
Xiao Chen berdiam diri selama beberapa saat, wajahnya mengeras seperti sedang mencoba menahan sesuatu. Hingga beberapa saat kemudian, Xiao Chen tidak tahan lagi, ia mengeluarkan botol air dari cincin penyimpanan dan dengan segera meminumnya.
Xiao Chen meminum air layaknya orang yang menahan kehausan berhari-hari. Setelah air dalam botol tersebut habis, Xiao Chen kembali terdiam dan menggunakan Pernafasan Ketenangan.
Dalam sekejap raut wajah Xiao Chen berubah menjadi tenang, dia kemudian mengambil satu buah apel air dan memakannya dengan lahap.
Di sisi lain, Yong Shu yang melihat semua itu cukup terkejut, "Dia dapat menahan pedas yang bahkan aku sendiri tidak kuat menahannya, dan juga teknik pernafasannya.... Aku kurang lebih dapat mengetahui fungsinya." Batin Yong Shu dengan raut wajah serius.
Saat ini, Xiao Chen sudah selesai memakan apel air. Rasa pedas di mulutnya sudah berkurang secara signifikan, mungkin ini karena apel air yang dimakan olehnya barusan.
Tersisa dua buah apel air dan pisang neraka, Xiao Chen yang melihat itu hanya menghela nafas panjang, ia kembali memakan pisang neraka dan kemudian apel air.
Xiao Chen tentu menyadari jika dirinya memakan kedua buah tersebut secara bergantian, rasa pedas di mulutnya dapat dinetralisir dengan cepat. Hanya butuh satu menit lebih untuk Xiao Chen menghabiskan semua pisang neraka dan apel air yang tersimpan di dalam keranjang.
Sekarang yang tersisa hanyalah anggur besi yang berjumlah 15. Xiao Chen tanpa ragu langsung mengambil satu buah dengan dua jari, ia menyipitkan matanya ketika merasakan tekstur keras dari anggur tersebut.
"Sepertinya Guru tidak berbohong, anggur ini memiliki tekstur yang sama seperti besi. Mungkin memakan anggur ini lebih sulit daripada pisang neraka dan apel air..." Batin Xiao Chen dan kemudian melapisi seluruh giginya dengan Qi.
Tentu saja Xiao Chen tidak bodoh, giginya bisa-bisa rontok jika memakan anggur besi ini tanpa persiapan.
Yong Shu sendiri yang melihatnya langsung tersenyum tipis, "Chen'er... Dia ini bukanlah bocah biasa, dia adalah sosok manusia yang mempunyai potensi tinggi untuk menjadi monster di masa depan."
Meskipun begitu, bakat yang dimiliki Xiao Chen sudah biasa ditemui di Dunia yang lebih tinggi. Yong Shu berharap kalau muridnya ini bisa menjadi sosok yang hebat di masa depan nanti.
Xiao Chen mulai mengunyah satu anggur besi, alisnya mengerut ketika mengetahui giginya tidak dapat menghancurkannya. Tekstur yang dimiliki anggur besi sangat mirip dengan besi sungguhan, Xiao Chen tidak menyangka bisa sesulit ini untuk memakan satu buah anggur.
Butuh lima menit lebih untuk Xiao Chen berhasil menghancurkan satu buah anggur besi, rahangnya menjadi sakit karena terlalu banyak digerakkan.
"Guru, aku bisa istirahat bukan? Yang penting aku hanya perlu memakan semua buah dalam satu hari." Tanya Xiao Chen memastikan.
"Ya, kau dapat melakukannya." Jawab Yong Shu sambil menganggukkan kepala lalu menimpali, "Namun kau tidak boleh bersantai saja, aku ingin kau berkultivasi agar waktu yang terlewat menjadi berguna..."
Xiao Chen mengangguk sebagai tanda mengerti, ia menyimpan keranjang yang berisi anggur besi ke dalam cincin penyimpanannya lalu mencari tempat yang cocok untuk berkultivasi. Setelah menemukannya, Xiao Chen langsung melakukan posisi sila dan mulai berkultivasi menggunakan Pernafasan Naga secara diam-diam.
Yong Shu sendiri yang melihat Xiao Chen mulai menyerap Energi Spiritual disekitarnya dengan cepat langsung melebarkan matanya, "Kecepatan penyerapan Chen'er benar-benar seperti monster. Dalam seumur hidupku, aku baru pertama kali melihat penyerapan Energi Spiritual secepat ini tanpa menggunakan bantuan apa-apa." Batinnya berdecak ngeri.
Yong Shu tidak bisa membayangkan seberapa kuat muridnya ini dalam beberapa tahun kedepan, mungkin saja dia bisa menembus ranah Immortal di umur yang belum mencapai dua dekade.
"Hahahaha... Aku penasaran dengan reaksi Jang Hu jika ternyata kalau bocah yang kujadikan murid adalah sosok berbakat yang dapat menggemparkan seluruh Dunia." Yong Shu diam-diam tertawa senang.
"Tetapi jika Chen'er memiliki penyerapan Energi Spiritual secepat ini, bagaimana mungkin dia masih berada di ranah Qi Foundation bintang 5? Setidaknya dengan perkiraan kasarku, dia seharusnya berada di ranah Golden Core atau bahkan Nascent Soul jika beruntung..." Yong Shu mengelus dagunya perlahan, "Apakah dia memulai kultivasi baru-baru ini? Namun apa alasannya?"
Beberapa jam kemudian. Xiao Chen membuka matanya perlahan, kali ini ia sudah menembus Qi Foundation bintang 6, "Baiklah. Sudahi kultivasi ini, aku harus menghabiskan anggur besi sebelum malam tiba."
Xiao Chen menghela nafas panjang lalu mengeluarkan keranjang yang berisi anggur besi, ia menatap buah tersebut selama beberapa saat dan mulai memakannya.
Yong Shu yang sedang bermeditasi di atas batu besar membuka satu matanya yang tertutup, ia tersenyum tipis melihat semangat muridnya dalam mengkonsumsi anggur besi, "Hohoho... Mari lihat, apakah dirimu berhasil menghabiskannya atau tidak."
Siang berlalu begitu cepat dan bulan mulai menampakan dirinya di langit. Saat ini, Xiao Chen masih berusaha untuk mengkonsumsi anggur besi yang masih tersisa 4 buah.
Dalam setengah hari, Xiao Chen baru bisa menghabiskan 11 anggur besi, ia memakan waktu lama hanya untuk mengistirahatkan rahangnya yang sakit, terlebih lagi rahangnya semakin berat dan sangat sulit baginya untuk menguyah.
"Sialan, sekarang hampir larut malam. Jika terus begini, aku tidak dapat menghabiskan anggur besi ini..." Xiao Chen berkata dengan perasaan kesal. Ia adalah mantan Heavenly Emperor dan harga dirinya cukup terluka karena tidak bisa menghabiskan 15 anggur besi dalam setengah hari.
Jika saja Xiao Chen berada dalam kondisi primanya, memakan semua anggur besi ini bukanlah perkara yang sulit.
Note: Maksudnya kondisi Xiao Chen di kehidupan sebelumnya.
Sesaat setelah Xiao Chen mengatakan itu, tiba-tiba saja Yong Shu muncul dihadapannya.
"Ah, Guru..." Xiao Chen bangkit berdiri lalu menangkupkan tangannya.
Yong Shu mengangguk lalu melirik ke arah keranjang di atas batu, "Beristirahatlah... Besok akan menjadi hari yang melelahkan."
"T-tapi Guru, sumberdaya yang anda berikan belum sepenuhnya habis."
"Tak apa, kau hanya perlu melanjutkannya besok... Yang penting sekarang kau harus beristirahat."
Xiao Chen mengangguk paham, "Baiklah kalau begitu, kita akan tidur dimana Guru?"
Yong Shu berbalik, "Ayo ikuti aku..."
"Iya." Xiao Chen menyimpan keranjang di dekatnya lalu mengikuti Gurunya dari belakang, dan disaat yang bersamaan ia mengeluarkan topeng hitam dari balik jubahnya.
Ketika Xiao Chen ingin mengenakan topengnya, Yong Shu lebih dulu berbicara, "Selama kau bersamaku, jangan pernah memakai topengmu itu. Gunakanlah pada saat kita berpisah nanti..."
Ucapan yang dilontarkan Yong Shu membuat Xiao Chen membatalkan niatnya, ia menyimpan topeng hitam tersebut ke dalam cincin penyimpanannya.
Bersambung.....
LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> GIFT >> COMMENT.