
🍁 Happy Reading 🍁
"Bey, aku gak pernah khianatin kamu. Sampai detik ini pun di hati aku cuma kamu. Aku selalu berdoa agar Tuhan mempertemukan kamu lagi. Aku akui aku egois karena lebih memilih melanjutkan nikah siri settingan saat itu, tapi tujuan aku tuh cuma satu Bey, aku ingin memberikan hidup yang layak untuk kamu. Kalau aku tinggalin itu semua, kita akan balik ke nol lagi, aku gak mau buat kamu hidup susah lagi Bey. Walau aku tau kamu gak akan pernah ninggalin aku sekalipun aku gak punya apa-apa, tapi aku laki-laki Bey, harga diri aku terlalu tinggi, aku gak mau buat wanita yang aku cintai hidup susah! Aku gak mau sampe wanita yang aku cintai gak bisa membeli apa yang dia mau, makanya dengan terpaksa aku melanjutkan nikah siri settingan itu dan demi gak mau melukai hati mu semakin dalam, aku terpaksa gak mempertahankan hubungan kita. Tapi jauh dalam lubuk hati aku, aku berjanji kalau semua ini selesai, aku akan cari kamu lagi lagi." kata Rico.
"Tapi saat settingan aku dan Laura selesai, aku malah gak bisa nemuin kamu. Asal kamu tau, aku udah kayak mayat hidup saat aku gak bisa nemuin kamu dimana-mana, hidup aku terpuruk gak bisa nemuin kamu. Aku tanya sama semua keluarga kamu, mereka bilang kamu jadi TKW ke China. Aku suruh orang cari kamu China, tapi mereka gak nemuin jejak kamu disana. Saat itu pengen banget aku bundir, tapi untungnya aku di kelilingi orang baik dan mereka terus menyemangati aku. Selama lima tahun ini aku hanya bisa berdoa dan menunggu kapan Tuhan berhenti menghukum aku dan mempertemukan aku dengan kamu." kata Rico lagi.
"Sekarang kita udah ketemu dan aku baru tau kalau aku punya anak. Masa kamu tega sih Bey nyuruh aku pergi, nyuruh aku berhenti? Aku pengen bertanggung jawab atas kamu dan Alma, Bey. Kasih aku kesempatan untuk menebus ketidakhadiran aku selama enam tahun ini, Bey. Aku mohon." mohon Rico.
"Apalagi Alma sakit sekarang, aku gak akan mungkin ninggalin anak aku dalam keadaan seperti ini. Aku tau sekarang kamu dan Alma butuh aku, jadi biarkan aku ada untuk kalian." mohon Rico lagi.
"Aku gak nuntut kita balikan seperti dulu, aku tau itu gak akan mudah buat kamu. Aku hanya mau ada disisi kalian, itu udah cukup bagi aku, Bey." kata Rico lagi.
Tangis Abbey langsung pecah. Ia sampai berjongkok didepan Rico untuk meluapkan tangisnya. Rico tak tinggal diam, dia ikutan berjongkok dan memeluk Abbey dan membiarkan air mata Abbey membasahi bajunya.
🍁 🍁 🍁
Setelah Abbey tenang, Abbey dan Rico pun masuk lagi ke dalam kamar. Dan terlihat Alma yang sedang asyik bermain dengan berbie-nya.
Rico berjalan mendekati ranjang Alma sedangkan Abbey memilih untuk duduk di sofa dan memperhatikan interaksi Rico dan Alma dari sana sambil memakan makanan yang Rico belikan untuknya.
"Gimana suka sama berbie-nya?" tanya Rico.
"Suka banget Om." jawab Alma.
"Ada lagi gak mainan yang Alma pengenin? Bilang aja sama Om, pasti Om beliin." tanya Rico.
Alma melirik Abbey seolah menanyakan pada Abbey apakah boleh dirinya meminta mainan pada Rico.
Bukan hanya Alma yang menatap Abbey, saat ini Rico juga menatap Abbey. Mendapat tatapan maut dari Ayah dan anak itu, mau tidak mau Abbey menganggukkan kepalanya seolah ingin mengatakan kalau sekarang Alma bebas meminta apapun pada Rico dan Rico bebas memanjakan Alma.
🍁 🍁 🍁
Bersambung...