
🍁 Happy Reading 🍁
Sementara di tempat lain, saat ini Abbey sudah berada di kos-kosan Chika, teman baiknya yang bekerja menjadi caddy golf. Abbey tidak tau mau kemana lagi selain ke tempat Chika. Ingin pulang ke Bandung, tapi Abbey belum siap menghadapi pertanyaan keluarganya dan omongan para tetangga yang mengetahui hubungannya dengan Rico.
"Ini minum dulu." ucap Chika sambil menyodorkan segelas air putih pada Abbey.
Sejak datang Abbey hanya menangis dan sekarang baru tenang.
Abbey pun mengambil gelas itu dari tangan Chika.
"Jadi kamu udah putus beneran sama Rico?" tanya Chika. Karena Chika tau kalau hubungan Rico dengan Alana dan Erina dulu hanyalah settingan.
"Mmm..." jawab Abbey.
"Kenapa atuh Bey putus? Kenapa gak bertahan aja? Kamu gak sayang sama hubungan kalian yang udah lama?" tanya Chika.
"Kalau sayang mah sayang atuh Chik, tapi ini masalah prinsip. Siapa yang mau terima kalau pacarnya nikah siri sama perempuan lain?" balas Abbey.
"Tapi ini kan cuma settingan Bey."
"Biar cuma settingan kan orang-orang taunya ini nikah siri beneran. Nanti kalau settingan mereka berakhir, orang-orang kan taunya juga A' Ico duda." balas Abbey.
"Ya elah Bey, yang pentingkan kamu yang paling tau statusnya Rico apa. Coba kamu pikirin lagi deh Bey, jangan hanya karena emosi sesaat kamu ngambil keputusan yang kamu sesali seumur hidup kamu." bujuk Chika.
Abbey hanya menghela nafasnya kasar. Benar juga yang di katakan Chika, ia juga merasa kalau keputusan yang ia ambil ini adalah keputusan yang di ambil dalam keadaan emosi. Tapi Abbey kembali teringat akan perkataan Rico sebelum ia keluar dari apartemen.
"Kayaknya gak ada artinya juga deh menyesal Chik, soalnya A' Ico tadi bilang kalau aku keluar dari apartemen, dia gak akan mau terima aku lagi." ucap Abbey putus asa.
"Aku yakin Rico ngomong gitu karena dia juga lagi emosi. Pasti saat ini dia juga lagi nyesel lah ngomong gitu ke kamu. Kalian sama-sama tenangin diri dulu. Besok atau lusa baru deh kalian ketemuan lagi untuk bahas masalah ini baik-baik dan pastinya dengan kepala yang udah sama-sama dingin. Tenang aja, besok aku yang yang jadi mediator." balas Chika.
"Makasih yah Chik." balas Abbey.
"Sama-sama Bey. Mending kamu sekarang istirahat, biar otak kamu tenang." balas Chika.
🍁 🍁 🍁
Keesokan harinya.
Pukul 10.00
Setelah satu malam menimbang-nimbang keputusan apa yang harus ia ambil untuk hubungannya dengan Rico, akhirnya Abbey pun memutuskan untuk menerima nikah siri settingan Rico dengan Laura.
"Gak bisa juga?" tanya Abbey setalah Chika mencoba empat kali menghubungi Rico.
Chika menganggukkan kepalanya.
Abbey menghela nafasnya kasar.
"Positif thinking Bey, siapa tau aja Rico lagi bikin konten untuk endors atau untuk yutub." balas Chika menenangkan Abbey yang sudah over thinking.
Abbey pun menganggukkan kepalanya.
"Kamu gak kerja hari ini Chik?" tanya Abbey sambil menyalakan televisi, ia ingin melihat acara gosip untuk melihat perkembangan gosip nikah siri Rico dan Laura.
"Gak, aku off sampe besok soalnya kemaren-kemaren aku double sift buat gantiin temen aku yang sakit." jawab Chika.
Abbey tidak menjawab, ia tercengang melihat Rico dan Laura ada di layar televisi dan sedang melakukan konferensi pers.
"Itukan Rico..." lirih Chika pelan namun masih bisa di dengar Abbey.
Abbey hendak mematikan televisi karena tidak mau melihat konferensi pers itu entah kenapa hatinya sakit sekali, tapi dengan cepat Chika merampas remote dari tangan Abbey.
"Kita tonton dulu." ucap Chika.
Mau tidak mau Abbey pun menonton konfrensi pers Rico dan Abbey.
Dua puluh menit kemudian. Konferensi pers pun berakhir. Air mata Abbey yang sejak awal menonton konferensi pers berusaha ia tahan akhirnya pun tumpah juga kala melihat Rico mencium bibir Laura di depan pers di akhir konferensi persnya.
Melihat itu Chika pun cepat-cepat mematikan televisi lalu menoleh ke arah Abbey.
"Bey..." lirih Chika sambil menggenggam tangan Abbey.
Abbey tidak merespon dan malah langsung berdiri dari duduknya dan masuk kedalam kamar sambil menangis.
"Huuh... Kok bisa gini sih! Baru aja mau baikan, malah lihat beginian! Ini Rico juga kenapa harus ada adegan ciuman segala sih!" dumel Chika sambil menggaruk-garuk kepalanya.
Chika pun berdiri dari duduknya dan menyusul Abbey ke kamar.
🍁 🍁 🍁
Bersambung...