Legenda Raja Kultivator

Legenda Raja Kultivator
Chapter. 025: Penjelasan Dao


Yong Shu dan Xiao Chen memasuki hutan, mereka berdua sampai di depan sebuah Gua tidak lama setelah memasuki hutan.


"Sampai beberapa tahun ke depan, kita berdua akan tinggal di sini. Jadi, kuharap kau dapat membiasakan diri..." Ucap Yong Shu dengan suara tenang.


"Baik, Guru."


Suasana gelap terjadi ketika mereka berdua memasuki Gua, namun itu tidak bertahan lama setelah Yong Shu menghidupkan lilin yang sudah terpasang di dinding Gua hanya dengan jentikan jari.


"Wah, apakah anda adalah seorang pengguna elemen api?" Tanya Xiao Chen memastikan.


Yong Shu mengangguk, "Ya, selain elemen api aku juga menguasai elemen tanah." Jawabnya lalu menambahkan, "Meskipun begitu, aku tidak begitu terampil dengan elemen tanah karena selama hidupku, aku selalu fokus mengembangkan Dao of The Flame.


Xiao Chen berdecak kagum mendengarnya, "Omong-omong Guru, apakah anda bisa menjelaskan tentang 'Dao' kepadaku? Pengetahuanku tentang itu masih terbilang sedikit." Pinta Xiao Chen dengan nada berharap.


Yong Shu sedikit menaikkan alisnya, "Memangnya seberapa jauh pengetahuanmu tentang Dao?"


Xiao Chen mengelus dagunya dan terdiam selama beberapa saat, "Dao of The Death, Dao of The Heaven dan Dao of The Sword. Aku hanya mengetahui ketiga Dao tersebut dari buku tua yang tidak sengaja kutemukan di sebuah Gunung."


"Oh... Ketiga Dao itu terbilang umum. Maksudku, di dunia yang lebih tinggi ketiga Dao tersebut sudah menjadi pengetahuan di luar otak." Ucap Yong Shu lalu menjelaskan arti Dao kepada muridnya itu.


Dao adalah sebuah jalan hidup. Para kultivator biasanya hanya mempelajari Dao tidak lebih dari tiga, karena mengembangkan satu Dao saja sudah sangat sulit.


Dao juga memiliki level, semakin dalam pengetahuanmu tentang Dao maka level Dao-mu juga semakin tinggi. Intinya, kau akan semakin kuat jika level Dao-mu semakin tinggi.


Contoh, Yong Shu mempelajari Dao of The Sword dan sudah mencapai level 2, artinya pengetahuannya tentang Dao pedang sudah cukup dalam. Dia dapat menciptakan pedang yang terbuat dari Energi Spiritual dan mengeluarkan jurus yang dapat menghancurkan sebuah Gunung.


Xiao Chen memegang dagunya selayaknya orang berpikir, "Jadi begitu... Apakah berarti Ilmu Pedang yang kupelajari di kehidupan sebelumnya sudah berada di Level 2 jika dalam perhitungan Dao?" Batin Xiao Chen bertanya-tanya.


Pasalnya, Xiao Chen dulu dapat menciptakan pedang menggunakan Energi Spiritual dan membuatnya melayang di belakang punggung, tidak hanya satu pedang saja tetapi berjumlah ratusan.


"Guru, jika ada seorang kultivator yang tidak mengetahui apa-apa tentang Dao dan dia sangat kuat bahkan pengetahuannya tentang pedang lebih tinggi daripada dirimu. Kenapa orang tersebut tidak dipindahkan ke Dunia yang lebih tinggi?"


Yong Shu mengelus dagunya, "Hmm... Biasanya kasus ini terjadi di Dunia tingkat 10 dan 9. Aku sendiri tidak tau pastinya, namun mereka akan dijuluki sebagai 'Immortal Collapse' yang tidak akan pernah naik ke Dunia lebih tinggi karena tidak memenuhi persyaratan."


Xiao Chen mengangguk paham, "Oh ya Guru, saya memiliki sesuatu yang ingin disampaikan..." Ucapnya lalu menimpali, "Dalam tiga tahun lagi sekte Delapan Api mengadakan turnamen besar, aku berniat mengikutinya karena ingin mengasah kemampuanku. Jadi, aku ingin kita menghentikan pelatihan dalam dua tahun lagi..."


Yong Shu terdiam selama beberapa saat ketika mendengarnya, "Kenapa kau harus berhenti selama dua tahun lagi? Bukankah masih tersisa satu tahun sebelum pendaftaran turnamen tersebut dibuka?"


"Aku membutuhkan koneksi untuk mengikuti turnamen itu, Guru. Sebab, umurku masih menginjak 13 tahun sedangkan persyaratan turnamen itu diharuskan untuk kultivator 17 tahun ke atas." Jawab Xiao Chen cepat.


Yong Shu mengangguk paham, "Kalau begitu kau tidak perlu khawatir, aku mempunyai koneksi di beberapa sekte besar. Aku pastikan kau dapat masuk ke dalam sekte tersebut tanpa melakukan ujian pada umumnya."


"Maksud Guru?" Xiao Chen tentu kebingungan dengan pernyataan Gurunya.


Yong Shu tersenyum tipis, "Tidur saja, kau akan tau nanti..."


Xiao Chen tidak melanjutkan percakapan itu lebih jauh, ia kemudian mencari tempat yang cocok untuk berkultivasi.


Xiao Chen menggarukkan belakang kepalanya yang tidak gatal, "Akhir-akhir ini aku menggunakan waktu tidurku untuk berkultivasi guru. Walaupun begitu, besoknya aku tidak pernah merasa kelelahan saat melakukan aktivitas."


Yong Shu tertegun mendengarnya, menggunakan waktu tidur untuk berkultivasi memang lebih efisien, tetapi biasanya anak seumuran Xiao Chen sulit untuk melakukan hal tersebut, dikarenakan harus menjaga kesadaran mereka meskipun sedikit dalam keadaan mata tertutup.


"Chen'er, dia memang berbakat..." Yong Shu hanya bisa berdecak kagum terus-menerus.


Xiao Chen yang melihat gurunya diam sedikit mengangkat satu alisnya, "Apa ada sesuatu yang salah, Guru?"


Yong Shu tersadar dari lamunannya, ia menggelengkan kepalanya dan berkata, "Tidak ada dan lakukan sesukamu, yang penting kau jangan sampai kurang bersemangat di sela-sela latihanmu kedepannya."


"Baik guru, saya akan mengingatnya." Xiao Chen mulai berkultivasi menggunakan Pernafasan Naga setelah mengatakannya.


.....


Keesokan harinya, Xiao Chen perlahan membuka matanya. Malam sudah berlalu dan matahari kembali menampakkan dirinya.


"Sebentar lagi aku akan naik ke bintang tujuh, ini lebih cepat dari perkiraanku. Apakah ini karena manfaat dari apel air?" Batin Xiao Chen bertanya-tanya.


Xiao Chen bangkit berdiri dan mengedarkan pandangannya, ia tidak menemukan keberadaan gurunya di dalam Gua.


"Dimana guru?" Xiao Chen bergumam lalu berjalan menuju pintu Gua.


Ketika baru keluar dari Gua, Xiao Chen mendapati Yong Shu yang sedang mengangkut rusa besar di pundaknya, "Ah... Apakah guru baru saja selesai berburu?"


Yong Shu mengangguk, "Ayo masuk, kita santap rusa ini terlebih dahulu sebelum memulai latihan." Ucapnya saat melewati Xiao Chen dan memasuki Gua.


Xiao Chen tidak mengatakan apa-apa dan mengikuti gurunya masuk ke dalam Gua.


Yong Shu sendiri meletakkan mayat rusa di atas batu yang tidak terlalu besar, ia menoleh ke arah Xiao Chen dan berkata, "Tolong kau bersihkan dia, aku akan menyalakan api." Pintanya dan diangguki oleh anak kecil berpakaian biru tua itu.


Xiao Chen langsung membersihkan mayat rusa di depannya, dan menyelesaikan itu hanya dalam kurun waktu beberapa menit.


"Oh, cepat sekali. Apakah kau sudah terbiasa membersihkan mayat binatang, Chen'er?" Tanya Yong Shu penasaran.


"Ya, bisa dibilang begitu..." Xiao Chen melambaikan tangannya ke samping dan memunculkan sebuah daging mentah yang lumayan besar, "Ini adalah daging buruanku yang sudah dibumbui, Guru. Lebih baik anda membakar daging ini terlebih dahulu sebelum rusak."


Yong Shu cukup terkejut melihatnya, "Baiklah. Kita akan membakar daging itu..." Jawabnya lalu menyimpan mayat rusa yang baru saja dibersihkan oleh Xiao Chen.


Tanpa banyak bicara lagi, Yong Shu langsung membakar daging mentah yang dilapisi oleh kertas aluminium itu. Setelah matang, mereka berdua memakannya dengan lahap sampai habis.


Selesai Yong Shu dan Xiao Chen menyantap daging tersebut, keduanya beristirahat sejenak sebelum keluar dari Gua.


Bersambung.....


LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> GIFT >> COMMENT.