Kekasih Rahasia Sang Selebgram

Kekasih Rahasia Sang Selebgram
Bab 38


🍁 Happy Reading 🍁


"Tante..."


"Iya Sayang."


"Sebenarnya Ayah Alma itu dimana sih?" tanya Alma.


"Hah? Kok kamu Alma tiba-tiba nanya itu?" tanya Chika.


"Habisnya Alma penasaran, kata temen-temen Alma, kalau Ayah Alma udah meninggal kenapa Bunda gak pernah bawa Alma jiarah ke tempat Ayah? Ayah di kubur atau di kremasi? Kalau di kubur, dimana kuburannya? Kalau di kremasi dimana abu Ayah Alma di simpan?" tanya Alma.


Chika menggaruk kepalanya, ia juga bingung harus jawab apa karena Abbey juga tidak pernah membahas masalah ini dengannya maupun dengan Annet, karena Abbey pikir dengan mengatakan kalau Ayah Alma sudah meninggal, Alma tidak akan pernah banyak tanya lagi. Tapi pikiran Abbey salah besar, Alma justru malah penasaran.


"Alma Sayang, besok aja yah kamu tanyakan ini sama Bunda, sekarang udah larut malam, gak baik anak seumuran kamu tidur larut malam." ucap Chika sambil membereskan peralatan menggambar Alma.


"Tapi Tante-"


"Gak ada tapi-tapian, kalau dokter tau kamu begadang, Tante pasti kena marah sama dokter dan Bunda. Alma mau Tante kena marah sama Bunda?"


Alma menggelengkan kepalanya.


"Makanya ayo tidur." ucap Chika sambil membantu Alma berbaring.


"Anak pintar." ucap Chika sambil mengelus kepala Alma.


Cup. Lalu mengecup kening Alma.


"Selamat tidur anak cantiknya Bunda, Tante Kika dan Tante Nenet." ucap Chika.


"Selamat tidur juga Tante Kika." balas Alma lalu memejamkan matanya.


Chika mengelus kepala Alma sampai Alma benar-benar tertidur. Setelah Alma tertidur, barulah Chika menggelar ambal di lantai lalu tidur disana.


Sebelum mengistirahatkan matanya, Chika mengirim pesan pada Abbey terlebih dahulu.


[Chika] : Bey, tadi Alma menanyakan sesuatu yang gak bisa aku jawab.


Tak sampai lima menit, Abbey pun membalas pesan Chika.


[Abbey] : Tanya apa?


[Chika] : Tentang Ayahnya. Dia gak percaya kalau Ayahnya udah meninggal karena kamu gak pernah bawa dia jiarah. Jadi kalau besok dia tanya sama kamu, kamu mau jawab apa?


[Abbey] : Kenapa tiba-tiba Alma nanya itu?


[Chika] : Entah lah. Kan aku sudah pernah bilang lebih baik kamu cerita sama Alma yang sebenarnya dari sekarang dari pada suatu saat nanti dia cari tau sendiri siapa Ayahnya. Alma gak selamanya jadi anak kecil Bey, suatu saat dia pasti besar dan akan curiga. Sedangkan sekarang aja dia masih kecil udah curiga. Pikirkan baik-baik masalah ini, Bey.


[Abbey] : Aku pasti kasih tau Alma, tapi gak sekarang karena sekarang aku hanya mau fokus nyembuhin Alma.


Oh iya, mungkin besok aku agak telat datang karena aku mau ke sekolah Alma dulu, aku mau menghadap ke sekolah Alma. Tapi aku sudah suruh Annet kerumah sakit besok pagi untuk jaga Alma sampai aku datang.


[Chika] : Santai aja Bey, aku bisa minta izin besok dan jagain Alma. Kamu urus aja yang perlu urus.


[Abbey] : Makasih yah Chik udah selalu ada disamping aku dalam.


[Chika] : Sama-sama. Udah sana kamu tidur.


Abbey tak lagi membalas pesan Chika. Karena tak ada lagi balasan dari Abbey, Chika pun menyimpan ponselnya lalu tidur.


🍁 🍁 🍁


Pukul 10.00


Abbey baru sampai di rumah sakit. Sekarang yang berjaga di rumah sakit adalah Annet, sedangkan Chika harus pergi bekerja.


"Kenapa Bunda lama datengnya?" protes Alma karena Alma sudah tidak sabar ingin mengucapkan selamat ulang tahun pada Abbey.


"Maaf Sayang, ada yang harus Bunda urus." jawab Abbey.


"Sini duduk dekat Alma, Bun." pinta Alma.


Abbey pun menurut dan duduk di sebelah Alma.


"Sekarang tutup mata Bunda." Pinta Alma lagi. Abbey pun menutup matanya.


Setelah Abbey menutup matanya, Alma meminta tolong pada Annet untuk mengeluarkan cupcake yang sudah di tancapkan satu lilin kecil diatasnya. Tak lupa lilin itu di nyalakan terlebih dahulu.


"Sekarang buka mata Bunda." pinta Alma.


Abbey pun membuka matanya.


Selamat ulang tahun, Bundanya Alma...


Selamat panjang umur, kita kan doakan...


.


.


.


Selamat panjang umur dan bahagia.


Alma dan Annet langsung menyanyikan lagu selamat ulangtahun untuk Abbey begitu Abbey membuka matanya.


Abbey mematung sesaat, ia terharu melihat kejutan yang anaknya lakukan, air mata haru mengalir begitu saja dari mata Abbey.


"Ayo Bunda make a wish terus tiup lilin." ucap Alma.


"Hemh.." Abbey kembali menutup matanya dan memanjatkan doa. Doa yang pastinya Abbey panjatkan adalah kesembuhan Alma lalu kesehatan dirinya, kemudian mendoakan semua yang berhubungan dengan pengobatan Alma selama di Jakarta di lancarkan, mulai dari financial, tempat tinggal, dokter dan tim medis yang menangani Alma dan satu lagi, doa berharap tidak bertemu dengan Rico saat di Jakarta.


Setelah memanjatkan doa, Abbey kembali membuka matanya lalu meniup lilin.


"Ini hadiah buat Bunda." ucap Alma setelah Abbey meniup lilin.


Abbey terdiam sesaat saat melihat hadiah yang Alma berikan.


"Ini..." Abbey menggantung kata-katanya.


"Semoga tahun ini kita bisa bertiga, ada Ayah, Bunda dan Alma." Sahut Alma.


Abbey menghela nafasnya kasar. Kenapa doa Abbey dan Alma sangat bertolak belakang. Entah doa siapa yang nanti akan di kabulkan yang Di Atas.


🍁 🍁 🍁


Bersambung...