
Qiao Yu menghentikan ceritanya karena merasa itu sudah lebih dari cukup.
Xiao Chen sendiri terdiam, raut wajahnya menunjukkan kesedihan. Meskipun mereka bertemu belum lama ini, tetapi tetap saja Xiao Chen merasa sedih.
"Sekali lagi, aku turut berduka..." Xiao Chen tidak bisa mengatakan apa-apa selain itu.
Qiao Yu mengangguk, "Aku... Juga minta maaf. Seharusnya aku tidak boleh menyalahkanmu atas kematian adikku..."
"Tidak apa... Aku paham dengan perasaanmu." Xiao Chen memaafkan.
Percakapan berakhir, keheningan terjadi cukup lama hingga akhirnya Xiao Chen kembali berbicara.
"Jadi, apa yang akan kau lakukan selanjutnya?"
Qiao Yu terdiam sejenak sebelum menjawab, "Aku akan kembali ke Klan Qiao di Benua Timur..."
Xiao Chen mengangguk paham, "Berarti kita akan berpisah... Kau tak apa?"
Qiao Yu mengangguk, tujuannya ke Benua Tengah sebenarnya untuk mengikuti turnamen yang diadakan sekte Delapan Api, tetapi mengingat adiknya sudah tiada, tujuannya ke situ sudah tidak berarti lagi.
Xiao Chen menghela napas panjang, ia yakin kalau gadis cantik disebelahnya masih terguncang atas kematian adiknya.
"Aku akan berkultivasi, kau tidurlah..."
Xiao Chen berdiri dan kemudian berjalan ke dinding kamar, ia melakukan posisi lotus lalu mulai berkultivasi menggunakan Pernapasan Naga.
Qiao Yu tidak mengatakan apa-apa ketika melihat itu, ia berbaring di ranjang lalu memejamkan matanya perlahan.
***
Keesokan Harinya.
"Hei! Kau tak apa?"
Qiao Yu membuka matanya tiba-tiba, ia bangun dengan napas yang memburu.
Xiao Chen membangunkan Qiao Yu karena dia melihat wanita cantik itu tertidur dengan napas yang tergesa-gesa, keringat juga membasahi seluruh tubuhnya seperti sudah berlarian sepanjang hari.
Qiao Yu mengedarkan pandangannya, ia menghela napas panjang lalu menatap ke Xiao Chen, "Terima kasih telah membangunkanku... Aku baru saja bermimpi buruk..."
Qiao Yu bangkit berdiri, "Senior, aku akan mandi dulu sebelum keluar dari penginapan. Tidak apa, kan?"
"Ah, tentu..." Xiao Chen mengangguk.
Qiao Yu tersenyum tipis, lalu berjalan ke kamar mandi yang ada di dalam ruangan itu.
Xiao Chen sendiri merasa kalau kondisi Qiao Yu memburuk, ia sebenarnya ingin mengantarnya pulang tetapi waktu yang dimilikinya terbatas.
Jika Xiao Chen pergi ke Benua Timur, lalu kembali lagi ke Benua Tengah mungkin akan memakan waktu berbulan-bulan. Belum lagi dirinya tidak tau, apakah ia bisa membangun koneksi dengan sekte Serigala Emas atau tidak.
Xiao Chen juga bisa sampai ke Benua Tengah dalam waktu dekat karena lokasi sekte Awan Putih berada di dekat perbatasan antara kedua benua.
"Haah... Daripada memusingkan hal itu, lebih baik aku keluar dari kamar ini." Xiao Chen berjalan menuju pintu keluar.
***
Ketika di luar kamar, Xiao Chen langsung bersender di dinding sebelah pintu.
Dua batang dupa berlalu. Qiao Yu keluar dari pintu kamar dengan raut wajahnya yang terlihat cerah, "Senior, maaf karena kamu telah lama menunggu..."
Xiao Chen tersenyum tipis, "Tidak apa. Kau lapar, bukan? Ayo kita cari tempat makan, biar aku yang traktir."
Xiao Chen langsung meraih tangan kanan Qiao Yu dan membawanya turun ke lantai dasar penginapan.
Qiao Yu sendiri tidak mengatakan apa-apa, raut wajahnya sedikit memerah karena tangannya disentuh oleh pria yang disukainya.
Xiao Chen ke meja resepsionis yang dijaga oleh seorang kakek tua lalu memberikan kunci kamar, setelah itu dirinya berjalan ke luar penginapan bersama Qiao Yu.
Pria dan wanita itu menjadi pusat perhatian beberapa orang di sekitar sana, wajah masing-masing dari keduanya sangatlah menawan dan membuat anak-anak muda sepantaran mereka berdua merasa takjub sekaligus iri.
Beberapa menit kemudian, Xiao Chen dan Qiao Yu sampai di sebuah tempat makan dengan dua lantai. Lantai dasar tidak terlalu penuh, jadi mereka berdua dapat makan di sana.
Xiao Chen dan Qiao Yu memesan makanan, mereka berdua makan secukupnya lalu langsung keluar dari sana setelah selesai menyantap.
Di luar tempat makan. Xiao Chen dan Qiao Yu berhadap-hadapan, "Kita akan berpisah disini..."
Qiao Yu mengangguk, "Ya. Jaga dirimu baik-baik, senior..." Ucapnya sambil tersenyum lalu melanjuti, "Jika ada kesempatan, kau boleh mampir ke tempatku berada..."
Xiao Chen tertawa pelan, "Tentu saja. Kalau begitu, aku pergi. Jaga dirimu baik-baik..."
Qiao Yu mengangguk, sedangkan Xiao Chen langsung berbalik dan berjalan pergi dari sana.
Qiao Yu melihat kepergian Xiao Chen, dan ketika keberadaan pria itu sudah tidak terlihat dalam jarak pandangnya, ia juga langsung pergi.
Di sisi lain, Xiao Chen keluar dari desa dan melesat di antara pepohonan, ia sudah mengenakan topeng hitamnya setelah keluar dari Desa itu.
"Kurang dari satu setengah tahun lagi, pendaftaran turnamen Delapan Api dibuka." Xiao Chen membatin, "Lalu setelah itu selesai, apa yang harus kulakukan? Berpetualang tanpa arah atau melakukan latihan tertutup?"
Saat ini banyak pertanyaan yang ada di kepala Xiao Chen, ia memikirkan semua itu karena memang sudah menjadi kebiasaannya.
Ketika bergerak di antara pepohonan dengan cepat, tiba-tiba saja muncul seorang kakek tua berjubah putih dengan topi caping di atas kepalanya.
Xiao Chen berhenti di atas batang pohon yang cukup besar, alisnya mengerut karena merasakan hawa keberadaan yang familiar.
"Bocah. Orang itu sangat kuat, berhati-hatilah untuk tidak menyinggungnya..." Suara Yue Ying tiba-tiba saja muncul di kepala Xiao Chen.
"Baik, Guru..." Xiao Chen mengangguk pelan, lalu bertanya, "Maaf, senior. Apa ada keperluan dengan saya?"
"Chen'er... Kau melupakan Gurumu yang tampan ini?" Yong Shu membuka topi capingnya dengan tangan kiri, sudut bibirnya sedikit terangkat.
Xiao Chen sendiri sedikit melebarkan mata sebelum menghela napas panjang, "Pak tua, apa yang kau rencanakan?"
"Tidak ada. Dan, maafkan aku..." Yong Shu membungkukkan sedikit badannya, "Ada beberapa masalah yang menimpaku, jadi aku terpaksa meninggalkanmu..."
Xiao Chen menggeleng pelan, "Tidak ada yang harus kita bicarakan lagi, pak tua. Hubungan kita sebagai Guru dan Murid sudah putus..."
"Chen'er, setidaknya dengarkan ceritaku dulu..." Yong Shu berusaha membujuk, ia tidak ingin kehilangan penerusnya yang berbakat.
Xiao Chen terdiam sejenak dan sekali lagi menghela napas panjang, "Baiklah. Aku akan mendengarkannya..."
Yong Shu tersenyum tipis, ia langsung menceritakan kejadian sebelum meninggalkan Xiao Chen.
Malam itu, Jang Hu tiba-tiba saja muncul setelah Yong Shu keluar dari Gua yang menjadi tempat istirahatnya Xiao Chen.
Jang Hu mengabarkan kalau ada beberapa masalah besar di Dunia Lowsun, dan Yong Shu diharuskan untuk segera kembali ke sana secepat mungkin.
Tanpa meninggalkan surat atau apapun itu, Yong Shu terpaksa pergi meninggalkan Xiao Chen.
Yong Shu lalu kembali setelah semua masalah pribadinya di Dunia Lowsun selesai, namun dirinya sama sekali tidak menemukan keberadaan Xiao Chen di Gunung.
Yong Shu mencari keberadaan Xiao Chen dimana-mana dan akhirnya menemukannya sedang bertengkar dengan seorang wanita cantik di Lembah Abadi.
Yong Shu merasa lega melihat muridnya dalam keadaan baik-baik saja, bahkan Xiao Chen terlihat lebih kuat dari terakhir kali mereka berdua bertemu.
Mulai saat itu, Yong Shu mengikuti Xiao Chen diam-diam sampai muridnya itu berpisah dengan Qiao Yu dan keluar dari Desa tersebut.
Bersambung.....
LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> GIFT >> COMMENT.
Heavenly Fox Crossbow: