
🍁 Happy Reading 🍁
Pukul 22.00 waktu Singapura.
Jam sudah menunjukkan pukul sepuluh, Rico sudah menidurkan Alma, sedangkan Abbey masih di ruang kerja Rico yang saat ini Abbey pakai untuk mengerjakan deadline komiknya.
Setelah memastikan Alma tidur, barulah Rico turun ke bawah. Sesampainya di bawah, sebelum masuk keruang kerja, Rico pergi kedapur terlebih dulu untuk mengambilkan Abbey minum.
Ceklek. Tanpa mengetuk pintu ruang kerja terlebih dulu, Rico langsung membuka pintu ruang kerja itu.
Abbey yang lagi serius membuat komik digital hanya menoleh sesaat lalu kambali fokus ke layar tablet di hadapannya dan menggambar dengan pen tablet.
Rico berjalan mendekati meja kerja.
"Belum selesai?" tanya Rico.
"Sebentar lagi." jawab Abbey tanpa menoleh ke arah Rico yang sudah berdiri di depan meja kerja.
"Ini minum air putih, jangan kopi terus, gak baik buat ginjal mu." ucap Rico sambil menyodorkan segelas air putih ke hadapan Abbey.
"Makasih." jawab Abbey.
Rico menarik kursi di depan meja kerja lalu menduduki kursi itu.
"Besok jam dua siang jadwal dengan dokternya Alma." ucap Rico.
Sontak Abbey memalingkan wajahnya melihat Rico.
"Bukannya pagi yah?" Tanya Abbey.
"Dokternya ada perubahan jadwal mendadak dan baru bisa dateng siang." jawab Rico.
"Oh." Abbey membulatkan mulutnya lalu kembali fokus ke layar tabletnya.
Karena melihat Abbey sangat sibuk, Rico tak lagi mengeluarkan suaranya, ia hanya memperhatikan Abbey yang sedang fokus bekerja.
Merasa di perhatikan Rico, Abbey pun berhenti sejenak dan melihat Rico.
"Kamu mau pake ruangan ini?" tanya Abbey.
"Gak." jawab Rico.
"Gak pa-pa kalau mau kamu pake, biar aku lanjutin kerjaan aku di kamar aja." ucap Abbey.
"Gak Bey. Ruangan ini jadi milik kamu, jadi kamu bebas mau pake sampe jam berapa pun." jawab Rico.
"Tapi kok kamu daritadi kamu ngeliatin aku?" tanya Abbey.
Abbey tak menjawab dan hanya memutar bola matanya malas lalu lanjut bekerja.
"Maaf yah Bey udah buat hidup kamu susah selama enam tahun belakangan." ucap Rico.
"Udah lah Co, gak usah dibahas lagi. Mungkin kalau kita gak pisah, aku gak akan ngalamin semua ini. Buat aku semua yang aku alamin enam tahun kebelakang itu bukan kesialan atau apapun, tapi berkah." jawab Abbey tanpa menoleh kearah Rico.
"Bey..."
"Hemh..."
"Apa kamu gak kepikiran memberikan keluarga yang utuh untuk Alma?" tanya Rico.
"Maksudnya?" tanya Abbey.
"Ya... Apa kamu gak mau gitu ngasih status keluarga yang jelas untuk Alma, jadi dalam kartu keluarga ada nama Ayah, Bunda dan Alma sebagai anak kandung." jawab Rico.
Barulah Abbey paham maksud perkataan Rico. Abbey memalingkan wajahnya dari layar tablet untuk menatap Rico.
"Aku rasa dengan dia tau kamu Ayah kandungnya itu udah cukup. Aku sama sekali gak kepikiran untuk menambah orang baru dalam selembar kartu keluarga ku. Cukup nama aku dan Alma aja." jawab Abbey.
"Tapi aku kan bukan orang baru, Bey." balas Rico.
"Co, hubungan kita udah lama berakhir, jadi gak salah dong kalau kamu aku masukin dalam kategori orang baru?" jawab Abbey.
"Aku bener-bener gak kepikiran untuk menjalin hubungan dengan siapa-siapa, aku hanya mau fokus membesarkan Alma." kata Abbey lagi.
"Kita bisa besarin Alma sama-sama Bey dalam status keluarga." jawab Rico.
"Co, please jangan rusak mood aku. Kamu minta aku mengizinkan kamu deket sama Alma, aku turutin. Aku juga udah kasih tau ke Alma kalau kamu Ayah kandungnya, masa sekarang kamu mau nuntut status yang jelas dalam selembar kartu keluarga sih? Maaf Co, kalau kamu maksa begini lebih baik kita gak usah ketemuan lagi." balas Abbey.
"Oke, oke, oke. Aku minta maaf. Aku bukannya maksa Bey, hanya saja aku ingin kita mengulang kebersamaan kita dulu. Tapi kalau kamu gak mau, oke gak pa-pa, aku terima keputusan kamu. Tapi gak ada salahnya kan kalau kamu pikirin lagi permintaan aku." ucap Rico.
Abbey menghela nafasnya kasar.
"Ya udah kamu lanjut kerja aja, aku gak akan ganggu kamu. Jangan terlalu malam tidurnya yah, jaga kesehatan kamu." ucap Rico lalu berdiri dari duduknya kemudian keluar dari ruang kerja.
Setelah Rico keluar, Abbey mengusap wajahnya kasar.
"Maaf A', jujur aku belum bisa menghilangkan rasa sakit hati aku ke kamu. Lebih baik kita seperti ini, aku terlalu takut merasakan sakit hati seperti dulu." lirih Abbey.
🍁 🍁 🍁
Bersambung...
Maaf yah semua aku lama update, karena banyak kegiatan di komunitas kampus 🙏🙏🙏