Legenda Raja Kultivator

Legenda Raja Kultivator
Chapter. 063: Berendam


Empat Bulan Kemudian.


Saat ini, Xiao Chen menciptakan bola petir raksasa di ujung pedang kanannya, ia mengarahkannya ke tempat Iblis Hati yang tubuhnya sudah dipenuhi dengan darah kering.


Iblis Hati menyeringai, ia juga menciptakan bola petir dengan ukuran yang sama dan mengarahkannya ke Xiao Chen.


Duar!


Kedua bola petir itu saling bertabrakan dan menghasilkan ledakan yang luar biasa, gelombang energi terjadi meskipun begitu tidak ada satupun dari mereka berdua yang bergerak dari tempat masing-masing.


Xiao Chen sendiri kemudian menghilang dari tempatnya dalam sekejap, begitu juga dengan Iblis Hati. Mereka berdua muncul berhadap-hadapan dan mulai menyerang satu sama lain, setiap kali pedang mereka berbenturan akan menghasilkan suara yang begitu keras.


Iblis Hati sekarang sedang menggunakan seluruh kemampuannya, ia sebenarnya takjub karena Xiao Chen sudah bisa menyamai permainan pedangnya dalam kurun waktu satu tahun lebih.


"Kau sudah berkembang, kemampuan bertarungmu sebentar lagi akan melampauiku..." Iblis Hati terkekeh pelan ketika mengatakannya.


Xiao Chen ikut terkekeh, "Aku tidak akan sampai sejauh ini jika bukan karenamu..."


"Oh, kau mengakuinya sekarang..." Iblis Hati tersenyum.


Xiao Chen juga tersenyum, tapi dia tidak mengatakan apa-apa.


.....


Satu bulan kemudian.


Kedua pedang Iblis Hati terlempar sejauh ratusan meter dan menancap di tanah, lengan kanannya terluka parah dan bahkan hampir terputus, tetapi itu tidak berlangsung lama sebelum lukanya kembali beregenerasi.


Xiao Chen berhenti menyerang ketika kedua pedang Iblis Hati terlempar jauh, "Jadi, bagaimana? Aku sudah melampauimu, bukan?" Xiao Chen bertanya dengan sudut bibir yang terangkat.


Iblis Hati tersenyum lembut, "Tentu... Kau sudah jauh melampauiku." Ucap Iblis Hati lalu melanjuti, "Di kehidupan ini, jaga orang-orang yang berharga bagimu dan jangan biarkan kejadian di kehidupan pertama terulang lagi..."


Wujud Iblis Hati mulai menghilang dan itu dimulai dari kakinya, "Lalu..." Iblis Hati mulai menggerakkan bibirnya, tetapi tanpa adanya suara.


Xiao Chen yang melihat gerakan bibir Iblis Hati sedikit melebarkan mata. Disaat yang bersamaan dimensi tempat Xiao Chen berada mulai runtuh, dan perlahan pandangan mulai menjadi gelap.


Xiao Chen kembali merasakan dirinya berada dalam posisi duduk bersila, ia membuka mata dan mendapati tubuhnya diselimuti dengan asap putih.


Cairan hitam kental keluar dari tubuh Xiao Chen, itu dikenal sebagai cairan kotoran yang memperlambat penyerapan Energi Spiritual seorang kultivator.


"Chen'er! Akhirnya kau berhasil mengalahkan Iblis Hatimu..." Yong Shu tiba-tiba saja muncul tidak jauh dari hadapan Xiao Chen, senyum cerah terukir jelas di wajahnya.


Ketika kepulan asap putih menghilang, Xiao Chen tersenyum dan bangkit berdiri, "Maafkan aku, guru. Aku tidak bisa menepati perkataanku sebelumnya..."


Yong Shu tersenyum hangat, "Tidak perlu berkata seperti itu, kau sudah kembali saja membuatku senang..." Ucap Yong Shu lalu melanjuti, "Tapi, Chen'er. Sebelum kita mengobrol lebih jauh lagi, ada baiknya kau bersihkan tubuhmu. Bau dari cairan hitam itu benar-benar menyengat di hidungku..."


Yong Shu menutup hidungnya saat mengatakan itu, ia tak kuasa mencium aroma busuk yang berasal dari cairan hitam itu lebih lama lagi. Sedangkan Xiao Chen mengangguk mengerti, "Baik, guru. Tapi... Dimana aku harus menemukan sumber air?"


Xiao Chen saat ini berada di dasar jurang, jadi mustahil bagi dirinya untuk menemukan sumber air di sekitar sini.


"Tidak perlu khawatir." Yong Shu menciptakan pedang Qi, lalu berjalan menjauhi muridnya.


Setelah itu, Yong Shu membuat lubang yang cukup dalam di tanah menggunakan pedang Qi-nya lalu mengangkat tangan kirinya ke depan, seketika air bersih keluar dari telapak tangan Yong Shu dan mulai mengisi lubang tersebut.


Xiao Chen sendiri mengangguk paham dan melangkahkan kakinya untuk masuk ke dalam kolam tersebut.


"Tunggu dulu..." Tahan Yong Shu dan dengan segera menimpali, "Yang kumaksud, kau membersihkan seluruh noda di tubuhmu itu di luar kolam agar airnya tidak tercemar."


"Eh, kenapa begitu?" Tanya Xiao Chen sedikit memiringkan kepalanya.


"Tentu saja karena aku juga ingin berendam, bodoh." Yong Shu melepaskan jubah putihnya dan langsung melompat ke dalam kolam, "Wah, sial. Airnya dingin..."


Xiao Chen menggelengkan kepalanya pelan melihat tingkah gurunya itu, lalu melepaskan pakaiannya. Dia kemudian menggunakan Qi untuk mengangkat gumpalan air dari kolam dan mengarahkan ke tubuhnya yang dipenuhi dengan cairan hitam lengket.


Xiao Chen melakukan itu secara berulang kali dan setelah memastikan tubuhnya sudah bersih, ia langsung masuk ke dalam kolam dan berendam.


Setelah mereka berdua berendam bersama, tidak ada satupun yang berbicara dan keheningan menyelimuti mereka.


"Chen'er, apa kau masih merasakan beban di gelang besimu?" Yong Shu bertanya untuk memecahkan keheningan yang ada.


Xiao Chen yang mendengar itu langsung melihat gelang besi di kedua tangannya, lalu menggelengkan kepalanya pelan, "Tidak. Aku sudah tidak lagi merasakan bebannya, guru. Tubuhku juga terasa sangat ringan, seperti baru saja dilahirkan kembali..."


"Bagus, kekuatanmu yang sekarang sudah tidak bisa dibandingkan dengan satu setengah tahun yang lalu." Yong Shu tersenyum tipis saat mengatakannya, "Saat di kota nanti, kita harus membeli gelang besi yang lebih berat lagi..."


Xiao Chen mengangguk setuju, tujuan utamanya adalah menjadi kuat agar bisa melindungi orang-orang berharganya, jadi meningkatkan porsi latihannya adalah suatu kewajiban yang harus dilakukan.


"Guru, apa kau tau kapan turnamen sekte Delapan Api dimulai?" Tanya Xiao Chen penasaran.


Yong Shu menggelengkan kepalanya pelan, "Tidak tau, aku tidak pernah naik ke atas jurang..."


Xiao Chan yang mendengarnya langsung memasang ekspresi datar, "Lalu apa yang guru lakukan selama ini?"


"Tentu saja mengawasimu, dan juga setiap hari aku harus memberikan Qi agar tubuhmu tidak kehabisan nutrisi..." Jawab Yong Shu santai.


Xiao Chen sedikit mengangkat alisnya, ia baru menyadari kalau dirinya tidak dalam keadaan lapar meski sudah bermeditasi tanpa henti selama satu tahun lebih.


Yong Shu yang melihat muridnya diam langsung tersenyum tipis, "Kau tidak perlu khawatir. Setelah ini, aku akan pergi ke sekte Serigala Emas untuk menanyakan jadwal turnamen itu..."


Xiao Chen mengangguk, "Kalau begitu aku akan menyerap Kristal Energi, guru."


"Ya. Saat aku kembali, pastikan dirimu sudah menembus ranah Immortal..." Ucap Yong Shu sambil tersenyum lembut.


"Hehehe... Akan kuusahakan, guru!" Balas Xiao Chen cepat.


.....


Waktu berlalu, setelah berendam Xiao Chen langsung diberikan tiga Kristal Energi oleh Yong Shu untuk diserap.


Xiao Chen sendiri langsung melakukan posisi lotus dan mulai menyerap satu Kristal Energi yang melayang di atas kedua telapak tangannya, sedangkan Kristal Energi lainnya ia simpan ke dalam cincin penyimpanan.


Yong Shu yang melihat muridnya itu sedang menyerap Kristal Energi langsung menciptakan Array pertahanan level tujuh. Dia kemudian beranjak pergi dari Gua setelah memastikan keamanan muridnya itu.


Bersambung.....


LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> GIFT >> COMMENT.