
🍁 Happy Reading 🍁
Setelah selesai makan, Abbey dan Rico pun pindah ke ruang tengah.
"Nonton Netflix yuk. Sambil nunggu makanan turun." ajak Rico.
"Ayuk." jawab Abbey.
Rico pun menyalakan televisi kemudian membuka siaran Netflix.
"Mau film apa?" tanya Rico.
"Yang romantis-romantis aja deh A', kalau film horor takut gak bisa tidur." jawab Abbey.
"Cih! Kan tidurnya sama aku, jadi kenapa harus takut." balas Rico sambil mencari film romantis.
"Ih, kalau aku mau ke kamar mandi emangnya Aa mau bangun nemenin aku?" tanya Abbey.
"Ya gak sih. Hehehehe..." seloroh Rico.
Fillm romantis pun sudah di pilih.
Abbey pun berdiri dari duduknya untuk mengambil salad buah yang sudah ia stok dalam kulkas. Dengan dua cup ukuran sedang salad buah di tangannya, Abbey kembali ke ruang tengah.
"Berhubung udah malem, ngemilnya salad buah aja yah A'." ucap Abbey sembari memberikan satu cup salad buah pada Rico.
"Mmm..." jawab Rico sambil mengambil cup yang di sodorkan Abbey.
Film pun di putar.
Abbey sangat serius menonton film yang ada di layar televisi. Tapi tidak dengan Rico, otaknya masih berputar memikirkan kata-kata yang pas untuk memberitahu Abbey soal nikah siri settingannya dengan Laura.
Baru dua puluh menit film di putar dan merasa timingnya sudah sangat tepat, Rico pun memberanikan diri untuk memberitahu Abbey.
"Bey..." panggil Rico sambil menggenggam tangan Rico. Rico berusaha selembut mungkin bicara dengan Abbey.
"Hemh..." sahut Abbey sambil menoleh ke arah Rico.
"Ada yang mau aku bicarain penting sama kamu." ucap Rico.
Abbey terdiam sambil menatap mata Rico dalam-dalam. Melihat sorot mata Rico, Abbey yakin kalau yang ingin Rico bicarakan saat ini pasti perihal pekerjaan Rico.
"Terakhir kali Aa ngomong kayak gini tuh pas Aa mau pacaran settingan sama Alana. Kalau aku gak salah tebak pasti sekarang Aa mau bahas soal settingan lagi kan?" tebak Abbey.
Rico tersenyum tipis.
"Kamu tau aja." jawab Rico sambil mencubit gemas pipi Abbey yang sedikit berisi.
"Kan ini bukan yang pertama kali A' dan aku udah mulai terbiasa dengan settingan-settingannya Aa, jadi Aa gak usah tegang gitu lah, santai aja." ucap Abbey sambil meletakkan kepalanya di bahu Rico.
Abbey mengangkat kepalanya dari bahu Rico.
"Apa?" tanya Abbey penasaran.
"Nikah siri settingan, Bey." jawab Rico.
Tubuh Abbey langsung mematung mendengar jawaban Rico.
"Kamu tenang aja Bey, ini gak seperti yang kamu bayangin. Aku sama sekali gak ngucapin ijab kabul kok, cuma foto aja seolah-olah aku sama Laura sedang ijab kabul." ucap Rico yang sudah ketir melihat ekspresi wajah Abbey.
"Laura? Laura siapa? Artis pendatang baru?" tanya Abbey yang masih syok.
Rico menggeleng.
"Dia pengusaha dan dia ngajakin nikah siri settingan buat nutupin skandalnya dengan pengusaha dari Singapura yang statusnya masih suami orang. Yah, biar harga saham perusahaan mereka gak turun gitu, Bey. Yah... pokoknya gitu deh." ucap Rico.
"Gak A', kalau ini aku gak setuju!" jawab Abbey.
Jawaban Abbey memang sudah Rico duga.
"Bukan cuma kamu aja yang gak setuju Bey, aku sebenarnya juga gak setuju. Walaupun aku gak bener-bener ngucapin ijab kabul tapi tetap aja orang-orang mikirnya aku beneran nikah siri sama Laura dan kalau kontrak nikah siri berakhir, berarti status aku duda. Dan yang paling aku takutin image aku jadi buruk di depan masyarakat karena aku nikah siri dengan pengusaha, masyarakat pasti mikirnya aku benalu atau apalah sama Laura." ucap Rico.
"Nah itu Aa tau! Dan yang paling penting, saat kita menikah nanti, aku juga akan keseret-seret dan pasti masyarakat mikirnya aku pelakor yang merusak pernikahan kalian!" sahut Abbey.
"Pokoknya aku gak setuju A'! Jujur, nerima Aa pacaran settingan aja aku masih berat, lah ini udah mau nikah siri settingan!" lanjut Abbey.
"Tapi aku gak bisa nolak Bey, kamu masih inget kan dengan isi kontrak kerja aku dengan Leo Entertainment? Aku gak bisa nolak settingan apa pun yang Leo Entertainment rencanakan untuk aku. Kalau aku nolak aku harus bayar pinalti dan uang pinaltinya itu gede banget, Bey! Uang aku gak cukup buat bayar uang pinalti ke Leo Entertainment." balas Rico.
"Aa jual aja semua aset-aset yang Aa miliki buat bayar uang pinalti!" balas Abbey.
"Ya gak mungkin lah Bey, aku ngedapetin ini semua bukannya ngepet Bey! Semua yang aku miliki ini hasil kerja keras aku, masa iya aku harus jual semua ini. Dan lagian ini semua belum lunas. Apartemen, mobil, belum lagi utang di bank untuk beli rumah yang aku kasih ke kamu." balas Rico.
Abbey terkejut mendengar pengakuan Rico yang ternyata membeli rumah dari hasil meminjam uang ke bank.
"Aku gak butuh rumah itu! Jual! Aku hanya butuh kamu A'! Aa gak usah takut miskin, kita ulang lagi semuanya dari nol!" teriak Abbey.
Abbey dan Rico pun bertengkar hebat.
Rico kekeh tidak mau menjual semua aset yang ia miliki karena bukan dengan mudah ia mendapatkan semua ini, sedangkan Abbey kekeh ingin Rico menjual rumah dan aset-aset Rico dan mengulang kehidupan mereka dari nol lagi.
"Sekarang gini, Aa tinggal pilih, Aa pilih aku atau melanjutkan nikah siri settingan Aa! Kalau Aa pilih aku, jual semua aset Aa untuk bayar pinalti. Kalau Aa pilih tetap melanjutkan nikah siri settingan ini, aku mundur! Kita putus!" ucap Abbey.
🍁 🍁 🍁
Bersambung...