
"Bisnis?" Ji Yong mengangkat satu alisnya.
"Ya..." Xiao Chen memunculkan sebuah apel berwarna biru cerah di tangan kanannya, "Nama dari buah ini adalah, Apel Air. Mempunyai banyak manfaat yang terkandung di dalamnya dan salah satunya adalah mempercepat penyerapan Energi Spiritual."
Yong Shu yang melihat itu langsung tersedak napasnya sendiri, ia tak menyangka kalau muridnya itu akan melakukan bisnis dari sumberdaya yang diberikan olehnya.
Sedangkan Ji Yong sedikit mengerutkan alisnya, "Sepertinya buah itu sumberdaya jenjang tinggi. Tapi, aku tidak pernah sekalipun mendengar buah semacam itu..."
Xiao Chen terkekeh pelan mendengarnya, "Tentu saja. Buah ini sangatlah langka, aku mendapatkannya dari seorang Heavenly Emperor akhir!"
Ji Yong melebarkan matanya ketika mendengar itu, "Heavenly Emperor katamu?"
Xiao Chen menganggukkan kepalanya dengan percaya diri.
"Hm... Raut wajahnya sama sekali tidak menunjukkan kebohongan." Ji Yong membatin sambil memegang dagunya, "Kalau dia mempunyai koneksi dengan Heavenly Emperor akhir, membangun hubungan dengannya bukanlah suatu hal yang buruk."
"Baiklah. Aku akan mengabarkan ini kepada Patriark, semua keputusan ada di tangannya..." Ucap Ji Yong lalu menimpali, "Kalian berdua tunggulah di sini sampai aku kembali..."
Xiao Chen menganggukkan kepalanya, dan Ji Yong langsung keluar dari ruangan tersebut.
"Ck, ck, ck. Dasar bocah pintar." Yong Shu menggelengkan kepalanya sambil berdecak pelan.
Awalnya Yong Shu tidak mengetahui rencana apa yang nantinya akan dilakukan oleh Xiao Chen untuk membangun koneksi dengan sekte Serigala Emas, tetapi begitu melihatnya mengeluarkan Apel Air membuatnya langsung mengetahui rencana dari muridnya itu.
"Hehehe... Kalau Guru tidak memberikan sumberdaya ini, mungkin aku harus memasuki sekte Serigala Emas agar bisa berpatisipasi dalam turnamen itu. Jadi, terima kasih..." Xiao Chen menundukkan sedikit badannya.
Yong Shu tersenyum lalu memegang kepala Xiao Chen dengan tangan kanannya, "Berterima kasihlah dengan cara menjadi kuat. Aku tidak bisa menjagamu terus menerus..."
Xiao Chen menegakkan kembali badannya, "Tentu saja, Guru! Sampai saat itu tiba, kau dapat pensiun!"
"Hahahaha... Baiklah, aku akan menunggunya..." Yong Shu tertawa pelan sambil mengacak-acak rambut muridnya itu.
Beberapa menit kemudian. Pintu ruang tunggu terbuka dan menampilkan seorang pria tua berusia 50 tahun-an dengan jubah polos berwarna kuning gelap, dibelakangnya terdapat Ji Yong yang sedang berdiri tegap.
"Hoo..." Pria tua itu mengangkat sedikit sudut bibirnya, lalu berjalan masuk ke dalam.
"Salam kenal, Patriark. Namaku Xiao Chen dan di sebelahku ini adalah Guruku, Yong Shu." Xiao Chen menangkupkan tinjunya sebagai tanda menghormati, begitu juga dengan Yong Shu.
"Hohoho... Salam kenal, anak muda. Namaku Ji Shang Hu, aku adalah Patriark dari sekte Serigala Emas." Ji Shang Hu juga memperkenalkan diri, "Jadi kalian kemari ingin berbisnis, bukan?"
"Ya, Patriark." Jawab Xiao Chen cepat.
Ji Shang Hu tersenyum, lalu melirik Apel Air yang dipegang oleh Xiao Chen, "Boleh aku mencobanya?"
Xiao Chen tersenyum tipis, "Boleh saja, asal Patriark dapat menyanggupi syarat yang saya berikan..."
"Katakan..."
"Patriark cukup mendaftarkan diri saya dalam turnamen yang nanti akan diadakan oleh sekte Delapan Api. Bukan atas nama kalian, tetapi dengan namaku sendiri..." Ucap Xiao Chen memberitahu.
Ji Shang Hu sedikit mengangkat alisnya ketika mendengar persyaratan dari Xiao Chen, "Seharusnya kau bisa melakukannya sendiri, kenapa kau meminta bantuan kami?" Tanya Ji Yong menyelidik.
Xiao Chen tersenyum, "Ya, seharusnya saya bisa melakukannya sendiri asalkan semua persyaratan dapat dipenuhi, tetapi sayangnya umur saya belum cukup untuk menjadi peserta dari turnamen itu." Jawab Xiao Chen dan dengan segera menimpali, "Sekarang umur saya baru menginjak 14 tahun, sedangkan turnamen akan dimulai pada saat umur saya berada di 16 tahun. Seharusnya Patriark sudah paham maksud saya, bukan?"
Ji Shang Hu mengelus dagunya dan terdiam selama beberapa saat.
"Berapa banyak Apel Air yang bisa kau berikan pada kami?"
"Tiga, saya akan memberikan tiga Apel Air. Tentu saja itu tidak termasuk dengan Apel Air yang nantinya akan dicoba oleh Patriark."
"Jika hanya itu yang harus kulakukan, kurasa sedikit berlebihan bagiku untuk menerima empat buah jenjang tinggi." Ji Shang Hu membatin, "Jangan bilang, tujuan bocah ini juga ingin menjalin hubungan panjang dengan sekte Serigala Emas? Hm, menarik..."
"Sebelum aku memutuskannya. Tolong perlihatkan basis kultivasimu, Xiao Chen." Pinta Ji Shang Hu dengan suara tenang.
Sejak awal Ji Shang Hu melihat Xiao Chen, ia sama sekali tidak bisa merasakan aura kultivasi darinya. Dan ada dua kemungkinan jika itu terjadi, antara lain: basis kultivasi Xiao Chen lebih tinggi dari Ji Shang Hu, atau Xiao Chen bukanlah seorang kultivator melainkan manusia biasa.
Xiao Chen terdiam sejenak sebelum membatalkan teknik Aura None-nya.
Whoosh.
Aura Nascent Soul bintang sembilan merembes keluar dari tubuh Xiao Chen.
Ji Shang Hu melebarkan matanya ketika melihat itu, sedangkan Ji Yong tidak bisa menyembunyikan raut wajahnya yang begitu terkejut.
Mustahil bagi mereka untuk tidak terkejut setelah melihat basis kultivasi Xiao Chen. Seorang bocah berusia 14 tahun sudah mencapai ranah Nascent Soul akhir, tentu saja hal itu tidak pernah ada dalam sejarah dunia ini.
Bahkan jika dilihat lebih seksama, Xiao Chen sebentar lagi akan menembus ranah Saint.
Xiao Chen sendiri kembali menggunakan teknik Aura None-nya setelah beberapa puluh detik berlalu.
Suasana menjadi hening selama beberapa saat, sebelum Xiao Chen memecahkan keheningan tersebut dengan suara.
"Apa ada lagi, Patriark?"
Ji Shang Hu tersentak, lalu berjalan mendekati Xiao Chen, "Boleh aku cek umur tulangmu?"
Xiao Chen tersenyum tipis dan menganggukkan kepalanya pelan, "Ya, anda dapat melakukannya..."
Tanpa banyak bicara lagi Ji Shang Hu memegang lengan kiri Xiao Chen, matanya terpejam selama beberapa saat dan kemudian kembali terbuka, "Benar. Kau baru menginjak umur 14 tahun..." Ucap Ji Shang Hu dan kata-katanya mengandung rasa takjub yang teramat dalam.
"Baiklah... Aku setuju dengan bisnis ini, Xiao Chen." Ji Shang Hu tidak mau banyak berpikir lagi, sekte Serigala Emas bisa saja kembali ke masa jayanya jika berhubungan baik dengan Xiao Chen.
Xiao Chen tersenyum puas, lalu mengeluarkan tiga Apel Air lainnya, "Kalian dapat mengambilnya..."
Ji Yong yang melihat itu dengan segera menghampiri Xiao Chen dan mengambil keempat Apel Air itu.
"Apa Patriark ingin mencoba efek dari buah itu?" Tanya Xiao Chen penasaran.
Ji Shang Hu menggelengkan kepala, "Tidak perlu, aku sudah percaya padamu..."
Xiao Chen mengangguk paham dan tidak bertanya lebih jauh lagi, "Kalau begitu, saya dan guru pamit pergi dari sini." Ucap Xiao Chen sambil menangkupkan tinjunya.
"Eh? Langsung pergi?" Ji Yong bertanya memastikan, "Apakah kalian berdua tidak mau menetap dulu di sini selama beberapa hari?
Xiao Chen menggelengkan kepalanya pelan, "Maaf, Penatua. Tapi saat ini, saya harus melakukan latihan tertutup..."
"Ah, baiklah. Biar aku antar..."
"Terima kasih, Penatua..."
Mereka bertiga berjalan pergi menuju pintu keluar, Ji Shang Hu yang mengetahui itu langsung menghentikan mereka untuk memberikan sesuatu.
"Tunggu dulu, Xiao Chen."
Ji Shang Hu mengeluarkan sebuah batu giok berwarna hijau yang seukuran kepalan tangan, "Ini adalah tanda pengenal khusus dari sekte Serigala Emas." Ucap Ji Shang Hu sambil mengulurkan tangan kanannya.
Xiao Chen sedikit terkejut, "Apa tak apa jika aku menerima benda berharga ini, Patriark?"
"Tentu saja tidak apa! Dengan tanda pengenal ini, aku yakin kamu bisa terhindar dari beberapa masalah..." Jawab Ji Shang Hu cepat.
"Baiklah, Patriark. Aku menerimanya..." Jawab Xiao Chen sambil tersenyum.
Xiao Chen mengambil giok hijau tersebut dan berterima kasih, lalu izin pamit dari sana sekali lagi.
Bersambung.....
LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> GIFT >> COMMENT.