
Xiao Chen tidak terlalu terkejut, basis kultivasi mereka tidak jauh berbeda dengannya jadi wajar saja jika tidak ada yang harus ditakuti. Di antara semua orang disini, Kong Tian adalah orang terlemah.
Kong Tian sendiri adalah kultivator muda yang berasal dari sekte Awan Senja, dan seseorang yang baru saja mendapatkan gertakan dari Xiao Chen.
"Jadi, kau akan memenuhi apapun yang kuminta bukan?" Tanya Xiao Chen untuk memastikan pernyataan Kong Tian sebelumnya.
"I-iya." Jawab Kong Tian sambil mengangguk pelan. Ia sebenarnya bukan takut grupnya didiskualifikasi, tetapi ini mengenai apa yang baru saja di ancam oleh Xiao Chen, orang itu tidak main-main dengan perkataannya, bahkan hanya mengingatnya saja membuat bulu kuduknya berdiri.
Xiao Chen tersenyum tipis, "Kalau begitu, keluarkan semua plat kuning yang kau timbun dari lantai bawah. Jika kau tidak mengeluarkannya, maka mau tak mau aku harus membuatmu cacat selamanya." Ancamnya dengan nada santai.
Kong Tian melebarkan mata, ia melirik ke arah sekitarnya dan mendapati para kultivator muda yang menatapnya dengan tatapan tajam.
Mereka tentu kurang lebih sudah mengetahui maksud dari perkataan Xiao Chen, tetapi mereka ingin memastikan kebenarannya.
Kong Tian terdiam dengan jantung yang berdegup kencang, banyak keringat keluar dari tubuhnya dikarenakan rasa gugup yang menyelimuti hatinya.
"Ada apa? Kenapa kau tidak mau mengeluarkannya?" Xiao Chen bertanya. Tentu ia sudah mengetahui alasannya, hanya saja ia perlu memanasi situasi disekitarnya.
"Oi, apa orang itu benar? Kau menimbun plat besi dan menyembunyikannya?" Tanya salah seorang pria berbadan kekar dengan rambut merah dan tubuh yang kecoklatan.
"Jawab pertanyaannya, idiot. Aku akan membunuhmu saat di luar jika kau tetap diam seperti ini..." Lanjut seorang wanita bergaun minim dengan tubuh yang sangat seksi.
Tidak hanya mereka berdua tetapi beberapa kultivator muda di lantai tersebut mulai mendesak Kong Tian untuk menjawab pertanyaan Xiao Chen.
"Aku beri waktu sepuluh detik. Tentukan nasibmu mulai dari sekarang..."
10...
9...
8...
7...
Jantung Kong Tian semakin berdegup kencang seolah bisa meledak kapan saja, mentalnya melemah seiring berjalannya waktu.
6...
5...
"Lima detik lagi...."
4...
3...
2...
"B-baik!! Baik!! Aku jawab!" Kong Tian berkata lalu terdiam selama beberapa saat sebelum menimpali, "Aku memang menimbun puluhan plat kuning tetapi aku tidak bermaksud jahat!"
"Lalu?!"
"E-ehm... Aku ingin menjualnya kepada mereka yang belum mendapatkan plat kuning. Sebenarnya aku tidak berharap banyak saat memasuki Penjara Sepuluh Dewa Agung, jadi ini adalah kesempatanku untuk mendapatkan uang secara instan." Jawab Kong Tian menjelaskan.
"Hmph! Alasan klasik! Menimbun tetaplah menimbun! Jika kau tidak memberikan plat kuning itu kepada kami, maka bersiaplah untuk menderita ketika sudah di luar Menara!"
Xiao Chen mengerutkan alisnya dan menoleh ke arah wanita yang baru saja berbicara, "Jaga mulutmu itu. Aku yang berhak memutuskan..."
"Huh, kenapa jadi kau yang harus memutuskannya?!"
"Tentu saja karena aku yang mengungkap kebenarannya, dasar wanita sinting."
"Apa-apaan perkataanmu itu! Ngajak ribut, huh?!" Wanita itu mengeluarkan aura Nascent Soul bintang 8.
"Bertarung denganmu hanya membuang-buang waktu. Lebih baik aku melawan singa yang jauh lebih kuat darimu." Xiao Chen mengejek lalu menciptakan penghalang Qi yang melindunginya bersama dengan Kong Tian.
Perlu diketahui, membuat penghalang Qi bisa dibilang cukup sulit bahkan untuk sekelas ranah Saint, tetapi Xiao Chen dengan mudahnya menciptakan penghalang Qi, bagaimana mungkin mereka tidak bereaksi akan hal itu?
Wanita tersebut berdecak kesal, ia menarik aura kultivasinya dan pergi dari sana karena tidak ingin membuat keributan ini semakin panjang.
Xiao Chen yang melihatnya tersenyum tipis, rencananya untuk membuat wanita itu pergi berhasil. Ia kemudian menghilangkan penghalang Qi disekitarnya, sedangkan para kultivator muda yang ada di sana memutuskan untuk tidak ikut campur sementara waktu.
"Jadi, keluarkan semua plat kuningnya." Xiao Chen kembali menatap Kong Tian.
Kong Tian mengangguk cepat dan mengeluarkan semua plat kuning dari cincin penyimpanannya. Seketika, puluhan plat kuning berserakan di lantai dan membuat perhatian orang-orang di sana teralihkan.
Xiao Chen sendiri tidak mengatakan apa-apa, ia saat ini sedang menghitung semua dari total plat kuning itu.
"Wah, wah. Sepertinya Kesadaran Spiritualmu dilatih dengan baik." Puji Xiao Chen. Ia cukup terkejut karena Kong Tian berhasil mengumpulkan 53 plat kuning tanpa disadari oleh siapapun, "Aku akan mengambil satu... Sisanya, lakukan sesukamu."
Xiao Chen pergi dari sana setelah menyimpan plat kuning tersebut. Ketika pria bertopeng itu sudah turun dari sana, para kultivator muda yang ada disekitar sana langsung mendekati Kong Tian dan mengambil paksa plat kuning yang berserakan di lantai.
Tentu saja Kong Tian hanya bisa pasrah, ia adalah yang terlemah di lantai ini jadi tidak mungkin baginya untuk melawan mereka.
Di sisi lain, Xiao Chen akhirnya keluar dari Menara dan anggota grupnya langsung menyambut dengan perasaan senang.
"Apakah kau berhasil mendapatkan plat kuningnya, senior?" Tanya Du Yang He penasaran.
Xiao Chen mengangguk, "Ya, itu cukup mudah." Jawabnya santai.
Lu Ren tertawa pelan, "Hahaha... Aku sudah menduganya, teman." Ucapnya lalu menimpali, "Ayo kita serahkan plat kuningnya sekarang, sebentar lagi malam akan tiba."
Xiao Chen sekali lagi mengangguk, ia kemudian mengajak mereka untuk pergi ke atas tebing melewati jalan yang sudah disiapkan oleh pihak kekaisaran.
Jalan menuju ke atas tebing dipenuhi dengan banyak kultivator muda, mereka adalah orang-orang yang berhasil mengambil plat kuning dari dalam Menara. Beberapa jam kemudian, akhirnya grup Xiao Chen berada di barisan kedua sebelum dihadapkan dengan beberapa pengawas.
Beberapa saat kemudian. Grup yang ada di depannya Xiao Chen akhirnya pergi dari sana, kini giliran mereka untuk menyerahkan plat kuning.
Xiao Chen sendiri sudah mengeluarkan plat kuning dari cincin penyimpanannya, ia langsung menyerahkannya kepada pria paruh baya didepannya.
Fu Chen menerima plat kuning tersebut dan secara sengaja ia menyentuh tangan Xiao Chen, matanya sedikit melebar ketika mengetahui fakta kalau bocah didepannya baru berusia 14 tahun.
"Nak, kau sangat berbakat. Tertarik untuk bekerja di bawahku?" Tanya Fu Chen dan tentu mengejutkan orang-orang disekitarnya.
"Apa yang kau lakukan?" Meng Yu langsung bertanya dengan suara pelan.
"Hanya sekedar bertanya... Fokus saja pada pekerjaanmu." Jawab Fu Chen acuh tak acuh, "Jadi, apa jawabanmu?"
Xiao Chen menggelengkan kepalanya, "Maaf tuan, untuk sekarang saya tidak berminat bekerja dibawah seseorang." Jawabnya menolak dengan nada sopan.
"Sayang sekali. Baiklah, ulurkan telapak tanganmu."
"Keduanya?"
"Tidak, satu saja."
Xiao Chen mengangguk lalu mengulurkan tangannya, dan Fu Chen mengeluarkan sebuah stempel berwarna biru cerah.
Stempel tersebut diaplikasikan ke telapak tangan Xiao Chen dan mencetak pola aneh, itu dilakukan agar dia dapat melewati array yang melindungi Penjara Sepuluh Dewa Agung.
Tidak hanya Xiao Chen saja yang telapak tangannya dicetak dengan stempel, tetapi yang lainnya juga diperlakukan dengan sama.
Setelah kelimanya mendapatkan cetakan stempel di telapak tangan, mereka pergi dan berjalan menuruni tebing batu.
Bersambung.....
LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> GIFT >> COMMENT.