itu, melihat gurunya yang sudah melompat turun dia juga ikut melompat ke dasar jurang.


Di dasar jurang, Xiao Chen tidak bisa melihat apa-apa selain kegelapan saja, cahaya sinar matahari tidak bisa menjangkau dasar jurang dan membuat suasana disekitar menjadi dingin.


Xiao Chen menyebarkan Kesadaran Spiritualnya untuk menemukan keberadaan guru, tidak membutuhkan waktu yang lama bagi dirinya untuk menemukan kakek tua itu.


Yong Shu saat ini sedang melesat dengan kecepatan yang lumayan tinggi, jarak menuju Gua yang dimaksud terbilang cukup jauh, jadi dengan kecepatannya sekarang mungkin membutuhkan waktu sekitar setengah jam untuk sampai ke sana.


Di sisi lain, Xiao Chen langsung mengikuti gurunya itu setelah menemukannya lewat Kesadaran Spiritual, tidak sampai di sana ia juga memperluas Kesadaran Spiritualnya untuk menemukan tempat yang sedang dituju oleh guru.


Dalam beberapa kilometer ke depan, Xiao Chen menemukan sebuah Gua yang memancarkan Energi Spiritual tak terbatas, ia cukup terkejut karena Kesadaran Spiritualnya tidak dapat menyusuri Gua tersebut.


"Tempat yang aneh. Apa guru ingin melatihku di sana? " Xiao Chen bertanya-tanya dan memikirkan itu sampai berulang kali.


30 menit berlalu.


Yong Shu dan Xiao Chen sudah berdiri di depan Gua, karena suasana gelap mereka berdua sama sekali tidak bisa melihat apapun yang ada di dalam sana.


"Chen'er, lemparkan bola api ke dalam Gua itu..." Ucap Yong Shu memberi perintah.


Xiao Chen tanpa banyak bertanya langsung menciptakan bola api yang cukup besar di telapak tangan kanannya, ia menghela napas panjang lewat mulut lalu melemparkan bola api tersebut ke dalam Gua.


Whooosh.


Bola api itu bergerak di udara dengan cepat dan memasuki Gua itu. Yong Shu yang melihatnya hanya diam dengan mata yang sedikit menyipit.


"Sepertinya ada monster di dalam sana." Gumam Yong Shu lalu menoleh ke arah muridnya, "Chen'er, bunuh monster itu..."


"Eh? Kenapa aku?" Xiao Chen sedikit terkejut mendengarnya.


"Jika rumahmu kotor, kau harus membersihkannya agar bisa ditinggali dengan nyaman bukan?" Yong Shu tersenyum tipis.


"Tapi guru, bagaimana kalau monster yang ada di dalam sana lebih kuat dariku?" Xiao Chen mengeluh, karena berpikir masuk ke dalam sana sendirian adalah suatu tindakan yang beresiko.


"Kalau begitu kau hanya perlu berusaha untuk membunuhnya. Lagipula kau ini ingin menjadi kuat, bukan? Jika iya, setidaknya kau harus melewati situasi hidup dan mati terlebih dahulu..." Balas Yong Shu santai.


Xiao Chen menelan ludahnya dengan kasar ketika mendengar jawaban dari gurunya itu, meskipun ia adalah mantan Raja Kultivator bukan berarti tidak ada ketakutan dalam dirinya.


Setelah terdiam selama beberapa saat, Xiao Chen menghela napas panjang sambil mengeluarkan sepasang Pedang Azure Dragon Sword.


"Guru, jika aku mati, kuburkan aku dengan layak dan sampaikan kabar ini kepada pelayan setiaku sewaktu di sekte." Pinta Xiao Chen dengan mata berkaca-kaca.


Yong Shu mengorek telinganya, "Jangan lebay, cepat masuk!" Yong Shu memberikan lambaian tangan seperti mengusir.


"Cih..." Xiao Chen melangkahkan kakinya masuk ke dalam Gua.


***


Saat berada di dalam Gua, kobaran api melapisi kedua pedang Xiao Chen, ia sengaja melakukan itu untuk memperluas jarak pandangnya.


"Sepertinya monster laba-laba, ya." Xiao Chen mengedarkan pandangannya dan melihat banyak sekali jaring laba-laba yang menempel di langit-langit Gua.


"Tapi, ada yang aneh... Kenapa ada banyak sekali bercak darah yang sudah kering?" Xiao Chen sedikit mengerutkan alisnya, "Apa monster laba-laba itu bertarung dengan monster yang lainnya?"


Xiao Chen memikirkan seluruh pertanyaan di kepalanya itu sepanjang perjalanan.


Xiao Chen kemudian berhenti melangkah setelah berjalan cukup lama, di depannya kini terdapat tiga lorong yang masing-masing memancarkan Energi Spiritual berbeda-beda.


Lorong tengah memancarkan Energi Spiritual paling kuat diantara kedua lorong lainnya, dan yang terlemah adalah lorong bagian kiri.


Xiao Chen mengelus dagunya sambil berpikir, ia kemudian menyebarkan Kesadaran Spiritualnya untuk memeriksa ketiga lorong tersebut namun dirinya gagal.


"Aneh, Kesadaran Spiritualku juga tidak bisa menyusuri ketiga lorong ini..." Xiao Chen bergumam, dan setelah berpikir cukup lama ia berjalan menuju lorong sebelah kiri.


Xiao Chen ingin memeriksa terlebih dahulu lorong yang paling lemah memancarkan Energi Spiritual, ia tidak tau pasti apa yang ada di dalam sana dan meningkatkan kewaspadaannya sampai ke titik yang tertinggi.


Baru beberapa menit berjalan, Gua tiba-tiba saja bergetar hebat dan Xiao Chen langsung menciptakan penghalang Qi di sekitarnya.


Bam!


Sebuah serangan mendadak datang ke arah Xiao Chen dan menimbulkan suara yang cukup keras, untung saja pemuda berjubah biru itu sudah menyiapkan penghalang lebih awal jadi dia tidak terkena dampak dari serangan itu.


"Hm? Serangan Qi? Baiklah, akan kubalas" Xiao Chen mengangkat satu pedangnya ke atas, lalu mengayunkannya secara vertikal, "Pedang Api: Lekungan panas."


Whoosh!


Siluet Lekungan Api keluar dari pedang Xiao Chen dan melesat di udara dengan cepat. Suasana Gua yang gelap langsung berubah menjadi cukup terang karena kemunculan Siluet Api tersebut.


Bam!


Ledakan terjadi ketika Lekungan Api itu membentur sebuah batu besar. Xiao Chen yang mengetahuinya sedikit mengerutkan alis, "Bukankah serangan tadi berasal dari sana? Kenapa aku sama sekali tidak melihat apapun?" Batinnya heran.


Bersambung.....


LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> GIFT >> COMMENT.