Legenda Raja Kultivator

Legenda Raja Kultivator
Chapter. 069: Menuju sekte Delapan Api


Seorang Algojo bertubuh besar datang sambil mendorong gerobak kayu yang ditutupi dengan kain hitam tipis.


Algojo tersebut berhenti menarik gerobak ketika berada di dekat Bai Han, ia kemudian mundur beberapa langkah dengan kedua tangan yang melipat di belakang punggung.


Bai Han sendiri mendekati gerobak kayu tersebut sambil tersenyum, "Barang pertama untuk dilelang adalah..."


"Kalung Archeon!" Bai Han berteriak dengan lantang sembari menarik kain hitam yang menutupi gerobak kayu.


"Kalung Archeon terbuat dari material langka dan dibuat secara khusus oleh salah satu penempa terhebat di benua ini!" Ucap Bai Han sambil menunjukkan Kalung Permata itu ke arah tribun, "Kalung ini bisa menyembuhkan luka luar dan dalam di tubuh secara otomatis! Jadi saat bertarung melawan musuh, kalian mempunyai keunggulan dalam hal penyembuhan!"


Bai Han menjelaskan efek dari Kalung Archeon di tangannya, begitu juga dengan kekurangannya.


"Perlu diingat! Meskipun bisa menyembuhkan secara otomatis, tetapi itu tidak berlangsung selamanya. Kalung ini membutuhkan konsumsi Qi yang sangat banyak sebelum siap digunakan dan juga bisa habis kapan saja!" Ucap Bai Han menjelaskan kekurangan dari Kalung Archeon, "Saya akan membuka harga untuk kalung ini sebesar seribu koin emas!"


Sepuluh ruangan yang disewa oleh para VIP langsung memberikan tawaran untuk Kalung Archeon. Persaingan mereka cukup panas, karena semakin lama harga dari Kalung tersebut melonjak tinggi.


Xiao Chen yang menyaksikannya hanya berdecak ngeri, tawaran yang mereka berikan sekarang sudah mencapai 30 ribu koin emas.


"Aku tau kalau kalung itu sangatlah bagus, tapi sekaya apa mereka sampai merelakan 30 ribu koin emas hanya untuk itu?" Xiao Chen bergumam sambil menggeleng pelan.


Perlu diketahui, tiga puluh ribu koin emas adalah jumlah uang yang sangat banyak, itu bahkan setara dengan pendapatan kotor sekte kelas rendah selama beberapa bulan.


Beberapa saat kemudian, penawaran berhenti di 43 ribu koin emas dan VIP di ruangan nomor empat berhasil mendapatkan Kalung Archeon.


Setelah itu, barang-barang selanjutnya dikeluarkan dan sudah tidak ada lagi yang menarik bagi Xiao Chen dan juga orang-orang di ruangan VIP.


.....


Dua jam berlalu.


Kesembilan barang yang ditampilkan sudah terjual semua. Kini tersisa satu barang terakhir, dan itu tentu menjadi barang paling istimewa sekaligus barang terakhir yang akan menutup acara Pelelangan.


Saat ini, Algojo sedang mendorong gerobak kayu yang ditutupi oleh kain hitam. Dia kemudian berhenti di depan Bai Han, lalu mundur beberapa langkah agar tidak menghalangi.


Bai Han sendiri tersenyum, "Baiklah! Sekarang adalah saatnya untuk barang terakhir!" Bai Han berkata dengan suara lantang, kemudian menarik kain hitam yang menutup sesuatu di atas gerobak.


Whosh.


Terlihat sebuah batu berukuran sedang yang mengeluarkan aura aneh, memang terlihat seperti batu pada umumnya tapi ini adalah Batu Meteorit dari luar angkasa.


Batu Meteorit adalah material paling langkah di dunia, selain mempunyai daya tahan yang kuat, batu itu mempunyai keunikan tersendiri. Jika dibuat menjadi senjata, bisa menyerap Energi Spiritual di sela-sela pertarungan dan juga memurnikan dua puluh persen dari energi yang diserap.


Bai Han menjelaskan kelebihan dari batu meteorit tersebut. Tidak lupa dia juga memberitahu kekurangannya, batu meteorit sangatlah berat dan akan sulit digunakan untuk orang-orang yang terbiasa menggunakan senjata ringan.


Setelah menjelaskan kelebihan dan kekurangannya, Bai Han langsung memulai harga dari 50 ribu koin emas.


Pada saat itu juga, kesepuluh ruangan yang ditempati para VIP langsung menawarkan harga tinggi untuk membeli Batu Meteorit tersebut.


Sedangkan Xiao Chen hanya bisa menonton pertunjukkan tersebut, dalam lelang ini dirinya tidak menemukan barang yang menarik bahkan untuk sekelas Batu Meteorit.


Perlu diketahui, pedang ganda Azure Dragon milik Xiao Chen memiliki kualitas yang jauh lebih baik daripada Batu Meteorit tersebut. Memang terdengar aneh kalau dirinya menemukan pedang bagus semacam itu di sebuah toko antik kecil, namun itu adalah kenyataannya.


Selama ini, Xiao Chen masih belum mengetahui kalau pedang Azure Dragon berada di tingkat langit bintang satu, dan juga pedangnya bisa berkembang seiring bertambah kuatnya sang pengguna.


.....


Satu batang dupa berlalu.


Setelah itu, Bai Han melakukan basa-basi selama beberapa menit sebelum menutup acara lelang malam ini.


***


Luar Gedung organisasi Raja Hitam.


Xiao Chen sekarang sedang berdiri di sebuah atap rumah tidak jauh dari gedung pelelangan, ia melihat ada banyak sekali kultivator yang sedang keluar dari sana.


Dua batang dupa berlalu dengan cepat, Xiao Chen yang sedang memejamkan mata perlahan membukanya. Dia dapat melihat rombongan Yu sedang menaiki beberapa kereta kuda yang cukup mewah.


"Hm... Apa mereka masih tinggal di Penginapan Xunshen?" Batin Xiao Chen bertanya-tanya.


Xiao Chen kemudian mengikuti rombongan Yu dari jauh, tentu saja seluruh hawa keberadaannya sudah disembunyikan tanpa jejak sedikitpun dan membuatnya tidak disadari oleh para pengawal terutama Gao Lan.


Beberapa saat setelah mengikuti mereka, Xiao Chen berhenti ketika mereka masuk ke dalam wilayah Klan Jong di kota Berlian bagian dalam.


"Sebenarnya apa alasan mereka berada di kota ini dalam waktu yang sangat lama. Mungkinkah mereka mengikuti turnamen di sekte Delapan Api?" Xiao Chen bertanya-tanya.


Xiao Chen cukup lama terdiam dan memikirkan alasannya. Dia kemudian menggelengkan kepala, menepis seluruh pertanyaan di otaknya, "Ya, sudahlah. Untuk apa aku memikirkannya juga, toh ini bukan urusanku." Gumamnya dan menghilang dari tempatnya dalam sekejap.


Saat ini, Xiao Chen sedang melesat kembali ke Penginapan Xunshen, sekarang hampir larut malam dan dirinya tidak ingin gurunya marah.


***


Penginapan Xunshen.


Xiao Chen langsung naik ke lantai delapan dan memasuki kamar dengan nomor 899. Dia dapat melihat, gurunya sedang bermeditasi di atas tempat tidur


Xiao Chen sama sekali tidak berniat mengganggu gurunya itu, ia langsung berbaring di atas tempat tidur satunya lagi lalu memejamkan mata perlahan.


***


Satu minggu berlalu.


Hari ini, turnamen sekte Delapan Api akan dimulai. Semenjak pagi-pagi buta, sudah banyak rombongan orang yang mengantri masuk ke dalam kota Berlian bagian inti.


Xiao Chen dan Yong Shu adalah salah satu rombongan yang sedang mengantri masuk ke dalam kota Berlian bagian inti.


Penampilan mereka berdua layaknya Yin dan Yang. Xiao Chen memakai jubah serba hitam termasuk dengan topengnya, sedangkan Yong Shu memakai jubah putih polos dengan topi caping di kepalanya.


"Guru, haruskah aku memenangkan turnamen ini atau tidak?" Tanya Xiao Chen sambil menoleh ke samping.


Yong Shu terdiam sejenak sebelum menganggukkan kepalanya, "Boleh saja. Tapi, jangan buat pertarungan terlihat menjadi mudah, agar nantinya mereka tidak terlalu terobsesi denganmu meski mendapatkan juara pertama."


"Bagaimana jika ada orang yang menyadari kalau aku sangat kuat, dan mereka terobsesi denganku?" Tanya Xiao Chen kembali.


"Kita akan menggunakan nama sekte Serigala Emas. Toh, Patriark mereka berniat untuk menjalin hubungan baik dengan kita, jadi tidak akan ada masalah kalau kita menggunakan nama dari sekte mereka." Jawab Yong Shu cepat.


Bersambung.....


LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> GIFT >> COMMENT.


Note: Perubahan di chapter 14. Tamu penting yang hadir di turnamen tersebut adalah Kekaisaran Fang, bukan Kerajaan Ming.