
🍁 Happy Reading 🍁
Rico pun mengejar Abbey dengan lift yang lain.
Ting. Pintu lift terbuka, lift sampai di lobi.
Cepat-cepat Rico keluar dari dalam lift lalu mencoba keluar lewat jalan lain, lewat pintu belakang. Tapi ternyata sama saja, disana juga ada wartawan yang berjaga.
"Itu Rico... itu Rico..." teriak salah seorang wartawan yang memergoki Rico.
Rico pun cepat-cepat pergi dari tempat itu dengan langkah panjang. Maju kena, mundur kena, Rico tidak bisa kemana-mana. Rico pun terpaksa kembali ke unit apartemennya.
Sesampainya di unit apartemennya, Rico langsung menghubungi Abbey, tapi sayangnya nomor Abbey tidak bisa di hubungi, nampaknya Abbey sudah memblokir nomor Rico.
"Aaaarrrrgggghhhh!!!!" geram Rico.
"Huwaaaaa...." lalu berteriak menangis histeris sambil melempar barang-barang yang ada di dekatnya.
🍁 🍁 🍁
Satu jam berlalu.
Basecamp.
"Rico mana nih, kok gak bisa di hubungi." gelisah Iyan sambil terus menghubungi Rico.
Sama seperti di apartemen, ruko tempat basecamp tim Rico juga sudah di kepung wartawan yang ingin minta klarifikasi dari Rico.
Mengetahui Rico tidak bisa di hubungi, Runi pun mencoba menghubungi Abbey. Sayangnya nomor Abbey juga tidak bisa di hubungi.
Pasti sudah terjadi sesuatu nih. Gumam Runi dalam hati.
"Kalian disini dulu, jangan keluar sebelum ada aba-aba dari aku. Paham kalian!" ucap Runi.
"Kalau pun kalian mau keluar, jangan ada satupun statement keluar dari mulut kalian. Aku belum dapet perintah dari Pak Leo, jadi kita jangan sembarangan ngeluarin statemen, cukup bungkam." kata Runi lagi.
"Baik Mbak." balas tim vlog Rico kompak.
"Mbak Runi mau kemana?" tanya Iyan.
"Mau lihat Rico di apartemennya, pasti sekarang apartemen Rico juga di kepung wartawan." jawab Runi.
"Saya ikut Mbak." ucap Iyan.
"Gak usah, kalian disini aja. Kalian kerjain konten untuk endors aja, produknya aja yang di kontenin, terus nanti posting di IG-nya Rico. Biar Rico urusan saya." balas Runi.
"Yanyan..." Runi memanggil asisten Rico.
"Iya Bu." jawab Yanyan.
"Kamu bantuin anak-anak yah." ucap Runi.
"Baik Bu." jawab Yanyan.
"Saya pergi dulu." pamit Runi pada semuanya.
Runi pun turun ke bawah dan diantar Iyan dan Unus sampai di depan pintu, karena mereka harus cepat-cepat menutup pintu lagi.
Tidak seperti saat Rico pacaran settingan dengan Alana atau pun Erina, berita nikah siri Rico dengan Laura benar-benar menggemparkan, hingga membuat para pemburu berita lebih banyak tiga kali lipat dari settingan-settingan Rico yang sebelumnya.
Pemburu berita yang berjaga di basecamp saja sudah sangat banyak apalagi di apartemen Rico. Semoga saja pihak keamanan apartemen langsung sigap menjaga para pemburu berita agar tidak ada yang berhasil masuk ke dalam gedung.
Sangking banyaknya Runi sampai kesusahan berjalan menuju mobilnya.
"Mbak Runi... Mbak Runi, bener gak tuh berita nikah siri nya Rico dengan pengusaha?" tanya salah satu wartawan.
Runi hanya membalas dengan senyuman.
"Iya Mbak Runi, bener gak tuh? Kasih info sedikit dong Mbak Runi. Ayo dong Mbak Runi." timpal yang lainnya.
Runi tetap bungkam.
"Mbak Runi kok diem sih? Ini settingan yah Mbak Runi?" tanya wartawan yang lainnya.
Runi tetap diam sambil melempar senyum pada wartawan.
Setelah bersusah payah, akhirnya Runi pun berhasil masuk ke dalam mobil khusus untuk mengantar jemput Rico.
"Jalan Pak. Kita ke apartemennya Rico yah." perintah Runi pada supir.
"Baik Bu." jawab supir.
Mobil pun berjalan dan Runi pun bisa bernafas lega.
Selama di perjalanan, Runi mencoba menghubungi Rico dan Abbey bergantian. Namun, sudah sepuluh kali Runi menghubungi Rico, tidak satu kali pun Rico menjawab telepon Runi sedangkan Abbey, nomornya tidak bisa di hubungi.
🍁 🍁 🍁
Bersambung...