Legenda Raja Kultivator

Legenda Raja Kultivator
Chapter. 062: Iblis Hati II


Selama di dunia pikiran, Xiao Chen tidak akan pernah merasa kelelahan dan luka separah apapun yang dia terima akan selalu beregenerasi. Waktu juga berjalan normal seperti di dunia nyata.


Xiao Chen berdiri beberapa puluh meter di depan Iblis Hati, aura membunuh merembes keluar dari tubuhnya.


"Sedari tadi, kau selalu saja membicarakan Luan Ling... Memangnya kau siapa, ha?" Sorot mata Xiao Chen begitu dingin, dan membuat siapa saja merinding ketika melihatnya.


Iblis Hati dengan wajah datar berkata, "Aku adalah dirimu di masa lalu, dan aku adalah kau. Kita selalu bersama-sama di kehidupan sebelumya, meskipun kau tidak pernah menyadarinya."


"Jadi bisa dibilang aku mengenal Luan Ling, dan bahkan lebih mengenalnya dari dirimu..."


Xiao Chen menggenggam erat kedua pedangnya, "Omong kosong macam apa itu? Kau lebih mengenalnya daripada aku? Jangan bercanda, dasar keparat!"


Whooosh!


Xiao Chen melesat dengan kecepatan luar biasa, dan menyerang Iblis Hati dengan kobaran api yang menyelimuti kedua pedangnya.


Iblis Hati terkekeh pelan dan menanggapi seluruh serangan yang dilancarkan Xiao Chen dengan mudah, "Apa kau ingat ketika kalian berdua diam-diam keluar dari sekte dan pergi ke puncak Gunung?"


"Malam itu, kalian berdua melihat pemandangan di atas sana. Wajahnya yang indah bersinar pada saat itu..." Iblis Hati berkata, lalu menimpali, "Ketika dia menceritakan seluruh keluh kesahnya, kau malah tertidur. Sedangkan aku? Aku mendengarnya dengan seksama..."


Xiao Chen sedikit melebarkan mata, tetapi tidak terlalu menghiraukannya.


"Meskipun dia mengetahui kalau kau sudah tertidur, dia tetap bercerita seakan dirimu masih bangun dan mendengarkannya. Dia lalu menceritakan tentang perjodohannya dengan salah satu jenius, apa kau tau tentang itu?" Iblis Hati meninggikan nadanya saat mengatakan kata-kata terakhir.


"Diamlah..." Xiao Chen menggertakkan gigi, ia menjadi tak fokus saat mendengar kata-kata Iblis Hati.


"Dia juga menceritakan kalau penyakit menyarangi tubuhnya. Apa kau tau itu?!" Iblis Hati bertanya dengan perasaan marah.


Sejujurnya Iblis Hati juga jatuh hati kepada Luan Ling, dan ketika dia melihat wanita yang dicintainya meledak menjadi potongan daging hal itu membuatnya murka, meskipun yang membunuhnya adalah Xiao Chen.


"Penyakit?" Xiao Chen melebarkan mata, ia jadi teringat kalau Luan Ling seringkali sakit, namun dirinya tidak terlalu menghiraukannya karena mengira itu hanya penyakit biasa.


Xiao Chen langsung marah kepada dirinya sendiri dan membuatnya tak fokus ke dalam pertarungan.


Bam!


Xiao Chen terpental jauh, kedua pedangnya terlempar ke arah yang berlawanan.


Xiao Chen terbatuk darah, organ dalamnya terluka parah. Tapi, itu tidak berlangsung lama karena semua luka Xiao Chen telah pulih kembali.


"Jadi begitu ya. Kau jauh lebih tau tentang Luan Ling daripada aku, itu sungguh memalukan..." Xiao Chen berkata dengan suara pelan.


Iblis Hati menyeringai tipis, "Baguslah jika kau mengakuinya. Kau yang sekarang terlalu lemah, tidak mungkin bagimu untuk melindungi dia di kehidupan yang ini. Jadi, biarkan aku yang menggantikanmu..."


Xiao Chen terdiam sejenak sebelum tertawa, dan tawanya semakin keras seiring berjalannya waktu, "Hahahaha... Lucu sekali. Membiarkan dirimu mengambil alih tubuhku? Jangan bermimpi!"


Kilatan petir menyelimuti tubuh Xiao Chen dan dalam sekejap dia menghilang, lalu kembali muncul dengan pedang Azure Dragon Sword di tangannya, "Aku akan melindungi Luan Ling dan orang-orang berhargaku lainnya! Tidak perlu ada campur tangan dari iblis sepertimu!"


Whoosh!


Xiao Chen melesat maju, dalam sekejap dia muncul dihadapan Iblis Hati dan mulai menyerangnya.


Iblis Hati tidak mengatakan apa-apa, melawan Xiao Chen adalah perkara yang mudah baginya, bahkan sekarang ia sama sekali tidak menggunakan setengah kemampuannya.


"Kau lemah, Xiao Chen. Dengan kekuatan yang sekarang, kau bukanlah apa-apa..." Iblis Hati terus mengeluarkan kata-kata provokasi.


Xiao Chen sama sekali tidak menghiraukannya, mulai dari sekarang dirinya akan fokus ke pertarungan dan selalu menutup telinganya.


Iblis Hati yang menyadari kalau Xiao Chen sudah tidak lagi mendengarkannya hanya berdecak kesal, ia sedikit marah dan semakin meningkatkan permainan pedangnya.


.....


Iblis Hati sendiri menyeringai, "Sudah setengah tahun, tapi belum ada satu seranganpun yang mengenaiku. Kau benar-benar sampah, ya..."


Xiao Chen berdecak kesal, ia marah karena perkataan Iblis Hati tidaklah salah, "Aku bersumpah akan membunuhmu, keparat."


"Perkataanmu jahat sekali, kau tau?" Iblis Hati terkekeh pelan.


Xiao Chen menggunakan Pernapasan Ketenangan, ia sengaja melakukannya di tengah-tengah pertarungan agar dirinya mendapatkan pencerahan dari pertarungan ini.


Iblis Hati tentu mengetahuinya, ia sama sekali tidak berbicara dan hanya memilih diam. Semakin lama jalannya pertarungan Iblis Hati juga meningkatkan permainan pedangnya, itu dikarenakan Xiao Chen semakin kuat setiap harinya.


.....


Setengah tahun kembali berlalu, kemampuan pedang Xiao Chen benar-benar sudah meningkat pesat. Sekarang dia sudah bisa melukai Iblis Hati, meskipun hanya goresan kecil tetapi itu adalah perkembangan yang luar biasa.


Iblis Hati tentu mengetahuinya, meskipun sudah bertarung selama setahun akan tetapi kemampuan pedangnya masih sama seperti sebelumnya, permainan pedangnya tidak akan pernah berkembang sebelum dirinya mengambil alih tubuh Xiao Chen.


"Sepertinya kau mulai memperlihatkan ekspresi kesulitan, ada apa?" Xiao Chen kali ini tersenyum sinis, ia mulai menikmati pertarungan ini.


Iblis Hati diam-diam mengumpat, "Dasar bocah tidak tau diri. Padahal kemampuan pedangmu meningkat karena aku..."


Xiao Chen dan Iblis Hati terus bertukar jurus. Pertarungan mereka tentu sangatlah brutal, yang membuat kerusakan dimana-mana.


"Kenapa kau sangat keras kepala, Xiao Chen?" Iblis Hati bertanya di sela-sela pertarungan, "Padahal kau tidak bisa melindungi orang-orang berhargamu di kehidupan sebelumnya, tapi kenapa kau tidak menyerah?"


Meskipun Iblis Hati adalah salinan Xiao Chen, akan tetapi ia tetap tidak mengerti alasannya. Perasaan makhluk hidup itu rumit, karena pada awalnya Iblis Hati tidak mempunyai perasaan.


Perasaan Iblis Hati mulai tumbuh ketika melihat Luan Ling, keinginan untuk menjaga seseorang yang berharga.


"Itu karena aku mendapatkan kesempatan kedua..." Xiao Chen menjawab dengan suara pelan, tetapi dapat didengar jelas oleh Iblis Hati, "Kesempatan kedua untuk menjaga orang-orang baru yang berharga bagi diriku..."


"Jadi begitu... Lalu, jika kau gagal lagi?" Tanya Iblis Hati cepat.


Xiao Chen terdiam cukup lama sebelum menjawab, "Kalau aku gagal dan mendapatkan kesempatan untuk yang ketiga kalinya, mungkin aku akan membiarkanmu..."


Iblis Hati langsung menciptakan jarak di antara mereka berdua, ia tertawa dan tawanya menggetarkan daratan.


"Kau lucu sekali..." Iblis Hati tidak bisa berhenti tertawa, "Tapi, itu menarik. Aku akan mengingatnya..."


Whooosh!


Iblis Hati kembali melesat ke arah Xiao Chen, "Kalau begitu, aku akan membiarkanmu pergi dari sini setelah kemanpuanmu melampaui diriku yang sekarang!"


Bam!


Gelombang kejut terjadi ketika masing-masing pedang Xiao Chen dan Iblis Hati berbenturan.


Xiao Chen awalnya cukup terkejut dengan pernyataan Iblis Hati, lalu senyum lebar menghiasi wajahnya, "Sepertinya kau bukan Iblis Hati yang buruk!"


Pertarungan kembali terjadi. Kali ini mereka bertarung bukan untuk merebut tubuh, tetapi untuk meningkatkan kemampuan bertarung Xiao Chen.


Bersambung.....


LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> GIFT >> COMMENT.