Kekasih Rahasia Sang Selebgram

Kekasih Rahasia Sang Selebgram
Bab 51


🍁 Happy Reading 🍁


"Eugh..." Alma melenguh sambil mengerjapkan matanya.


Begitu Alma membuka matanya, Alma melihat Rico yang sedang tersenyum padanya.


"Om..." Lirih Alma.


Nyes...


Sakit sekali rasanya hati Rico saat mendengar Alma memanggilnya dengan panggilan Om bukan Ayah. Tapi Rico sadar, tidak mudah buat Alma memanggilnya dengan sebutan Ayah apalagi mereka baru bertemu.


"Iya Sayang." balas Rico sambil tersenyum.


"Haus." ucap Alma.


Cepat-cepat Rico mengambilkan air minum untuk Alma dan membantu Alma minum dengan sedotan.


"Bunda mana, Om?" tanya Alma.


"Bunda sedang ada pekerjaan, tadi Bunda suruh Om buat jagain kamu." jawab Rico.


"Om..."


"Iya Sayang."


"Om udah nikah belum?" tanya Alma.


"Kok nanya begitu?" Rico malah bertanya balik.


"Pengen tau aja." jawab Alma.


"Belum, Om belum nikah." jawab Rico.


"Om udah punya pacar?" tanya Alma lagi.


"Kamu tau darimana sih cantik soal pacar-pacar begitu?" tanya Rico gemas.


"Om pikir Alma tinggal di hutan gak tau pacar. Temen sekolah Alma aja ada yang udah pacaran." jawab Alma.


"Itu namanya bukan pacaran Sayang, itu namanya teman dekat." balas Rico.


"Gak! Mereka bilang pacaran kok." balas Alma.


Rico diam dan tak mau lagi berdebat. Berdebat dengan anak kecil tidak akan ada habisnya. Yang ada dirinya harus memutar otak untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang di luar nalar.


"Om belum jawab, Om udah punya pacar belum?" tanya Alma sekali lagi.


"Belum Sayang. Memangnya kenapa kok Alma nanya begitu?"


"Mau jadi Ayah Alma gak, Om?" tanya Alma.


Rico terdiam.


Ayah memang Ayah mu, Alma, Ayah kandung mu. Ingin sekali Rico mengatakan itu pada Alma. Tapi apalah daya, sekarang bukan saatnya.


"Memangnya Ayah kamu kemana?" tanya Rico.


Alma menggedikkan bahunya.


"Bunda bilang, Ayah Alma udah meninggal..."


Teganya Abbey bilang kalau aku sudah meninggal! kesal Rico dalam hati.


"... tapi Bunda gak pernah bawa Alma ke makam Ayah. Bahkan nama Ayah Alma aja, Alma gak tau siapa." jawab Alma.


"Mungkin ada suatu hal yang sedang Bunda simpan dan akan Bunda beritahu nanti setelah Alma sudah dewasa." jawab Rico.


"Kenapa harus disimpan? Apa Ayah Alma sebenarnya gak menginginkan Alma makanya Bunda gak mau Alma tau siapa Ayah Alma?" tanya Alma.


"Gak gitu Sayang, Ayah Alma bukannya gak menginginkan Alma, tapi Ayah Alma gak tau kalau Alma ada." jawab Rico.


"Om tau darimana kalau Ayah Alma gak tau kalau Alma ada?" Tanya Alma.


"Karena.... Karena..." Rico nampaknya sudah tidak bisa lagi menahan perasaannya ingin memberitahu Alma kalau dirinya Ayah kandung Alma.


Ceklek. Tiba-tiba saja pintu kamar rawat Alma terbuka. Sontak Alma dan Rico menoleh ke arah pintu. Ternyata Abbey yang membuka pintu.


Abbey yang sejak tadi mendengar pembicaraan Alma dan Rico dari depan pintu, cepat-cepat masuk kedalam sebelum Rico memberitahu Alma.


"Bunda..." lirih Alma saat melihat Abbey.


"Kamu sudah bangun Sayang? Maaf yah Bunda tinggal tadi, karena Bunda ada urusan." ucap Abbey dan di jawab dengan anggukkan kepala oleh Alma.


Melihat kedatangan Abbey, Rico pun berdiri dari duduknya lalu mengambil hadiah untuk Alma dan makanan kesukaan Abbey yang tadi dia beli sebelum kerumah sakit.


"Ini, Om ada beliin mainan untuk Alma. Om bingung mau beli hadiah apa untuk Alma, jadi Om beliin berbie-berbie untuk Alma." ucap Rico sambil memberikan papper bag yang berisi hadiah untuk Alma.


"Woah..." nampak sekali wajah Alma yang sangat suka dengan hadiah yang Rico berikan.


"Ini kan berbie yang Alma pengenin dari dulu." ucap Alma.


Melihat raut wajah Alma yang sangat senang, hati Rico lagi-lagi teriris.


Maafin Ayah, Alma, seandainya dari dulu Ayah tau kamu ada di dunia ini, jangankan berbie, apapun yang kamu mau pasti Ayah belikan. Gumam Rico dalam hati.


"Makasih yah, Om." ucap Alma.


"Iya Sayang, sama-sama." balas Rico.


"Selain berbie, Alma mau apalagi, nanti Om belikan." tanya Rico.


"Beneran Om?" tanya Alma kesenangan.


"Iya Sayang, sebut aja Alma mau apa, pasti Om belikan, sekalipun itu ada di kutub Utara, Om tetap pergi mencari apa yang kamu mau." jawab Rico.


"Rico!" tegur Abbey. Dia tidak setuju Rico memberikan semua kemauan Alma.


Rico tidak menggubris teguran Abbey dan malah memberikan papper bag berisi makanan kesukaan Abbey.


"Ini aku juga beliin makanan kesukaan kamu. Aku masih inget apa-apa aja makanan kesukaan kamu. Bisa kamu cek sendiri." ucap Rico.


Abbey menghela nafasnya kasar.


"Alma main sendiri dulu yah, Bunda mau ngomong sama Om ini dulu." ucap Abbey lalu menarik tangan Rico keluar kamar.


🍁 🍁 🍁


Bersambung...