Legenda Raja Kultivator

Legenda Raja Kultivator
Chapter. 042: Penjara Sepuluh Dewa Agung V


Setelah sekian lama melesat, Xiao Chen dan teman-temannya akhirnya keluar dari Hutan yang luas itu. Mereka saat ini berada di Padang Rumput yang dipenuhi dengan ilalang setinggi satu meter.


"Ada grup lain disekitar sini, berhati-hatilah..." Ucap Xiao Chen dengan suara yang sedikit keras.


"Baik~!"


***


Tempat yang tidak diketahui, Ruangan gelap.


"Waktunya sudah tiba... Kita akan mencari pewaris Sepuluh Dewa Agung selanjutnya. Kali ini, ada banyak manusia yang mempunyai bakat tinggi..."


"Tapi, apakah kau yakin kalau 'Mereka' akan datang kali ini? Para penerus generasi sebelumnya sudah menunggu sangat lama sampai kematian datang menjemput, namun 'Mereka' sama sekali tidak muncul ke Dunia."


"Aku juga penasaran. Apakah ramalan itu hanya kebohongan belaka?"


"Peramal itu tidak tau kapan waktu kejadian terjadi, dan kita adalah Roh Senjata yang ditugaskan Sepuluh Dewa Agung untuk melatih penerus selanjutnya. Tugas tetaplah tugas, mau kita menunggu sampai satu juta tahun sekalipun, kita harus melaksanakannya..."


Percakapan tersebut berakhir sampai di sana.


***


Saat ini, Xiao Chen dan anggota grupnya sedang beristirahat di ujung sungai dekat air terjun. Sudah tiga puluh menit mereka beristirahat dan tidak ada sesuatu yang terjadi.


"Ngomong-ngomong, apakah kalian mendengar rumor tentang Senjata Kuno?" Tanya Lu Ren dengan raut wajah serius.


"Aku pernah mendengarnya..." Jawab Qiao Jifeng dan diangguki oleh yang lainnya.


"Kalau begitu, apa kalian percaya dengan rumornya?"


"Setelah memasuki tempat ini, aku percaya kalau rumor itu benar..." Kali ini Du Yang He menjawab.


"Alasannya?"


"Tidak ada alasan khusus, aku hanya sekadar percaya saja..."


"Kalau aku sih tidak percaya. Jika memang rumor itu benar, maka pihak Kekaisaran akan memonopolinya..." Qiao Yu menjawab lalu menimpali, "Kalian pikir Kekaisaran Fang bodoh, mana mungkin pihak mereka mau mempersilahkan orang-orang dari berbagai kalangan masuk ke tempat yang dimana isinya terdapat puluhan senjata Tingkat Kuno."


"Tapi kak, Kaisar Fang kan terkenal dengan sifat baiknya..."


"Kita hanya melihat luarnya saja, dik. Memangnya kau tau sifat asli miliknya?" Qiao Yu menghela nafas, "Di Dunia kita ini ada banyak sekali manusia bermuka dua, mereka memang terlihat baik di depan orang lain tetapi jika dibelakang? Bisa saja dia mempunyai sifat yang sangat buruk..."


Xiao Chen diam-diam mengangguk setuju, tidak hanya di Dunia ini saja tetapi di Dunianya dulu juga banyak sampah yang bermuka dua. Sedangkan Qiao Jifeng mengangguk paham, meskipun begitu ia tetap percaya kalau Kaisar Fang Lin mempunyai sifat yang baik.


Setelah itu, percakapan berakhir sampai di sana. Xiao Chen kemudian meminta mereka untuk bersiap-siap setelah keheningan selama beberapa waktu.


Ketika mereka sudah ingin berangkat, tiba-tiba saja terdengar suara semak-semak di dekat mereka.


Xiao Chen tanpa banyak bicara langsung mengeluarkan dua pedangnya, lalu menyebarkan Kesadaran Spiritual. Alisnya kemudian mengerut dan ia kembali menyarungkan kedua pedangnya.


"Hnghh..."


Seekor serigala kecil berwarna hitam pekat keluar dari semak-semak dalam kondisi terluka parah. Melihat itu, Du Yang He mengeluarkan pedangnya dan berniat untuk membunuh anak serigala itu, tetapi Xiao Chen lebih dulu menghentikannya.


Xiao Chen mendekati anak serigala tersebut dan kemudian menggendongnya dengan kedua tangan.


"Apa yang ingin kau lakukan, teman Xiao?"


Xiao Chen terdiam sejenak sebelum menjawab, "Mungkin aku akan menjadikannya sebagai Beastku."


"Wah... Benarkah?! Tapi bukankah ini hanya serigala biasa, senior?" Qiao Jifeng bertanya karena biasanya kultivator akan mencari Hewan Buas yang mempunyai potensi tinggi.


Xiao Chen mengangguk, "Meskipun serigala biasa, nantinya dia pasti akan berguna. Tetapi sebelum itu, aku harus mencari tau dulu apakah dia masih memiliki keluarga atau tidak." Ucapnya lalu menatap teman-temannya, "Kalian ingin menemaniku atau melanjuti perjalanan?"


"Aku ikut!" Qiao bersaudara memilih untuk ikut.


"Aku juga..." Lu Ren ikut dan Du Yang He juga sama.


Xiao Chen sekali lagi mengangguk dan sebelum mereka mencari keluarga dari serigala hitam tersebut, ia memilih untuk menyembuhkannya terlebih dahulu.


Serigala hitam itu yang mengetahui kalau dirinya sedang diangkat oleh Manusia tidak bisa berbuat apa-apa, tenaganya sudah tidak ada dan kesadarannya pun mulai menghilang.


Ketika Serigala Hitam itu diletakkan kembali ke tanah, dia pingsan karena sudah kehabisan banyak darah.


"Sepertinya dia kehilangan kesadaran..." Lu Ren berkata dan menyentuh serigala itu dengan satu jarinya.


"Hentikan itu, pendarahannya nanti akan semakin parah." Larang Xiao Chen lalu mengeluarkan sebuah pil putih.


Xiao Chen memejamkan matanya dan kobaran api muncul di tangan satunya lagi, ia kemudian melayangkan pil putih itu lalu meleburkannya menjadi bubuk.


Biasanya, khasiat dari pil akan menurun drastis jika dileburkan menjadi bubuk dengan api, tetapi berbeda dengan Xiao Chen yang bisa meleburkan pil tanpa mengurangi khasiatnya sedikitpun.


"Apa yang sedang kau lakukan, senior? Bukankah khasiat dari pil akan mengurang jika kau meleburkannya dengan Api?" Tanya Du Yang He bingung.


Xiao Chen tersenyum tipis, "Aku mempunyai cara agar khasiatnya tidak mengurang, dan aku juga sengaja meleburkannya dengan api karena akan mempercepat penyerapan khasiatnya..."


Du Yang He mengelus dagunya, ia baru tau informasi semacam ini dari Xiao Chen, "Kalau memang itu benar adanya, pengetahuan yang dimilikinya benar-benar luas. Tidak hanya itu saja, tetapi keterampilannya juga..." Batin Du Yang He dan diam-diam merasa sedikit iri.


Selesai meleburkan pil putih itu menjadi bubuk, tanpa banyak bicara Xiao Chen langsung mengarahkan bubuk yang melayang di udara itu ke mulut serigala hitam.


Perlahan luka luar yang ada di tubuh serigala hitam mengecil, dan kemudian menghilang tanpa meninggalkan bekas sedikitpun.


"Senior Xiao, bukankah pil semacam itu mahal? Kenapa kau tidak menjahit lukanya saja?"


"Hee... Memang semahal apa?" Tanya Lu Ren penasaran.


Du Yang He mengelus dagu selayaknya orang berpikir lalu menjawab, "Mungkin sekitar 30 koin emas untuk satu pilnya."


"Apa! Benarkah semahal itu, senior Xiao?" Qiao Jifeng bertanya karena sewaktu di Gua, dia diberikan pil itu secara cuma-cuma.


Qiao Yu sedikit mengangkat alisnya ketika melihat reaksi adiknya itu, tetapi ia tidak mengatakan apa-apa dan memilih untuk mendengar percakapannya lebih jauh.


Xiao Chen sendiri menggaruk topengnya di bagian pipi, ia tidak mengetahuinya karena pil putih itu dirinya dapatkan dari lemari meja yang ada di kediamannya di sekte Awan Putih.


Ketika ingin mengatakan sesuatu, sekelompok Harimau muncul dan mengepung mereka dari berbagai arah.


"Sial!" Xiao Chen yang tadinya jongkok langsung berdiri dan mengeluarkan kedua pedangnya yang tersimpan dibalik punggung, "Aku lengah..."


"Harimau Gigi Darah!" Qiao Jifeng berkata dengan suara lantang.


Xiao Chen mengerutkan alisnya, "Harimau Gigi Darah? Aku tidak pernah mendengarnya..."


"Tentu saja! Karena aku mengetahuinya dari buku tua yang ada di perpustakaan Klan-ku!" Qiao Jifeng menjadi panik, "Menurut buku tua itu, giginya mengandung racun yang dapat melumpuhkan Dantian! Walaupun tergores kecil, racunnya masih dapat bekerja dengan baik!"


Meskipun Qiao Jifeng tidak mengetahui pasti kebenarannya, tetapi tetap saja ia merasa takut sekaligus panik karena hewan buas itu mempunyai basis kultivasi lebih tinggi darinya.


Bersambung.....


LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> GIFT >> COMMENT.