
"Aku harap kalian membusuk di neraka terdalam..." Xiao Chen dengan tatapan dingin bergumam ke gunungan mayat yang terbakar di depannya.
Xiao Chen kemudian beranjak pergi dari sana dan menemui teman-temannya. Di sisi lain, Lu Ren, Qiao Yu dan Qiao Jifeng masih menggali tanah untuk mayat para warga.
Mereka bertiga sudah menggali sekitar dua lusin kuburan dalam waktu setengah jam, sebenarnya mereka bisa lebih dari ini tetapi Qiao Yu terus-terusan mual karena seringkali tidak sengaja melihat mayat seram yang dikuburkan oleh Lu Ren.
"Apakah kalian sudah selesai?" Xiao Chen menghampiri mereka sambil tersenyum.
Mereka bertiga menggelengkan kepala dengan wajah muram dan membuat Xiao Chen menggarukkan kepalanya yang tidak gatal, "Baiklah. Ayo kerjakan bersama..."
Xiao Chen mengambil cangkul yang ada di sekitar sana dan mulai menggali tanah dengan cepat. Mereka menyelesaikan setelah satu jam berlalu, itu semua berkat Xiao Chen yang mempunyai kecepatan menggali luar biasa.
"Kalian mempunyai baju ganti, kan?" Xiao Chen bertanya ketika melihat pakaian mereka bertiga dipenuhi dengan tanah dan juga darah.
"Ya, kami membawanya..." Serempak ketiganya menjawab.
Xiao Chen tersenyum, "Baguslah. Ganti pakaian kalian, kita akan ke kota habis ini. Aku juga akan mentraktir kalian saat di sana."
"Baik!" Lu Ren dan Qiao Jifeng langsung hormat ketika mengetahui akan ditraktir oleh Xiao Chen.
"Kalau begitu, aku akan pergi ke rumah itu untuk ganti baju..." Qiao Yu menunjuk sebuah rumah kecil di dekatnya.
"Huh? Kenapa tidak ganti baju disini aja? Dadamu kan rata, siapa juga yang akan tertarik melihatnya." Lu Ren mengejek dan membuat Qiao Jifeng tertawa kencang.
"Hahahaha~ Senior Ren, jangan berbicara terlalu jujur. Kakakku nanti bisa marah besar loh..." Qiao Jifeng mengingatkan meskipun dia juga tertawa.
Wajah Qiao Yu langsung memerah karna marah ketika mendengar itu, ia mendekati mereka berdua dan meninju tepat di ulu hati keduanya.
Brugh!
Lu Ren dan Qiao Jifeng terjatuh dan berteriak kesakitan sembari memegang perut mereka, sedangkan Qiao Yu mendengus kesal lalu pergi sana.
Xiao Chen yang menyaksikan itu hanya bisa tertawa, namun tawanya perlahan menghilang ketika mengingat kejadian yang sama persis seperti ini. Bedanya, Xiao Chen berada di posisi mengejek sedangkan Luan Ling yang meninju ulu hatinya.
"Ha... Yasudahlah, yang lalu biarlah berlalu." Xiao Chen menghela nafas panjang dan berusaha untuk menyingkirkan ingatan tersebut.
Lu Ren dan Qiao Jifeng yang menyadari perubahan raut wajah Xiao Chen menjadi diam, mereka menatap satu sama lain dan berbisik.
"Apa yang terjadi kepada senior Xiao? Dia terlihat sedih..."
"Entahlah. Namun jika kulihat dari wajahnya, sepertinya dia tidak sengaja mengingat kenangan dengan orang yang berharga di hidupnya."
"Senior Ren, bagaimana kau bisa berpikir sampai seperti itu?"
"Aku ini pandai membaca ekspresi orang lain. Meskipun aku terkadang salah, tetapi aku yakin kalau tebakanku kali ini adalah benar."
Qiao Jifeng tidak mengatakan lebih jauh lagi dan kemudian mengeluarkan sebuah pakaian di cincin penyimpanannya, dan Lu Ren juga langsung mengikutinya.
Mereka berdua mengganti pakaian di tempat terbuka tanpa merasa malu sedikitpun, karena memang kultivator pengembara harus terbiasa melakukannya. Xiao Chen juga melakukan hal yang sama, ia mengeluarkan sebuah jubah biru cerah dan memakainya.
Jubah merah gelapnya langsung Xiao Chen simpan di cincin penyimpanannya. Setelah itu, Qiao Yu menghampiri mereka dengan mengenakan gaun merah muda yang terlihat sudah tua.
"Wah... Aku tidak mengira kalau kakakmu akan secantik ini." Lu Ren berdecak kagum. Dia adalah salah satu orang yang telat menyadari kecantikan Qiao Yu.
Qiao Jifeng yang mendengarnya merubah raut wajahnya menjadi jijik, "Jangan pernah berpikir untuk mengencani kakakku. Aku tidak akan pernah merestuimu..."
Lu Ren tertawa hambar mendengarnya, "Tenang saja, teman. Aku tidak akan mengencani kakakmu, karena aku tidak menyukai wanita berdada rata..." Bisiknya dengan suara pelan.
"Aku bisa mendengarmu, brengsek!" Qiao Yu sekali lagi meninju ulu hati Lu Ren.
Brugh!
"Hmph! Itu salahmu sendiri, sialan!" Qiao Yu mendengus kesal.
"Sudah, sudah. Ayo pergi sekarang..." Xiao Chen melerai mereka sebelum keributan itu bertambah besar.
***
Kota Youshin.
Xiao Chen beserta teman-temannya sampai di kota tersebut pada sore hari. Mereka berempat mencari penginapan di pinggir kota dan memesan dua kamar selama 6 hari.
"Senior Xiao, biar aku saja yang membayar kamarku." Qiao Yu tidak mau menyusahkan Xiao Chen lagi.
Tetapi Xiao Chen menolaknya dan berkata kalau ia yang akan membayarnya untuk kali ini.
Setelah selesai membayar kamar, mereka berempat pergi ke kamar masing-masing. Xiao Chen, Lu Ren dan Qiao Jifeng berada di kamar yang sama, sedangkan Qiao Yu di kamar yang berbeda.
Ketika berada di kamar penginapan. Lu Ren dan Qiao Jifeng berjalan menuju tempat tidur dan berniat untuk bermalas-malasan hari ini, tetapi Xiao Chen lebih dulu mengajak mereka untuk pergi mencari makan di luar.
"Senior Xiao, kau yang akan mentraktir kami, bukan?" Tanya Qiao Jifeng memastikan ucapan Xiao Chen sebelumnya.
"Tentu saja. Kalian boleh memesan sampai puas..." Jawab Xiao Chen tersenyum.
Mereka berdua yang mendengar itu langsung berantusias. Mereka langsung keluar dari kamar dan mengajak Qiao Yu juga.
Qiao Yu sendiri yang mendapat ajakan dari mereka langsung menerimanya, mereka berempat akhirnya keluar dari penginapan dan mencari restoran di dekat sana.
***
Restoran Bambu Kuning, adalah nama dari sebuah restoran besar, mempunyai banyak cabang antar benua dan terkenal dengan masakannya.
Xiao Chen dan teman-temannya sudah berada di dalam restoran tersebut, ia mengambil meja di lantai dua karena lantai dasar sudah penuh dengan orang.
"Senior Xiao, bukankah berlebihan jika kita makan di sini?" Qiao Yu merasa tidak enak.
Lu Ren dan Qiao Jifeng menyetujui hal tersebut, terlalu berlebihan untuk mentraktir orang lain padahal masing-masing dari mereka belum mengenal lama ini.
Xiao Chen tertawa pelan, "Tidak perlu khawatir, anggap saja ini sebagai imbalan karena kalian telah membantuku untuk menguburkan para warga di desa itu."
"Teman Xiao, kalau begitu aku tidak akan ragu untuk memesan makan..." Lu Ren menepuk pundak Xiao Chen yang duduk di sebelahnya.
"Aku juga tidak akan ragu, senior. Hehehehe~" Qiao Jifeng mengangkat satu tangannya sambil tersenyum cerah.
Xiao Chen tersenyum dan mengangguk, "Pesanlah yang kalian inginkan..."
Mereka berdua mengangguk senang ketika mendengarnya dan mulai memesan makanan yang ada di menu. Qiao Yu juga sama, ia juga memesan makanan secukupnya.
Selesai memesan, mereka mengobrol sembari menunggu pesanan datang. Butuh waktu sekitar satu batang dupa untuk semua hidangan yang mereka pesan sampai di meja mereka.
Lu Ren, Qiao Yu dan Qiao Jifeng langsung memakan makanan mereka dengan lahap, begitu juga dengan Xiao Chen.
Bersambung.....
LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> GIFT >> COMMENT.