
Saaat libur tiba, ternyata Gibran dsn Dinda menghabis kan waktu mereka di rumah saja, sejak beberapa bulan belum pernah libur berdua...
Gibran yang baisa nya mengahbis kan waktu di kantor dalam rumah nya, hari ini kamar mewah milik mereka, dari pagi belum terlihat terbuka atau sekedar mereka keluar dari sana untuk ke dapur...
Di dalam kamar pribadi mereka, dua insan sepasang suami istri itu, berlomba-lomba melewati alam mimpi indah mereka hingga tidak ada kegiatan atau pun suara yang ada di dalam kamar itu.
Mungkin penghuni rumah atau Art rumah mereka, mereka sedang menikmati sesuatu yang lain, namun nyata nya tidsk ada aktifitas apa pun, selain lomba siapa paling lama bangun hingga siang...
Tidak ada yang berani mengetuk atau sekedar ingin mengantar kan sarapan mereka ke dalam kamar jika belum ada perintah atau telpon dsri kedua insan yang sibuk dengan mimpi masing-masing itu..
"Krucuk..krucuk..krucuk..." ntah dari perut siapa suara itu timbul, namun yang pasti nya, akan terbukti dari siapa yang akan bangun duluan nanti nya...
"Adughhh, laperrr lagi,padahal masih ngantuk" Suara merdu nan manja dari balik selimut itu sudah Pasti aniat cantik yang sudah menjadi seorang istri dari seorang pewaris perusahaan besar kota itu......
Dan dengan mata yang masih setengah terbuka itu, meraba-raba meja di mana letak telpon rumah tersebut.
Dan menelpon Art untuk mengantar kan makanan yang banyak ke kamar mereka sekarang juga.
Dan hanya beberaapa menit saaja makanan tersebut sudsh tiba dan ketukan pun terdengar dari luar pintu kamar pribadi mereka
Dengan kegirangan, Dinda membuka pintu lalu membawa makanan itu sendiri masuk ke dlam kamar pribadi mereka.
Memenuhi meja luas di kamar mereka, itu semua adalah pesanan dari Dinda untuk diri nya, dan tidak berpikir untuk sang suami, karana Sang suami belum ada tanda-tanda membuka mata atau keluar dari dalam selimut tebal mereka.
tanpa mencuci muka atau bersiwak dahulu, Dinda langsung mulai melahap makanan tersebut dengan segenap kebahagiaan Dinda
"Memang yang nama nya makanan hal nomor satu yang tidak bisa di lupakan dan di kalah kan kenikmatan nya" ucap Dinda terus melahap makanan tersebut yang masih terlihat banyak walau pun sudah banyak berkurang.
Saking enak nya dan menikmati makanan tersebut, Dinda tidak sadar sang suami yang menatap nya dari bekang punggung Dinda, melihat dang istri yang sangat nikmat memakan makanan itu sendiri, tanpa berniat membangun kan sang suami.
Enak banget makanan nya" ucap suara dari belakang Dinda, yang membuat Dinda Kaget dan tersedak, sang suami tanpak khawatir dan ingin mengambil segelas air untuk sang istri, namu Dinda lebih cepat menyambar minuman tersebut lalu meneguk nya hungga habis...
Sang suami pun mengelus elus kepala Dinda yang saat ini sudah cukup tenang, dan gara-gara dia sang istri tersedak dan menghenti ksn makanan nya.
"Sorry sayang, mas gak sengaja tadi ngagetin kamu, mas kira gak akan sampe tersedak" ucap sang suami penuh penyesalan nya.
"Mas apa apan sih, sudah tau Dinda sedang makan, mala di gituan, hampir mati tau gak" Dinda mersjuk dan menepuk keras lengan sang suami yang dudah ada di dekat nya..
Yaudah sorry sayang, tapi juga laper, gak di bsngunin lagi" ucap sang suami.
" Duduk dong, biar lansung makan, kan masih banyak, ayokk" ucap Dinda mulai melahap kembali makanan yang masih banyak.
Walau yang di makan dinda tak kalah banyak.
Karena pordi makan Dinda dari dulu memang banyak dan tidak perrnah berubah dan juga tidak terlalu peduli dengan orang- orang fi sekitar dia mau menilai seperti apa tentang diri nya yang tidak anggun dalam makan dan memilih makanan.
Ternyata orang kaya jika di rumah bisa jorok juga ternyata ya...
hampir satu jam mereka berdua menghabis kan makannan tersebut.
Lalu Mereka bersantai sejenak sebelum melakukan aktifitas lain atau bisa saja melanjut kan kembali tidur mereka.
"Kenyang banget sayang" sampe gak bisa bergerak nih," ucap Dinda menyender ke sofa karena Dinda baru saja pindah dari kursih tempat dia makan tadi.
"Bukan nya kamu selalu gitu sayang, selalu kekenyangan. tapi tidak pernah gendut kan.
Mungkin karena kita belum melakukan nya yang, padahal sudah cukup lama mas mengingin kan hal itu" ucap Gibran dengan ucapan yang mulai melenceng itu...
"Terus kenapa selama ini mas gak minta, kan Dinda sudah siap kok" ucap Dinda dengan Nada serius nya.
"Tapi kamu kan sibuk dan selalau capek yang, mas takut kamu kelelahan dan gak bisa kulya, kan kamu mau tamatin kulya kamu secepat mungkin" ucap sang suami yang pengertian dengan kondisi Dinda.
"Jadi Mas selama ini kalau pengen gimnandong, jangan bilang mas nyari lon teh di luar sana ya" ucap Dinda dengan muka sangar dsn menunjuk Gibran dengan sanagt serius.
Mendengar itu gibran malah ketawa dan mengigit telunjuk Dinda yang sedang menunjuk ke arah muka nya.
"Ihhh masss...!! sakit tau.. orang nanya malah di gigit, Dinda serius nih" ucap Dinda pindah ke sofa yang di duduki Gibran.
Lebih tepat nya pinda ke pelukan sang suami dengan manja...
"Ya gak lah sayang, ngapain nyari yang begituan kalau di rumah masih Orijinal.
Mas hanya belum mau membuat istri mas telalu lelah sampai-sampai gak bisa masuk kulya selama seminggu." ucap Gibran mengelus kepala istri nya...
Emang nya sampai sebegitu nya ya mas.
Kok Dinda malah jadi takut sama rasa nya, apa sampai sesakit itu, sampai-sampai Dinda gak bisa masuk kulya.
Kalau sesakit itu, untuk kita lakuin mas" ucap Dinda mengerut kan jidat nya, karena merasa sedikit ngilu mendengar cerita sang suami yang gak bisa masuk kulya selama seminggu.
"Ya.. mas juga kurang tau si sayang rasa nya sesakit apa, kan mas bukan perempuan, kan yang merasa kan itu perempuan sayang" jawab Gibran seada nya.
"Apa perlu aku tanya mama ya" ucap Dinda.
"Ufffss jangan ding sayang,Apa gak malu-maluin nanti, dsn ketahuan ding kalau kita belum malam pertama, padahal kita sudah cukup lama menikah" Jawab Gibran dan melarang Dinda menanya kan hal seperti itu.
Mending kita cari di google aja sayang, kan lebih jelas dan ada dokter juga kan yang memberi kita jawaban " ucap gibran membuat sang istri tersenyum karena setuju dengan usulan dari suami nya itu