
🍁 Happy Reading 🍁
Ceklek. Tiba-tiba pintu kamar rawat Alma terbuka.
Dokter visit yang ditunggu-tunggu pun datang.
"Selamat pagi." sapa dokter.
"Selamat pagi dok." jawab Abbey, Rico dan Laura.
Abbey yang niatnya ingin mencari dokter pun mengurungkan niatnya.
Dokter pun mendekati ranjang Alma kemudian memeriksa kondisi Alma.
Secara keseluruhan tubuh Alma dalam keadaan baik-baik saja.
"Saya sudah menerima hasil lab. Anda, hasilnya sangat bagus dan memenuhi kriteria menjadi pendonor." ucap dokter.
Abbey mengernyitkan keningnya.
Kriteria pendonor? Maksudnya A' Ico mau donorin sumsum tulang belakangnya untuk Alma? gumam Abbey dalam hati.
Rico bernafas lega dan tersenyum puas.
"Tapi seperti yang saya jelaskan dari awal, ada kemungkinan hasilnya tidak akan efektif dan anak Anda tetap harus di kemotherapy, karena tingkat kecocokan sumsum tulang belakang Anda tidak sampai satu persen." kata dokter lagi.
"Tidak jadi masalah dok, namanya juga kita sedang berusaha." jawab Rico.
"Baik kalau begitu. Nanti setelah saya selesai visit, saya akan suruh suster memanggil Anda dan kita tentukan jadwal operasinya." ucap dokter.
"Baik dok." jawab Rico.
Dokter pun keluar dari kamar rawat Alma.
"Kamu mau mendonorkan sumsum tulang belakang mu?" tanya Laura kaget.
Rico menganggukkan kepalanya.
"Bukankah semua ayah di dunia akan melakukan hal yang sama untuk anaknya?" tanya Rico.
"Ya kamu benar. Aku salut dengan mu, semoga saja sumsum tulang belakang yang kamu donorkan untuk putrimu bisa menyembuhkan putri mu. Kasihan dia di umurnya yang masih sangat kecil itu harus merasakan kemoterapi." jawab Laura.
"Ya sudah, aku pulang dulu kalau begitu." pamit Laura pada Rico.
Kemudian Laura pun berpamitan pada Alma dan Abbey.
Setelah Laura keluar dari kamar rawat Alma, Abbey langsung membereskan barang-barang Alma.
"Kenapa di bereskan?" tanya Rico.
"Pulang? Apa kamu tidak dengar tadi dokter ngomong apa? Sebentar lagi dokter akan menjadwalkan operasi donor sumsum tulang belakang. Kenapa kamu malah mau membawa Alma pulang?" tanya Rico.
"Yang meminta mu mendonorkan sumsum tulang belakang siapa, hah?" bentak Abbey.
Karena amarahnya melihat Laura dan Rico, Abbey jadi tidak bisa berpikir jernih.
Melihat Abbey yang sedang marah, Rico menarik tangan Abbey.
"Ayah sama Bunda bicara di luar dulu yah." izin Rico. Ia tidak mau Alma melihat orangtuanya bertengkar.
Rico membawa Abbey keluar kamar rawat Alma.
"Bukannya kamu sudah mengizinkan ku melakukan yang terbaik untuk kesembuhan Alma? Kenapa sekarang kamu marah-marah?" tanya Rico.
"Aku hanya mengizinkan kamu memberikan pengobatan yang terbaik untuk Alma bukan mengizinkan mu mendonorkan sumsum tulang belakang mu untuk Alma!" jawab Abbey.
Rico menghela nafasnya kasar. Dia mencoba mengontrol emosinya. Rico tau amarah Abbey yang meledak-ledak pasti karena kedatangan Laura. Rico tidak ingin mengulangi kesalahannya enam tahun lalu. Saat Abbey emosi, dia juga ikut emosi.
"Kamu kenapa sih Bey masih pagi udah marah-marah? Kamu lagi datang bulan?" tanya Rico.
"Gak! Pokoknya aku gak mau kamu donor sumsum tulang belakang kamu buat anak aku!" jawab Abbey.
"Alma kan anak aku juga Bey. Lagian ini salah satu cara pengobatan yang terbaik." balas Rico.
"Pokoknya gak boleh! Alma itu anak aku! Aku yang berhak memutuskan apa-apa saja yang boleh masuk kedalam tubuhnya termasuk sumsum tulang belakang kamu!" jawab Abbey dengan nada tinggi.
"Aku yang hamil Alma, aku yang urus dan besarin dia sendirian, aku yang cari uang mati-matian untuk membesarkan Alma, jadi kamu gak boleh sesuka hati kamu memasukkan apa-apa kedalam tubuh Alma! Daripada kamu sibuk urus Alma, mending kamu urus aja istri kamu itu!" kata Abbey lagi.
Rico tersenyum tipis.
"Jangan senyum! Aku serius Rico!" bentak Abbey.
"Jadi kamu marah-marah begini karena Laura?" tanya Rico.
Abbey tidak menjawab dan memalingkan wajahnya dari Rico.
Rico menarik pinggang Abbey.
"Iiikh lepas!! Lepas!" ronta Abbey. Tapi Rico tidak peduli dan malah makin menguatkan lingkaran tangannya di pinggang Abbey.
"Harus berapa kali aku bilang kalau aku gak punya perasaan apa-apa sama Laura, jadi buang cemburu mu itu jauh-jauh Bey, karena yang ada di hati aku dari dulu sampai sekarang hanya kamu. Apalagi sekarang kita punya Alma, fokus aku hanya untuk Alma." ucap Rico sambil mengelus punggung Abbey.
Tak sampai lima menit emosi Abbey pun mereda.
🍁🍁🍁
Bersambung...