
🍁 Happy Reading 🍁
Setengah jam kemudian.
Abbey pun keluar dari kamar rawat Alma. Abbey pikir dengan dia berlama-lama keluar dari kamar rawat, Rico tidak akan menunggunya dan memilih untuk pulang, tapi ternyata perhitungan Abbey salah, Rico masih menunggunya di depan kamar rawat Alma.
"Kenapa belum pulang?" tanya Abbey sambil melipat tangannya di dada.
"Karena aku belum mendengar penjelasan dari mu." jawab Rico.
"Penjelasan apa? Memangnya apa yang harus aku jelaskan?" tanya Abbey.
Rico berdiri dari duduknya dan mendekati Abbey.
"Nama mu, kenapa kamu mengganti nama mu, dan siapa Ayah Alma?" tanya Rico.
"Cih! Apa aku mengubah nama ku harus memberitahu atau minta izin padamu dulu? Tidak kan? Dan soal Ayah Alma, itu tidak ada hubungannya dengan mu!" jawab Abbey.
Rico tersenyum pahit.
"Jadi kamu bersikeras tidak mau mengaku? Oke, biar aku cari tau sendiri!" balas Rico.
"Silahkan! Karen sekalipun kamu tau kebenarannya, itu semua tidak akan bisa mengubah semuanya." balas Abbey lalu memutar tubuhnya dan hendak masuk kedalam kamar rawat.
"Jadi benar Alma anak ku?" tanya Rico.
Abbey menghentikan langkahnya.
"Pulanglah, aku lelah!" jawab Abbey lalu cepat-cepat masuk kedalam kamar rawat.
Sedangkan Rico, ia langsung terduduk lemas. Walau Abbey tidak menjawab secara pasti, tapi jawaban Abbey tadi sudah menyiratkan kalau Alma memanglah darah daging Rico.
Setelah beberapa menit menenangkan hatinya, barulah Rico beranjak dari duduknya lalu pergi dari depan kamar rawat Alma.
🍁 🍁 🍁
Keesokan harinya.
Pukul 10.00
Co.Bey Agensi.
Sesampainya di perusahaan agensi miliknya, Rico langsung masuk ke ruang kerja tim kreatifnya.
"Unus, Iyan, ayo kita bikin konten review CaBey Bunda Alma." ajak Rico.
"Sekarang A'?" tanya Iyan.
"Iya." jawab Rico.
"Tapi kita gak punya stok sambel yang baru A'." jawab Iyan.
"Sambel kamu udah habis Nus?" tanya Rico.
"Sudah A'." jawab Yunus.
"Kalau gitu, kalian pergi ke rumah singgah, rumah produksi mereka disana. Beli semua sambel yang ada sama mereka." perintah Rico.
"Siap A'." jawab Iyan dan Yunus serempak.
Rico pun meneruskan langkah kakinya menuju ruang kerjanya, sedangkan Iyan dan Yunus mengerjakan perintah dari Rico.
Sesampainya di ruang kerja, Rico langsung duduk di kursi kebesarannya lalu membuka Instagram CaBey Bunda Alma.
"Aku akan buat sambel buatan kamu meledak Bey. Aku gak akan biarin kamu berjuang sendirian untuk anak kita." gumam Rico.
Tadi malam, setelah Rico sampai di apartemennya, orang suruhan Laura memberi informasi yang Rico inginkan. Sesuai dugaan Rico, kalau Abbey sengaja mengubah namanya untuk menghilangkan jejak, pantas saja Rico susah menemukan jejak Abbey. Berdasarkan nama baru Abbey, orang suruhan Laura memberi informasi kalau selama ini Abbey dan Alma tinggal di Bali, bahkan Alma juga lahir di Bali. Bukan hanya informasi identitas yang di laporkan pada Rico, tentang kehidupan Abbey selama di Bali pun juga Rico dapatkan.
Mengetahui Abbey berjuang sendiri menghidupi Alma dengan mengandalkan membuat komik online, Rico merasa miris. Rico hidup berkelimpahan, tapi Abbey dan Alma malah hidup sederhana di Bali dengan rumah yang masih menyicil.
Bahkan saat Alma sakit pun, Abbey menggunakan asuransi kesehatan untuk biaya pengobatan Alma.
Tok... Tok... Tok... Ceklek.
Runi masuk ke ruang kerja Rico.
Rico hanya melirik sesaat ke arah Runi.
"Aku dengar dari Iyan dan Unus kamu menyuruh mereka memborong semua CaBey Bunda Alma untuk membuat konten review, benar?" tanya Runi.
Rico menganggukkan kepalanya.
"Ada apa Co? Apa ini ada hubungannya dengan Abbey?" tanya Runi.
Rico kembali menganggukkan kepalanya.
"Apa Abbey yang membuat sambel itu? Tapi yang live kan..." Runi menggantung kata-katanya.
"Yang live memang bukan Abbey dan Abbey lah si Bunda Alma yang katanya nama aslinya Lena Hapsari." balas Rico.
"Serius kamu, Co?" tanya Runi.
Rico menganggukkan kepalanya.
Runi menarik kursi yang ada di depan meja kerja Rico.
"Kamu sudah selidiki?" tanya Runi.
"Sudah. Semalam aku pergi ke alamat rumah produksi sambel itu, ternyata alamatnya di rumah singgah. Saat aku kesana, aku melihat Abbey yang sedang buru-buru membawa anaknya ke rumah sakit." jawab Rico.
Runi membulatkan matanya.
"Aku antar dia kerumah sakit. Saat di rumah sakit, aku melihat nama Abbey bukan Abbey tapi Lena Hapsari." lanjut Rico.
"Aku pun curiga, aku langsung telepon Laura dan meminta pertolongan Laura untuk mengerahkan orangnya mencari informasi tentang Lena Hapsari. Dan Mbak Runi tau, aku mendapat kejutan yang luar biasa." Kata Rico lagi.
"Kejutan apa?" tanya Runi penasaran.
"Ternyata anak Abbey yang bernama Alma itu adalah anak Rico, Mbak." jawab Rico.
"Woah..." kaget Runi.
"Abbey sengaja mengubah namanya untuk menyembunyikan ini semua dari ku." kata Rico lagi.
"Lalu apa langkah mu sekarang?" tanya Runi.
"Aku harus buat Abbey mengaku dulu. Aku ingin minta penjelasan pada Abbey kenapa dia menyembunyikan anak ku dari ku." jawab Rico.
🍁 🍁 🍁
Bersambung...