Legenda Raja Kultivator

Legenda Raja Kultivator
Chapter. 054: Sekte Serigala Emas


Lantai 7, kamar No. 722.


Setelah sampai di dalam kamar Yong Shu langsung membaringkan diri di kasur yang empuk, sedangkan Xiao Chen melakukan posisi lotus di dinding kamar.


"Chen'er, aku ingin bertanya sesuatu. Ketika aku kembali ke Gunung, aku sama sekali tidak menemukan seluruh sumberdaya yang sudah kusembunyikan di berbagai tempat. Apakah kamu yang mengambil semuanya?" Yong Shu bertanya sambil menatap langit-langit ruangan.


Xiao Chen menganggukkan kepala, "Ya, guru. Bukankah kau memang sengaja menyiapkannya?"


"Ya, benar. Aku menyiapkannya untuk melatih Kesadaran Spiritualmu, tetapi mengetahui kau dapat menemukan semuanya sampai tak tersisa sedikitpun, kurasa kau tidak memerlukan latihan semacam itu lagi..." Yong Shu terkekeh pelan, "Ngomong-ngomong, berapa lama kau mengumpulkannya?"


Xiao Chen terdiam sejenak lalu menjawab, "Jika dihitung dalam satu waktu, mungkin hanya beberapa hari saja guru..."


Yong Shu tersenyum tipis, "Hoo... Melebihi ekspetasiku." Gumamnya lalu menimpali, "Kalau begitu, aku tidur dulu..."


"Ya, guru. Selamat tidur..."


Xiao Chen kemudian memejamkan matanya dan mulai berkultivasi menggunakan Pernapasan Naga.


***


Lantai Dasar, ruang makan.


"Kapten Gao Lan. Sepertinya kau mengenali anak itu, siapa dia? " Tanya Yu Meng Gu penasaran.


"Nama dia adalah Xiao Chen, Pangeran. Dia adalah anak yang menumpang di kapal kita satu tahun yang lalu..."


"Menumpang? Tolong ceritakan..."


Gao Lan terdiam sejenak sambil melirik ke arah Yu Han Ling. Wanita cantik itu menganggukkan kepala pelan sebagai tanda kalau dia boleh menceritakannya.


"Baiklah, Pangeran..." Gao Lan menarik napas dalam-dalam, lalu mulai menceritakan kejadiannya pada Yu Meng Gu.


Pangeran pertama mendengar cerita Gao Lan dengan seksama, begitu juga dengan Yu Cao Shan.


Beberapa menit kemudian, Yu Cao Shan menoleh ke arah kakak perempuannya yang kedua, "Kakak, apa alasanmu memberikan dia tumpangan?"


"Tuli, ya? Barusan kan Gao Lan sudah menceritakannya dengan detail." Yu Luan Ling menjawab dengan nada acuh tak acuh.


"Uhh... Aku tau itu bukan alasan sebenarnya."


Yu Cao Shan merasa sedikit kesal karena ucapan dari kakak perempuannya itu seakan berpihak kepada Xiao Chen.


"Bodoh. Memangnya apa lagi alasanku membantunya kalau bukan karena 'Kasihan'?" Yu Luan Ling memutar bola matanya malas.


"Bisa saja kakak menyukainya!" Yu Cao Shan berkata dengan suara lantang dan membuat perhatian orang-orang disekitar teralih ke arah mereka.


Yu Luan Ling langsung menatap Yu Cao Shan dengan tatapan mata yang tajam, "Kau mau mati muda, ya?"


Glek.


Yu Cao Shan menelan ludahnya dengan kasar, lalu menoleh ke arah kakak laki-lakinya untuk meminta bantuan.


Yu Meng Gu yang menyadari tatapan adiknya langsung menghela napas panjang, "Sudahi perdebatan ini dan lupakan soal dia. Kita semua ada di sini bukan untuk berselisih..."


"T-tapi kak..."


"Sudahlah... Kamu harus dewasa."


Raut wajah Yu Cao Shan berubah jadi masam, ia kemudian pergi dari sana karena sudah tidak memiliki selera makan.


Yu Han Ling yang menyaksikan semua itu menggelengkan kepalanya pelan, "Luan Ling, seharusnya kamu tidak memberikan jawaban kasar pada adikmu. Dia pasti sedih karena kamu tidak pernah berpihak padanya..."


Yu Luan Ling mengabaikan perkataan kakak perempuannya itu dengan mengalihkan pandangannya ke arah yang berbeda.


Yu Han Ling menghela napas pendek dan bangkit berdiri, "Aku akan melihatnya dulu..."


Tanpa menunggu jawaban dari mereka, Yu Han Ling pergi dari sana bersama dengan beberapa pengawal.


***


Keesokan harinya.


Waktu berlalu begitu cepat. Yong Shu dan Xiao Chen sudah keluar dari Penginapan Xunshen dan sekarang mereka berdua sedang berjalan menuju ke tempat sekte Serigala Emas berada.


***


Terlihat dua orang penjaga yang berada di ranah Golden Core sedang mengobrol di sisi gerbang yang terbuka lebar. Saat ini, mereka berdua sedang membicarakan Yang Zhen yang baru saja kembali pulang tadi malam.


"Hei, kau sudah mendengar rumor tentang senior Zhen?" Tanya Penjaga 1.


"Hm, rumor apa?" Penjaga 2 bertanya karena penasaran.


"Katanya senior Yang Zhen kehilangan ingatan setelah keluar dari penjara Sepuluh Dewa Agung..."


"Oh! Benarkah? Bagaimana ceritanya?"


"Dari yang kudengar sih, senior Zhen menghilang setelah satu hari berada di dalam Penjara Sepuluh Dewa Agung. Ketika dia keluar dari sana karena batas waktu, dia terlihat seperti orang kebingungan..."


"Kebingungan karena hilang ingatan?"


"Ya. Dia merasa kalau dia baru melewati satu malam saja di Penjara Sepuluh Dewa Agung..."


"Woah! Rasanya seperti menjelajahi waktu. Lalu, gimana dengan reaksi Patriark ketika mendengar itu?"


"Tentunya Patriark marah besar karena merasa ada yang menjebak senior Zhen, tetapi dia tidak mau memperpanjang masalah itu karena peraturan yang sudah ditetapkan oleh Kaisar...."


"Hmm... Jika itu jebakan, siapa yang berani melakukannya kepada jenius seperti senior Zhen?"


"Entahlah... Tapi pastinya dia adalah so- Hm? Tumben sekali ada orang asing yang kemari pagi-pagi"


Mereka berdua adalah Yong Shu dan Xiao Chen.


"Berhenti disitu. Apa yang kalian inginkan?" Penjaga 1 bertanya dengan penuh kewaspadaan.


Xiao Chen sendiri langsung berhenti dan mengeluarkan Pelat Besi yang bertuliskan 'Sekte Serigala Emas', lalu menunjukkannya ke arah mereka, "Aku kemari ingin bertemu dengan Patriark kalian, ada sesuatu yang mau kubicarakan dengannya..."


Salah satu penjaga Golden Core itu berjalan mendekati Xiao Chen dan memeriksa keaslian dari pelat besi tersebut, ia kemudian menoleh ke arah temannya dan berkata, "Laporkan hal ini kepada salah satu Penatua yang paling dekat, bilang padanya kalau ada tamu yang ingin bertemu dengan Patriark."


"Baiklah..." Penjaga 2 mengangguk, ia kemudian memasuki gerbang dan mencari keberadaan Penatua yang paling dekat dengannya sekarang.


Melihat temannya itu pergi, penjaga satu langsung mengajak Xiao Chen dan Yong Shu untuk pergi ke tempat yang terlindungi dari panasnya sinar matahari.


Satu batang dupa berlalu. Penjaga Golden Core 2 yang diminta untuk mencari Penatua akhirnya kembali, "Aku bertemu dengan Penatua ke sembilan, dia bilang untuk membawa para tamu ke Gedung Utama."


"Baiklah, kalau begitu biar aku yang membawa mereka. Kau tetap di sini..."


"Ya..."


Penjaga 1 langsung menyuruh Xiao Chen dan Yong Shu untuk mengikutinya ke Gedung utama.


***


Gedung utama, ruang tunggu.


Saat ini, Xiao Chen dan Yong Shu sedang menunggu kedatangan salah satu Penatua.


Beberapa menit kemudian, seorang pria paruh baya setinggi dua meter masuk ke dalam ruang tunggu, ia menatap Xiao Chen dan Yong Shu secara bergantian lalu memperkenalkan diri, "Namaku ada Ji Yong, seorang Penatua urutan ke sembilan di sekte Serigala Emas..."


Ji Yong menangkupkan tinjunya, begitu juga dengan Xiao Chen dan Yong Shu.


"Perkenalkan, namaku adalah Xiao Chen dan dia adalah Guruku, Yong Shu."


Xiao Chen memperkenalkan dirinya, sekaligus gurunya.


"Jadi, apa tujuan kalian kemari?" Ji Yong tanpa basa-basi langsung bertanya.


"Kami di sini ingin berbisnis." Xiao Chen tersenyum ketika menjawabnya.


Bersambung.....


LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> GIFT >> COMMENT.


JANGAN LUPA VOTE, YA!