Kekasih Rahasia Sang Selebgram

Kekasih Rahasia Sang Selebgram
Bab 35


🍁 Happy Reading 🍁


Jakarta.


Sekarang Rico sudah sampai di rumah yang ia belikan sebagai hadiah ulang tahun Abbey dulu.


Meski rumah itu tidak pernah di huni dan belum juga ada barang-barang yang mengisi rumah itu, tapi Rico selalu menyuruh orang untuk merawat rumah itu. Rico yakin kalau suatu hari nanti kalau si pemilik rumah akan kembali dan tinggal di rumah itu bersama Rico.


Rico berjalan memasuki rumah, ia melihat tiap-tiap ruangan. Terakhir kali Rico mendatangi rumah itu sekitar dua tahun yang lalu saat Rico hendak pergi ke Singapura.


Bey, lihat rumah mu ini, masih aku rawat dengan baik. Kamu gak mau pulang ke rumah ini kah Bey? gumam Rico dalam hati.


"Co..." suara Runi berhasil mengalihkan perhatian Rico.


"Ya Mbak." jawab Rico sambil menoleh kearah Runi.


"Kamu gak mau jual rumah ini?" tanya Runi.


Rico menggelengkan kepalanya.


"Ini kan bukan rumah aku Mbak, ini rumah Abbey." jawab Rico.


"Tapi gimana kalau Abbey gak kembali, Co atau kembali tapi dia sudah memiliki keluarga?" tanya Runi.


"Aku yakin Abbey akan kembali. Dan kalaupun dia kembali dengan status sudah menjadi istri orang, aku akan mengikhlaskannya. Tapi selagi aku belum tau dia sudah menjadi istri orang atau belum, aku akan menunggunya." jawab Rico.


Runi diam dan hanya bisa menghela nafasnya kasar dan Rico melanjutkan langkahnya ke lantai atas.


"Mbak, kayaknya bagian ini ada yang bocor." ucap Rico saat melihat bekas aliran air di tembok.


"Besok cari orang buat perbaiki yah Mbak. Sekalian cek semua mana-mana yang udah rusak dan sekalian cat ulang temboknya. Pokoknya rumah ini harus terlihat baru terus." kata Rico lagi.


Runi hanya menganggukkan kepalanya.


Setelah dua puluh menit berada di rumah itu, Rico dan Runi pun keluar dari dalam rumah.


Kini mereka sudah berada di dalam mobil.


"Tapi singgah di toko kue dulu yah." ucap Rico.


"Kamu mau beli kue buat siapa?" Tanya Runi.


"Jam dua belas malam nanti aku mau rayain ulang tahunnya Abbey, Mbak." jawab Rico.


"Oh..." Runi hanya membulatkan mulutnya.


"Ke toko kue dulu yah Pak habis itu baru ke apartemen." perintah Runi pada supir.


"Baik Bu." jawab supir lalu melajukan mobilnya.


Apartemen.


Kini Rico sudah berada di apartemen. Apartemen yang pernah menjadi tempat tinggalnya bersama Abbey.


Sama seperti rumah Abbey, meski Rico sudah lama tidak menempati apartemen itu. Rico tidak pernah mempunyai niatan untuk menjual apartemen yang memiliki banyak kenangan bersama Abbey bahkan barang-barang di apartemen itu pun juga tidak ada yang Rico ganti karena barang-barang yang ada di dalam seperti sofa, meja makan, spring bed, kulkas, televisi dan beberapa hiasan-hiasan lainnya adalah pilihan Abbey.


Bahkan karikatur wajah Rico dan Abbey hasil karya tangan Abbey yang dulu Abbey gambar di buku gambar, sudah Rico pajang di dalam kamar utama.


"Kamu istirahat yah, besok aku datang lagi kesini. Besok kita bikin konten untuk endors." ucap Runi.


"Iya Mbak." jawab Rico.


Runi pun keluar dari unit apartemen Rico.


Setelah Runi keluar, Rico memasukkan kue ulangtahun yang tadi ia beli ke dalam kulkas. Lalu duduk di meja makan. Ingatan Rico kembali ke malam hari ulang tahun Abbey dan juga malam terakhir dirinya bersama Abbey.


Rico menutup wajahnya dengan kedua tangannya, entah harus berapa kali lagi kata-kata penyesalan keluar dari mulut Rico untuk membuat Abbey kembali padanya.


🍁 🍁 🍁


Bersambung...