Legenda Raja Kultivator

Legenda Raja Kultivator
Chapter. 048: Ketiga Penerus


Setelah memastikan Jiang Pi sembuh, Yang Min langsung menjelaskan apa yang terjadi kepada Xiao Chen.


"Jadi pertarungan hidup dan mati dibatalkan oleh kalian, apa alasannya?" Tanya Xiao Chen penasaran.


"Kami dapat melihat seluruh calon penerus mempunyai potensi yang besar, akan sangat disayangkan kalau kalian saling membunuh satu sama lain..." Jawab Yang Min dengan tenang.


"Lalu, bagaimana dengan penerusnya?"


"Tentu saja, kami akan tetap mewariskan senjata Dewa Agung kepada sang pemenang... Hanya saja, tidak ada dari kalian yang mati disini."


Xiao Chen mengelus dagunya selayak orang berpikir, lalu kembali bertanya, "Kalau begitu, bagaimana tanggapan kalian jika ada seseorang yang ingin balas dendam karena tidak terima dengan kekalahannya?"


"Kau tidak perlu khawatir mengenai itu, karena ingatan mereka tentang calon pewaris atau yang berhubungan dengan itu akan dihilangkan secara permanen."


Xiao Chen terdiam sejenak sebelum menganggukkan kepalanya mengerti, "Terima kasih atas penjelasannya, Guru."


Yang Min tersenyum, dan ketika ingin mengatakan sesuatu Xiao Chen kembali berbicara.


"Ah, iya. Ada yang ingin aku tanyakan, Guru."


"Apa itu?"


"Ketiga senjata Dewa Agung kan ada berbagai macam jenis dan kebanyakan para calon penerus adalah pengguna pedang. Bagaimana kalian mengatasi itu?"


"Kalau tentang itu, kau dapat melihatnya sendiri nanti..." Yang Min tersenyum dan kemudian mengangkat Jiang Pi, "Sekarang, kita akan kembali sembari menunggu yang lainnya selesai..."


Xiao Chen menganggukkan kepalanya, dan sesaat setelah itu mereka bertiga menghilang dari sana dalam sekejap.


***


Waktu berlalu begitu cepat.


Saat ini, para calon pemenang sudah berkumpul di satu tempat, sedangkan mereka yang kalah sudah dipindahkan ke Lembah Abadi dengan ingatan yang terhapus.


Yue Ying tersenyum melihat para pemenang, "Selamat atas kemenangan kalian! Xiao Chen, Ang Shao dan Yun Rue..." Ucapnya dengan lantang lalu melanjuti, "Mulai sekarang, kalian adalah Penerus dari ketiga senjata Dewa Agung..."


"Permisi..." Ang Shao mengangkat tangan kanannya perlahan, "Apakah kami yang akan menentukan senjatanya atau kalian?"


"Ang Shao... Dia adalah orang yang berhasil menang melawan Yang Zhen... Sekuat apa dia?" Xiao Chen membatin dengan raut wajah serius.


Saat pertama kali mendengar kalau Yang Zhen kalah dalam pertarungan, itu membuat Xiao Chen terkejut. Pasalnya, kemampuan orang itu tidak mudah untuk dikalahkan. Tidak pernah terbesit sekalipun di dalam pikirannya kalau Ang Shao dapat mengalahkan Yang Zhen.


"Kami yang akan menentukannya, tidak boleh ada penolakan dari kalian..." Jawab Xhu Ren tegas, "Meskipun kalian bertiga adalah pengguna pedang, tetapi aku dan Yue Ying bisa mengubah gaya bertarung kalian dalam kurun waktu beberapa bulan."


"Tunggu, itu artinya kalian juga ikut dengan kami?" Tanya Yun Rue penasaran.


Yue Ying menganggukkan kepalanya, "Ya, tentu saja. Kami akan terus menjadi Guru kalian, sampai saat itu tiba..."


Suasana menjadi hening setelah Yue Ying menyelesaikan Kata-katanya, hingga akhirnya keheningan tersebut pecah ketika Xiao Chen menanyakan sesuatu.


"Guru, kami bertiga menjadi penerus senjata Dewa Agung bukan tanpa alasan bukan? Bisakah kalian memberitahunya pada kami?"


Yang Min, Yue Ying dan Xhu Ren terdiam mendengarnya, mereka sedikit tidak menyangka kalau pertanyaan tersebut akan keluar begitu cepat.


"Ya. Kalian menjadi penerus senjata Dewa Agung bukanlah tanpa alasan..." Yang Min menghela nafas panjang sebelum kembali berbicara, "Dewa Iblis dan Dewa Kegelapan akan bangkit. Menurut ramalan, mereka akan mengacaukan Dunia tingkat sepuluh sampai tingkat empat bersama dengan pasukan yang tidak terhitung jumlahnya..."


Yue Ying menimpali, "Para pemimpin dari Dunia tinggi sepakat untuk membentuk aliansi sementara yang bernama, Aliansi Surgawi. Dan dari seluruh pemimpin yang membentuk aliansi, ada satu yang menjadi Raja..."


"Dia adalah Zhang Wu Yien, pemimpin dari Dunia tingkat empat, Dunia Eternal Land."


Xiao Chen, Ang Shao dan Yun Rue melebarkan mata karena terkejut mendengar penjelasan itu, meskipun tidak mengerti sepenuhnya tetapi ada beberapa bagian yang dapat dimengerti oleh mereka bertiga.


"Bagaimana kalau aku menolak untuk menjadi penerus karena alasan ini?" Yun Rue bertanya setelah keheningan selama beberapa saat.


"Sederhananya, ingatanmu akan dihapus mengenai semua yang kamu lalui untuk menjadi penerus. Dan itu artinya, kamu juga menolak kesempatan emas untuk menjadi kuat..." Jawab Yue Ying santai.


"Guru, bagaimana jika setelah kami menjadi kuat, kami malah beralih ke pihak musuh, bukankah itu merugikan kalian?" Xiao Chen bertanya tanpa ragu.


Yang Min menggelengkan kepalanya, "Kalian tidak akan bisa melakukannya, karena setelah menjadi penerus resmi, jiwa kalian akan terikat oleh Dao of The Heavens..."


"Dao of The Heavens? Apa itu?" Ang Shao bertanya karena menurutnya hal itu adalah sesuatu yang harus dirinya ketahui.


"Dao adalah Peraturan. Di Alam Semesta ini ada banyak Dao yang tidak diketahui jumlahnya..." Yang Min menjelaskan, "Dao of The Heavens adalah peraturan Surga, yang dimana mustahil bagi seorang makhluk hidup untuk melampauinya, kecuali jika kamu adalah makhluk yang lahir di luar hukum Dao."


"Jadi?"


"Jadi.. Jika jiwamu sudah terikat dengan Dao of The Heavens karena menjalani kontrak atau semacamnya, sulit bagi dirimu untuk berpikir melanggarnya..."


"Sulit? Kenapa bisa begitu?"


"Karena kau akan mati, lalu jiwamu akan dibawa ke Alam Neraka dan disiksa dalam waktu yang sangat lama..."


"Alam Neraka? Kupikir itu hanyalah dongeng belaka yang diciptakan oleh orang dewasa untuk menakuti anak-anaknya. Ternyata benar-benar ada, ya..." Xiao Chen membatin dengan raut wajah yang rumit.


"Memangnya Neraka semenakutkan itu?" Tanya Ang Shao penasaran.


Yang Min tersenyum, "Bahkan orang terkuat di Dunia tingkat empat sekalipun akan memohon ampun untuk dikeluarkan dari Neraka..."


Punggung Ang Shao langsung terasa dingin ketika mendengarnya, ia tidak mengatakan lebih jauh lagi dan memilih untuk menjalani takdirnya ini.


Setelah itu, Yang Min memberitahu siapa yang akan menjadi penerus Sword of Destruction, begitu juga dengan Yue Ying dan Xhu Ren.


***


Lembah Abadi.


Seorang pria paruh baya berjubah emas sedang berdiri tegap di atas tebing batu, sorot matanya yang tajam kini sedang mengarah ke arah portal putih.


Di belakangnya terdapat beberapa orang yang mengeluarkan aura kuat, mereka adalah pilar kekuatan yang berasal dari Kekaisaran Fang.


Saat ini, sudah banyak grup yang keluar dari Penjara Sepuluh Dewa Agung. Mereka semua mengeluarkan ekspresi yang berbeda-beda.


Portal Penjara Sepuluh Dewa Agung sebentar lagi akan tertutup, mereka yang belum keluar akan dipindahkan secara paksa melalui hukum Teleportasi.


"Kaisar, para penerus sepertinya belum keluar..."


Salah satu pria paruh baya berjubah merah berkata dengan suara tenang.


Kaisar Fang Lin tidak mengatakan apa-apa dan masih terus menunggu. Beberapa saat kemudian, ia bereaksi ketika melihat tiga orang keluar secara bersamaan.


"Siapa mereka?" Tanya Kaisar Fang Lin sambil menunjuk ke arah Yang Zhen, Qing Mei Lin dan Jiang Pi.


Fu Chen yang mengetahui mereka dengan segera memberitahu.


Kaisar Fang Lin yang mendengar itu tersenyum tipis, "Bakat mereka tinggi. Bisa dipastikan kalau mereka bertiga adalah penerus selanjutnya..." Ucapnya lalu menimpali, "Undang mereka ke Istana secara resmi..."


"Baik, Kaisar. Hamba mengerti..." Jawab Fu Chen sambil menundukkan badannya.


Kaisar Fang Lin kemudian memberikan selamat kepada mereka yang berhasil bertahan dan keluar hidup-hidup dari Penjara Sepuluh Dewa Agung, ia juga melakukan pidato sekaligus memperingatkan mereka semua untuk tidak berpikir mengenai balas dendam.


Meskipun Kaisar Fang Lin sudah mengetahui pasti kalau akan ada dendam yang akan terjadi diantara mereka, ia tetap memperingati agar tidak membuat keputusan yang salah.


Setelahnya, Kaisar Fang Lin langsung pergi dari sana beserta dengan rombongannya.


Bersambung.....


LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> GIFT >> COMMENT.