Legenda Raja Kultivator

Legenda Raja Kultivator
Chapter. 029: Anggota Grup Sementara


Beberapa meter di depan Menara 100 Lantai, terdapat puluhan kultivator yang mengenakan perlengkapan ksatria, mereka adalah orang-orang yang bertanggung jawab atas masuk atau tidaknya Ketua dari sebuah grup.


Para kultivator muda dari berbagai kalangan tersebut langsung mengerumuni kumpulan ksatria itu layaknya semut. Mereka tidak ingin terlambat sebelum kapasitas dari Menara 100 Lantai penuh, sebab hanya 2.500 orang saja yang dapat memasuki tempat itu.


"Berhenti berdesak-desakan!" Salah satu ksatria mengeluarkan aura Saint dan membuat para kultivator muda itu termundur beberapa langkah ke belakang, "Waktu masih banyak! Kalian harus berbaris rapi bersama grup kalian, setidaknya buat barisan yang sama dengan jumlah kami sekarang!"


Sesaat setelah berteriak lantang, ksatria itu menarik kembali aura Saintnya. Tentu saja, para kultivator muda yang ada di sana langsung membuat barisan sesuai dengan apa yang dikatakan ksatria itu, beberapa dari mereka ada yang berdebat karena ingin mendapatkan barisan paling depan, namun perdebatan mereka tidak berlangsung lama ketika sebuah peringatan yang berupa serangan kecil mengenai mereka.


Di sisi lain, Xiao Chen yang ada di antara kerumunan kultivator muda terdiam selama beberapa saat. Ia kemudian membatalkan teknik Aura Nonenya, lalu mengeluarkan aura Nascent Soul bintang 5.


Tentu apa yang dilakukan oleh Xiao Chen menarik perhatian ratusan orang disekitarnya, termasuk kedua pengawas yang berdiri di atas tebing batu.


"Hahaha... Maafkan aku karena mengejutkan kalian." Xiao Chen tertawa hambar sembari menggarukkan kepalanya yang tidak gatal, "Aku adalah seorang kultivator pengembara dan tidak memasuki grup manapun. Jadi, jika ada seseorang yang sama seperti diriku, mari kita bekerja sama untuk membuat grup sementara."


Suasana sekitar menjadi hening ketika pria bertopeng dengan jubah merah gelap itu menyelesaikan kata-katanya. Beberapa saat kemudian, beberapa kultivator muda datang kepadanya.


"Permisi teman. Bisakah aku ikut ke dalam grupmu?" Tanya seorang pria berjubah putih lusuh, tubuhnya kekar dan berusia sekitar 20 tahun-an.


Xiao Chen mengangguk, "Tentu saja boleh." Jawabnya cepat. Ia tidak memiliki banyak waktu untuk memilih anggota grupnya, lagipula pada saat di Penjara Sepuluh Dewa Agung nanti dirinya akan meninggalkan mereka.


Jawaban dari Xiao Chen tentu membuat orang itu senang, "Terima kasih, teman. Namaku adalah Lu Ren, salam kenal." Lu Ren menangkupkan tangannya.


Xiao Chen ikut menangkupkan tangannya, "Namaku adalah Xiao Chen, salam kenali balik."


Setelah perkenalkan singkat tersebut, Xiao Chen kedatangan beberapa kultivator muda lainnya. Mereka sangat tertarik untuk bergabung ke dalam grup Xiao Chen, melihat basis kultivasinya berada di Nascent Soul.


Fu Chen yang berdiri di atas tebing ikut tertarik melihat keberadaan Xiao Chen, "Anak muda yang jenius, apakah dia benar-benar seorang pengembara?" Gumamnya bertanya.


Meng Yu yang mendengar itu langsung menggelengkan kepalanya, "Tidak mungkin di umur semuda itu dia dapat mencapai ranah Nascent Soul tanpa adanya bantuan sumberdaya jenjang tinggi, aku yakin dia mempunyai latar belakang yang hebat." Jawabnya cepat.


"Begitukah? Haah... Padahal aku tertarik untuk membawanya." Balas Fu Chen sambil menghela nafas panjang.


Meng Yu tidak mengatakan apa-apa dan terus menatap kultivator berjubah merah gelap itu.


Satu batang dupa berlalu. Xiao Chen akhirnya berhasil mendapatkan empat orang yang dapat dijadikan anggota grupnya, tanpa banyak basa-basi ia langsung mengajak mereka pergi ke lokasi Menara 100 Lantai yang letaknya beberapa kilometer dari sini.


Setelah sampai, Xiao Chen dan grup barunya berbaris di barisan ketiga. Beberapa dari mereka termasuk Xiao Chen mengobrol satu sama lain sembari menunggu waktu giliran mereka.


"Senior Xiao, aku penasaran. Memang ini terdengar sedikit lancang karena kita bertemu belum lama ini, tetapi apakah kau memang benar seorang kultivator pengembara?" Tanya Du Yang He penasaran.


Xiao Chen mengangguk, "Aku benar-benar kultivator pengembara dan tidak memiliki latar belakang yang besar." Jawabnya dengan suara tenang.


Du Yang He berdecak kagum mendengarnya, jika memang benar Xiao Chen tidak mempunyai latar belakang yang hebat maka dia adalah jenius yang mustahil ditemukan di sejarah manapun.


"Teman Xiao. Sekarang kamu umur berapa? Kau memang terlihat seperti sepantaran aku, tetapi rasanya kau sedikit lebih muda." Kali ini Lu Ren yang bertanya.


Xiao Chen terdiam sejenak sebelum menjawab, "Tahun ini aku berumur 18 tahun..."


Xiao Chen tertawa pelan mendengarnya, ia kemudian menoleh ke arah dua orang anggota grupnya yang sedari tadi diam.


Mereka berdua laki-laki dan perempuan, keduanya saling berpegang tangan dengan erat, "Siapa nama kalian? Tadi kita belum sempat berkenalan." Tanya Xiao Chen penasaran.


"E-em... Namaku adalah Qiao Yu dan ini adalah adik laki-lakiku, Qiao Jifeng." Ucapnya sembari menangkupkan tangan.


Qiao Yu mempunyai wajah yang cantik dengan kulit seputih salju, rambut dan pupil matanya berwarna merah muda serta memiliki tinggi badan sekitar 160 cm.


Jika saja Xiao Chen tidak memiliki wanita yang dicintainya, mungkin ia akan terpikat dengan kecantikan Qiao Yu.


"Aku Xiao Chen, salam kenal." Xiao Chen menangkupkan tangannya, "Omong-omong kalian berasal darimana?"


Kakak beradik itu terdiam ketika Xiao Chen melontarkan pertanyaan tersebut, "Ah, kalian tidak perlu menjawabnya jika tidak ingin." Xiao Chen dengan buru-buru berkata.


"Tidak apa, kami berasal dari Benua Timur." Jawab Qiao Yu dengan suara lembut.


Xiao Chen mengangguk dan tidak bertanya lebih jauh lagi. Di sisi lain, Du Yang He yang melihat wajah Qiao Yu dengan seksama langsung terkejut, "Kamu! Bukankah kamu anak dari ketua Klan Qiao?!" Tanyanya memastikan.


Qiao Yu melebarkan matanya begitu juga Qiao Jifeng, ketika perempuan berambut merah muda itu ingin mengatakan sesuatu, tiba-tiba saja seseorang datang mendekati mereka.


"Oi, cewek berambut merah muda. Ikuti aku, bosku ingin berbicara denganmu." Ucap pria berjubah biru sembari menunjuk ke arah Qiao Yu.


"Huh? Teman, bukankah lebih sopan jika bosmu itu yang datang kemari." Lu Ren berkata dengan nada sedikit tidak senang.


"Aku tidak berbicara denganmu, anjing." Balasnya dengan tatapan tajam.


Mata Lu Ren berkedut ketika mendengarnya, "Anjing? Hahahaha... Lihatlah dirimu, diperintah oleh orang lain, bukankah kau yang lebih layak dipanggil anjing daripada aku?" Lu Ren berkata dengan nada mengejek.


"Oh! bajingan satu ini. Berani sekali dirimu mengejekku..."


"Kenapa? Kau ingin bertarung di situasi sekarang? Lihat para pengawas di atas sana, mereka sedang mengawasi kita sekarang." Lu Ren menunjuk ke atas tebing batu.


Orang tersebut menoleh ke arah tebing dan mendapati dua pengawas yang sedang mengawasi gerak-geriknya, "Cih, kau selamat untuk sekarang. Awas saja nanti!" Balasnya kesal lalu berbalik dan pergi dari sana.


Perdebatan singkat mereka berdua menjadi pusat perhatian grup lainnya yang ada di sekitar sana, namun orang-orang kembali melanjutkan aktivitas masing-masing ketika perdebatan itu selesai.


"Woah, Lu Ren. Kau sangat hebat dalam mengatasi situasi barusan..." Du Yang He memuji sembari menepuk pundak pemuda itu, "Tetapi bukankah perdebatan yang kau lakukan mengundang balas dendam?" Raut wajah Du Yang He berubah menjadi serius.


Lu Ren mengangkat bahunya, "Aku tidak bisa membiarkan bajingan seperti mereka bertindak sesuka hati. Jika mereka datang untuk balas dendam, aku yakin bisa mengatasi mereka sendirian..."


Bersambung.....


LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> GIFT >> COMMENT.