
Beberapa Hari Kemudian.
Di sebuah Gua.
Xiao Chen membuka matanya dan langsung bangun dari posisi tidurnya, ia mengedarkan pandangannya dan mendapati Du Yang He yang sedang berkultivasi di dekatnya.
"Dimana ini?"
"Gua..." Du Yang He membuka matanya perlahan.
Xiao Chen terdiam sejenak untuk mengingat apa yang terjadi padanya, lalu menghela nafas panjang, "Sepertinya itu Ledakan Qi. Apakah aku membuat kesalahan saat melakukan penyerapan?" Batinnya bertanya-tanya.
"Senior, apakah kau sudah merasa baikan?"
Xiao Chen mengangguk, "Iya. Ngomong-ngomong, dimana Lu Ren dan Qiao bersaudara?"
"Mereka sedang mencari sumbernya disekitar sini, petang nanti mereka akan kembali..."
Xiao Chen tidak mengatakan apa-apa dan kemudian melihat tubuhnya yang dipenuhi dengan perban, "Aku akan berkultivasi disini. Jika kau ingin pergi untuk mencari sumberdaya, kau dapat melakukanya..."
"Apa kau tidak apa-apa jika ditinggal sendiri?"
"Aku baik-baik saja. Lagipula, lukaku akan pulih sebentar lagi..."
Du Yang He bangkit berdiri, "Kalau begitu, aku pergi dulu senior. Jaga dirimu baik-baik..."
Xiao Chen mengangguk dan Du Yang He langsung pergi nenuju keluar Gua.
Setelah kepergian Du Yang He. Xiao Chen langsung melakukan posisi lotus, ia menghela nafas sebelum memejamkan matanya.
Beberapa saat kemudian, tubuh Xiao Chen mengeluarkan asap putih dan semua luka luarnya perlahan mulai pulih.
Tidak sampai satu menit. Xiao Chen kembali membuka matanya, ia bangkit berdiri dan kemudian melepas seluruh perban yang ada di tubuhnya.
Setelah itu, Xiao Chen menoleh ke arah bagian dalam Gua yang sangat gelap, "Aura tadi... Apa hanya perasaanku saja?"
Walaupun hanya sekejap, Xiao Chen sempat merasakan aura dingin yang kuat di bagian dalam Gua.
Xiao Chen mengambil Azure Dragon Sword yang ada di dekat tempatnya tadi berbaring, ia kemudian memasang sarung dari kedua pedang itu di belakang punggung lalu menyebarkan Kesadaran Spiritualnya.
Mata Xiao Chen melebar ketika Kesadaran Spiritualnya malah terpental saat hendak menyusuri bagian dalam Gua, "Ada yang aneh... Aku harus pergi..." Xiao Chen berbalik dan memilih untuk keluar dari Gua. Ia tidak ingin mengambil resiko mengingat kondisinya yang belum pulih total.
Baru saja berbalik dan berniat untuk keluar dari Gua itu, tiba-tiba saja ada sesuatu yang menarik Xiao Chen ke belakang dengan sangat cepat.
Xiao Chen memberontak dan mencoba untuk melepaskan diri, namun usahanya sia-sia. Sesuatu yang menariknya itu, sangatlah kuat dan membuatnya tidak bisa bertindak banyak.
Kepulan asap hitam tiba-tiba saja muncul disekitar area wajah Xiao Chen, ia ingin menahan napasnya namun rasa kantuk mulai menyerangnya.
"A-apa-ap-..."
Belum sempat menyelesaikan kata-katanya, Xiao Chen sudah terlelap tidur.
***
"Oi, bangunlah!"
"Oi!"
Tiba-tiba saja Xiao Chen membuka matanya, tangan kirinya langsung mencekik orang yang ada didekat wajahnya dan ia langsung berdiri dengan cepat.
"Siapa kau?!" Xiao Chen bertanya dengan sorot mata ingin membunuh.
"Wah... bajingan ini. Kau tidak tau sopan santun, ya?!"
Tiba-tiba saja seseorang menendang Xiao Chen dan membuatnya terdorong sejauh puluhan meter.
Xiao Chen mengerutkan alisnya, ia mendapati ada sembilan orang lainnya yang sedang menatapnya dengan tatapan berbeda-beda.
Saat ini, Xiao Chen ada di sebuah padang rumput tanpa ujung. Tidak ada apa-apa selain dirinya dan orang-orang itu.
Xiao Chen membuka mulutnya dan ingin mengatakan sesuatu, tapi ia mengurungkan niatnya ketika muncul tiga sosok manusia yang tampaknya sudah berusia ratusan tahun.
Ketiga sosok tersebut melayang di langit, dan kemudian turun di dekat mereka semua.
"Maafkan aku atas ketidaknyamanannya." Ucap seorang kakek tua berjubah kuning tua, "Sebelum kalian menanyakan sesuatu, aku akan lebih dulu menjelaskan."
"Perkenalkan, aku Yang Min. Sebuah roh yang menempati Sword of Destruction." Yang Min memperkenalkan diri, lalu mulai menjelaskan mengenai apa yang terjadi.
Intinya, mereka semua adalah kultivator muda yang berpartisipasi atas eksplorasi Sepuluh Penjara Dewa Agung, dan beruntungnya mereka ditunjuk sebagai calon penerus dari Ketiga Senjata Dewa Agung.
"Tunggu! Jika hanya ada penerus untuk ketiga senjata Dewa Agung, kenapa kalian membawa sepuluh orang kemari?"
Yang Min tersenyum, "Pertanyaan yang bagus." Ucapnya lalu melanjuti, "Pertarungan hidup dan mati. Kalian semua akan membunuh satu sama lain untuk menjadikan diri sebagai penerus Ketiga Senjata Dewa Agung."
Mereka semua tertegun memdengarnya, tidak terkecuali Xiao Chen.
"Apa-apaan!"
Sebuah suara tiba-tiba saja memecahkan keheningan. Dia adalah seorang pria berpakaian hitam, dengan beberapa luka diwajahnya.
"Kami datang ke Penjara Sepuluh Dewa Agung untuk mencari sumberdaya, sialan!" Ucapnya lalu melanjuti, "Persetan dengan calon pewaris! Aku tidak tertarik dengan itu!"
"Oh, jadi apakah dirimu lebih memilih untuk mundur?" Tanya seorang Nenek tua. Dia adalah salah satu roh dari Ketiga Senjata Dewa Agung, Yue Ying, Heavenly Fox Crossbow.
"Tentu saja!"
"Baiklah. Apa ada lagi yang ingin mundur sepertinya?"
Mereka semua terdiam untuk memikirkan itu, hingga akhirnya beberapa orang melangkahkan kaki ke samping pria berpakai hitam.
"Oh, semuanya ada empat orang..." Yue Ying sedikit terkejut karena orang yang tidak berminat jadi penerus cukup banyak, "Kalau begitu, ingatan kalian tentang ini akan dihapus secara permanen..."
"Ini adalah kesempatan terakhir kalian untuk mundur..." Kali ini Yang Min berbicara, "Kedepannya tidak ada kata untuk mundur, bahkan jika kalian memohon sambil bersujud."
Suasana menjadi hening setelah Yang Min menyelesaikan kata-katanya.
"Sudah diputuskan! Yang bertahan enam orang dan yang mundur empat orang!" Yang Min mengatakan itu dengan lantang, dan dalam sekejap empat orang yang menolak menjadi penerus menghilang dari sana tanpa jejak.
"Woah! Kemana mereka?!"
"Apa itu! Bagaimana cara mereka menghilang dengan cepat?!"
"Itu keren..."
Suasana langsung menjadi ramai, tapi itu tidak berlangsung lama sebelum seorang kakek tua berjubah coklat berteriak dengan nada tegas.
"Diam!"
Xhu Ren adalah roh yang menempati senjata Roaring Axe. Mempunyai sifat pemarah dan tegas, dan dia adalah salah satu roh terkuat yang menempati Senjata Dewa Agung.
"Sebelum kalian melakukan pertarungan hidup dan mati. Kalian akan lebih dulu menjalani latihan selama satu bulan penuh!" Xhu Ren berkata dengan tegas lalu melanjutinya, "Selama pelatihan, tidak ada yang namanya mengeluh. Ingat! Jika salah satu dari kalian ada yang mengeluh, maka hukuman akan diterapkan untuk kalian semua!"
"Mengerti?!"
Suasana hening selama beberapa saat sebelum mereka menjawab secara serempak, "Kami mengerti~!"
Xhu Ren menoleh ke arah Yang Min lalu mengangguk.
"Seperti yang kalian dengar! Kalian akan menjalani pelatihan selama satu bulan penuh dari kami bertiga! Dan pertarungan hidup dan mati akan dimulai sebelum dimensi Penjara Sepuluh Dewa Agung ditutup..." Yang Min berkata dengan suara lantang dan tanpa banyak bicara lagi ia langsung memulai latihannya.
Bersambung.....
LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> GIFT >> COMMENT.