
🍁 Happy Reading 🍁
"Sini kamu!" Abbey menarik tangan Rico dan menyeretnya keluar dari kamar Alma dan membawa Rico kebalkon.
"Co, kamu memang Ayahnya Alma dan punya hak untuk memberikan yang terbaik untuk Alma, tapi harusnya kamu tanya dulu dong sama aku kalau kamu mau sewa suster! Dari Alma masih bayi sampe sekarang, aku yang ngurus dia sendiri, aku rela ada yang asuh Alma selain aku!" kesal Abbey.
"Dan sekarang kamu tiba-tiba mau sewa suster buat Alma tanpa tanya-tanya dulu sama aku! Kamu mikirin perasaan aku gak sebagai seorang Ibu yang mengurus Alma dari bayi!" lanjut Abbey.
"Maaf Bey, aku gak mikirin kesitu. Niat aku nyewa suster yah cuma buat bantu kamu. Jadi kamu bisa fokus kerja dan Alma aman diurus sama suster." balas Rico.
"Tapi kalau kamu gak mau aku sewa suster, ya udah nanti aku batalin susternya." kata Rico lagi.
Abbey memalingkan wajahnya dari Rico dan melihat ke arah jalanan.
"Aku minta maaf, jangan marah lagi yah." rayu Rico.
"Soal kamar, kamu tetap pake kamar utama, kalau soal yang jaga Alma, biar aku yang tidur sama Alma, besok kan kasur yang aku pesan buat suster dateng, jadi aku tidur di kasur itu aja." kata Rico lagi.
"Gak usah! Aku tidur di kamar Alma aja, biar aku yang tidur di kasur yang buat suster." balas Abbey.
"Atau gak gini aja, biar adil kalau malam Alma tidur sama kamu di kamar utama, tapi kalau siang dia tidur di kamarnya. Ruang kerja aku kan ada di samping kamar Alma, jadi kalau siang, kamu bisa pake ruang kerja aku buat kamu bikin komik. Dan malam aku yang tidur di kamar Alma. Gimana?" tanya Rico.
"Katanya kamu tidur di hotel?" tanya Abbey.
"Aku gak tenang kalau kalian cuma berdua disini. Kan kamu gak mau make suster, jadi biar aku yang bantu kamu jagain Alma dan urus apartemen." jawab Rico.
"Ya, mau yah." rayu Rico.
Abbey menghela nafasnya kasar.
"Ya udah. Aku juga sebenarnya segan kalau kamu harus tidur di hotel." jawab Abbey.
"Ya udah, siap-siap yuk, aku mau ajak kamu sama Alma jalan-jalan sekalian kita pergi belanja kebutuhan dapur dan kebutuhan kamu dan Alma." ajak Rico.
Abbey menganggukkan kepalanya. Mereka pun berbalik. Saat berbalik ternyata sudah ada Alma di dekat pintu balkon.
"Bunda, beneran Om ini Ayah Alma?" tanya Alma.
Rico dan Abbey saling pandang.
Abbey pikir Alma tidak akan memikirkan kata-kata Rico tadi.
"Udah saatnya Bey, jangan terus-terusan bohongin Alma." potong Rico.
Abbey menghela nafasnya kasar. Rico benar, sepertinya memang sudah saatnya Alma tau kalau Rico adalah Ayahnya. Lebih cepat Alma tau akan lebih baik.
Abbey berjalan mendekati Alma.
"Sini, Bunda kasih tau." ucap Abbey sambil merangkul Alma dan membawa Alma duduk di sofa ruang tengah dan diikuti Rico dari belakang.
"Sayang, sebelumnya Bunda mau minta maaf dulu sama kamu karena selama ini Bunda gak pernah jujur sama kamu tentang Ayah kamu." ucap Abbey.
"Jadi bener kalau Om ini Ayah Alma?" tanya Alma sekali lagi.
Abbey menganggukkan kepalanya.
"Dulu, Bunda pikir kita gak akan pernah ketemu sama Ayah kamu, makanya Bunda selalu bilang kalau Ayah kamu udah gak ada dan Bunda pikir kalau Bunda bilang begitu, kamu gak akan pernah nanya soal Ayah kamu. Tapi ternyata Bunda salah, setelah enam tahun bersembunyi, kita akhirnya ketemu sama Ayah kamu." ucap Abbey.
"Kenapa Bunda gak langsung bilang sama Alma kalau Om ini Ayah Alma? Kalau Alma tau kan, Alma bisa langsung panggil Om ini Ayah." jawab Alma.
"Sekarang kamu juga bisa panggil Om, Ayah kok." sahut Rico. Dia sudah tidak sabaran Alma memanggilnya Ayah.
"Maaf. Waktu itu Bunda bingung gimana caranya ngomong sama kamu. Tapi karena kamu sudah terlanjur dengar tadi, makanya mau gak mau Bunda jujur sama kamu. Alma gak marah kan sama Bunda?"
Alma menggelengkan kepalanya.
"Gak kok Bun, malah sekarang Alma seneng karena Ayah Alma udah kembali. Jadi Bunda gak capek lagi karena udah ada Ayah yang carikan kita uang." Ucap Alma lalu beralih melihat Rico.
"Ayah.." akhirnya satu kata yang sangat Rico tunggu-tunggu keluar dari mulut Alma.
"Iya Sayang." jawab Rico dengan mata yang berkaca-kaca.
"Ayah jangan pergi lagi yah, jangan tinggalin Alma sama Bunda lagi, kasihan Bunda, Ayah." ucap Alma.
"Pasti Sayang, Ayah janji gak akan pernah ninggalin kalian berdua lagi, Ayah gak akan biarin Bunda capek dan berjuang sendiri lagi. Ayah janji akan selalu ada buat kalian berdua." jawab Rico lalu memeluk Alma.
Suasana begitu haru, Abbey tidak menyangka kalau Alma sangat pengertian dia sama sekali tidak marah padanya karena sudah merahasiakan tentang Ayahnya dan tidak marah pada Rico karena sudah pergi meninggalkan mereka.
🍁 🍁 🍁
Bersambung...