
Xiao Chen kemudian menciptakan bola api di ujung pedang yang dipegang tangan kirinya, dan membuat jarak pandangnya semakin meluas sehingga dirinya bisa melihat area di sekitarnya dalam radius ratusan meter.
"Dimana dia?" Xiao Chen membatin dengan alis yang menyipit.
Xiao Chen tidak mendapati satu makhluk hidup pun, ia hanya menemukan beberapa patung batu manusia yang sedang memegang pedang dan juga tameng.
"Apa monster itu kabur setelah menyerangku?" Xiao Chen bertanya-tanya, lalu kembali melangkahkan kakinya ke depan.
Ketika sedang melewati patung batu yang berjejer di dinding batu, Xiao Chen sedikit melebarkan mata ketika merasakan ada serangan yang sedang mengarah ke dirinya.
Xiao Chen mengangkat pedang di tangan kanannya dan menangkis serangan tersebut, matanya semakin melebar ketika melihat patung batu manusia di sampingnya hidup.
"Jangan bilang?!" Xiao Chen kembali merasakan adanya serangan lagi, ia tanpa banyak berpikir langsung menciptakan ledakan Qi yang membuatnya terpental ke belakang.
Bam!
Brak!
Xiao Chen menabrak dinding Gua sampai retak, ia terbatuk pelan dan dengan segera bangkit berdiri.
"Hampir saja... Jika saja aku tidak membuat Ledakan Qi tepat waktu, mungkin kepalaku sudah terpenggal sejak tadi." Xiao Chen diam-diam menghela napas lega.
"Para patung batu itu hidup, bagaimana mungkin?" Xiao Chen sebenarnya cukup terkejut, namun ia tidak memiliki waktu untuk berpikir panjang ketika melihat patung-patung batu itu sedang melesat ke arahnya.
Xiao Chen mengangkat pedang di tangan kirinya ke depan, dan bola api yang melayang di ujung pedangnya perlahan membesar menjadi dua kali lipat dari sebelumnya.
Whooosh!
Bola api itu kemudian melesat dan menabrak para patung batu manusia, ledakan terjadi dan Gua kembali bergetar hebat.
Kepulan asap langsung memenuhi lorong, namun itu tidak berlangsung lama setelah Xiao Chen menggunakan elemen angin untuk menghilangkannya.
Xiao Chen tersenyum tipis melihat beberapa dari mereka hancur berkeping-keping, yang tersisa sekarang hanya ada empat patung batu.
"Ternyata lemah, ya." Xiao Chen langsung melesat maju, dan menyerang keempat patung batu itu sekaligus.
Beberapa menit kemudian, Xiao Chen berhasil menghancurkan keempat patung batu hanya dengan kekuatan fisiknya saja.
"Daya serang mereka memang kuat, tetapi pergerakannya sangat sederhana dan juga lambat. Meskipun begitu, setidaknya satu dari mereka mampu membunuh beberapa kultivator di ranah Qi Foundation menengah..." Ucap Xiao Chen pelan.
Xiao Chen kembali menciptakan bola api di ujung pedang kirinya, matanya kemudian menyapu lorong dengan seksama dan dirinya sama sekali tidak menemukan patung batu manusia lagi.
"Sepertinya sudah benar-benar habis, baguslah." Xiao Chen kembali melangkahkan kakinya.
Di perjalanan, Xiao Chen teringat dengan serangan yang pertama kali dirinya terima di lorong ini, "Hm... Bukankah aku mendapatkan serangan Qi? Tapi saat aku melawan para patung batu itu, kenapa tidak ada satupun dari mereka yang menggunakan Qi?" Xiao Chen bertanya-tanya, dan tidak lama setelah itu ia dapat melihat ujung dari lorong Gua ini.
Xiao Chen langsung mempercepat langkahnya, tapi dia masih berhati-hati karena takut ada serangan mendadak lainnya.
Setelah keluar dari ujung lorong, Xiao Chen melebarkan mata ketika melihat puluhan patung batu manusia yang berjejer seperti prajurit kerajaan. Di bagian ujung tengah mereka terdapat patung batu manusia mengenakan pakaian yang berbeda dari lainnya, di kedua tangannya dia memegang sebuah kristal biru sepanjang sepuluh sentimeter yang memancarkan derasnya Energi Spiritual.
"Jadi asal usul Energi Spiritual yang memancar dari lorong kiri berasal dari kristal biru itu..." Xiao Chen bergumam sambil memegang kedua pedangnya dengan erat.
"Menarik, rasanya aku harus mengambil kristal biru itu. Mengalahkan seratus patung batu yang tidak bisa menggunakan Qi adalah pekerjaan yang mudah bagiku!" Xiao Chen mengarahkan pedang di tangan kirinya ke depan, bola api yang sedari tadi menyala langsung melesat di udara dengan cepat.
Bam!
Ledakan terjadi, para patung batu manusia langsung aktif setelah menerima serangan dari bola api tersebut.
Xiao Chen sendiri langsung melesat dan tanpa ragu dirinya menghancurkan satu-persatu patung batu di depannya itu.
"Ck, mereka terlalu banyak..." Xiao Chen berdecak pelan, ia kemudian menciptakan serangan Lekungan Panas dan membuat beberapa patung batu terbelah menjadi dua.
Dua batang dupa berlalu. Xiao Chen menebaskan kedua pedangnya secara menyilang ke satu patung batu di depannya, dan membuat patung itu terbelah menjadi dua bagian.
"Haaah.... Haaaah...." Xiao Chen mencoba mengatur napasnya yang memburu.
Xiao Chen sedikit tak menyangka kalau dirinya akan selelah ini, ia kemudian menatap ke satu patung batu manusia yang tersisa, "Sedari awal mulainya pertarungan patung itu tidak bergerak sedikitpun, apa dia cuma patung batu biasa? Tapi apa itu mungkin? Mengingat penampilannya yang berbeda dari patung lainnya, dan juga dia adalah satu-satunya patung yang memegang Kristal Biru itu..."
Xiao Chen berpikir cukup lama dan akhirnya memutuskan untuk mendekati patung batu itu, untuk berjaga-jaga ia menciptakan Penghalang Qi di sekitarnya.
"Hm?"
Baru beberapa langkah Xiao Chen berjalan, niat membunuh merembes keluar dari patung batu manusia itu.
Xiao Chen menghentikan langkahnya, dan tidak lama setelah itu patung batu tersebut bergerak.
Patung batu itu mengangkat tangan kanannya dan muncul pedang Qi yang cukup panjang.
"Pedang Qi?" Xiao Chen sedikit mengangkat satu alisnya, ia tanpa banyak bicara lagi langsung melesat ke arah patung batu itu dan disaat yang bersamaan penghalang Qi-nya menghilang.
Trang!
Xiao Chen menyerang musuhnya dengan kedua pedang, tetapi dapat ditangkis oleh patung batu itu.
"Patung ini... Kuat." Xiao Chen membatin dengan raut wajah serius, lalu melompat mundur ke belakang.
"Pedang Api: Tarian Memutar."
Xiao Chen melompat setinggi mungkin, lalu memutarkan tubuhnya seperti tornado.
Setelah itu, Xiao Chen mengarahkan dirinya ke patung batu itu berada, api di kedua pedangnya semakin membara dan membuat suasana di sekitar menjadi cukup panas.
Bam!
Ledakan terjadi dan menghasilkan gelombang kejut yang kuat, kepulan asap memenuhi ruangan dan tak lama kemudian menghilang setelah Xiao Chen menggunakan elemen anginnya.
"Ah, sial. Badanku jadi sakit..." Xiao Chen diam-diam mengumpat, matanya kemudian menyipit dan melihat satu tangan dari patung batu itu hancur.
"Masih bisa bertahan, ya..." Xiao Chen bergumam, "Energi Spiritualku hampir habis, akan sangat beresiko jika aku terus melanjutkan ini..."
"Tapi, tidak ada pilihan lain lagi bukan? Aku perlu melewati situasi hidup dan mati untuk bisa menjadi kuat..." Xiao Chen sedikit mengangkat sudut bibirnya, dan disaat yang bersamaan kobaran api di kedua pedangnya menghilang.
"Baiklah. Mati atau tidaknya itu urusan belakangan, yang penting sekarang adalah berusaha..." Tubuh Xiao Chen langsung diselimuti dengan Elemen Petir, "Sebenarnya aku tidak mau menggunakan elemen ini, tapi sekarang aku tidak punya pilihan lain lagi."
Whooosh!
Tiba-tiba saja Xiao Chen menghilang dalam sekejap, dan kembali muncul di belakang patung batu tersebut.
Bam!
Xiao Chen langsung menendangnya dengan kaki kanan, patung batu itu terpental dan membentur dinding Gua.
Tidak sampai di sana, Xiao Chen kembali menghajarnya tanpa mendapatkan perlawanan sedikitpun, hingga akhirnya ia berhenti setelah patung tersebut hancur menjadi beberapa bagian.
Bersambung.....
LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> GIFT >> COMMENT.