GURU ES KU

GURU ES KU
SALING TATAP


Kini Dinda merasa benar-benar ingin memusuhi sang guru yang tidak berpasaan atas ucapan-ucapannya.....


Pagi ini, ujian kembali di mulai dengan di awasi oleh guru yang berbeda dan tidak kalah galak dari pengawas ujiannsebelumnya...


Walau gurunya ibu-ibu, mereka terlihat lebih cerewet dari guru laki-laki....


Dinda dan yang lain tetap seperti biasa, tidak bisa berkutik dengan pengawas yang selalu berkeliling di dalam kelas itu....


Ujian pagi itu tetap berjalan dengan tenang...satu jam berlalu Dinda dan sahabat-sahabatnya sudah mulai mengumpul kan hasil ujian mereka kemudian beristirahatt...


"Ke kantin yok, laper nih" ucap Dinda yang cukup terburu-buru menuju kantin untuk menggajal perut langsing nya.


"Ayokkk" saut sahabat-sahabat Dinda, sambil mengejar Dinda yang begitu cepat menuju jalan ke arah kantin...


"Dinnn.. tungguin ding, gak akan kamana-mana kantinya" ucap sahabat-sahabat Dinda yang hampir tidak bisa mengejar Dinda yang terburu-buru, seperti ingin menanggih hutang tersebut


"Lelet sih" ucap Dinda sudah memasuki area Kantin dan bersiaao utuk memesan beberaoa makanan, untuk dia makan bersama sahabat-sahabatnya, walau sahabat-sahabatnya masih tertinggal namun Dinda tetap memesan kan utuk mereka, karena waaktu yang cukup mepet...


Tidak sebanyak hari biasa, Dinda memesan makanan utuk mereka, Karena takut waktu tidak cukup, Untuk pesanan mereka, di antar ke meja maaing-masing dalam waktu cepat, Karena banyak murid-murid yang tidak masuk, karena keadaan saat ujian, dan Kantin terlihat sepi dari biasa nya.


Biasanya nya murid-murid berdempet-dempet dan berebutan memesan dan juga berebut tempat duduk, Kini tidak seperti itu, terlihat luas dan bebas mondar mandir tanpa takut makanan tersenggol atau jatuh, seperti biasanya...


Kini makanan Dinda sudah tersediah di depan mata dengan beberapa menuh yang masih hangat dan uang pun masih mengepul..


"Haiiii....!!!! Sini" Teriak Dinda memanggil sahabat-sahabatnya untuk mendekat ke arah meja yang sudah dia siap kan.


Dengan terburu-buru sahabat Dinda mendekat dan langsung duduk...


"Burauan makan, ntar abis waktu nya, di marahin lagi kita telat masuk kelas" ucap Dinda menarik satu mangkok dan satu minuman untuk dirinya...


"Ok...cus di makan kalau perlu sedot sama mangkoknya ya, biar cepat kenyang kitanya" Gurau mereka sambil tertawa cekikikan dsn menikmati makanan yang tidak sebanyak biasanya, yang penting bisa mengganjal meret mereka yang keburu laper, padahal di rumah selalu sarapan, namun Saat di sekolah kembali terasa laper..


Karena menguras otak dan juga tenaga, menghadapi ujian-ujian mereka...


hanya beberapa menit, makanan mereka sudah ludes dan kosong di dalam mangkok masing-masing, tanpa tersisa sedikit pun, belum sempat makanan itu masuk seutuhnya kedalam perut,sambil bersiri dsn terburubke kelas mereka Minum dengan cepat...


"Ayokkk" ucap sahabat Dinda yang menarik pelan tangan Dinda yang masih kekenyangan itu...


"Iya...iya..." ucap Dinda mengikuti tarikan dari sahabatnya, menuju kembali ke kelas untuk mengikuti Ujian sekolah jam kedua dan terakhir menuju pulang....


"Tak...tak...Takkk...., Suara sepatu mereka berlari melewati beberapa anak tangga dan ruang guru, Kini sahabat Dinda tak lagi mengandeng tangan Dinda dsn berjalan masing-masing menuju kelas, Dinda yang awalnya di belakang, kini sudah berada di depan sahabat-sahabatnya...


Dengan Dinda yang sering menoleh ke belakang untuk melihat sahabat-sahabatnya yang kwmbali tertinggal...


Ntah apa yang mwmbuat sahabat-sahabat Dinda selalu tertinggal dari Dinda, walau tadi mereka lebih dulu mwnghabis kan makanan dan juga berdiri di deoan Dinda...


Dengam tidak konsen melihat ke depan...


Sahabat-Sahabat Dinda berteriak... melihat sang guru yang juga keluar dari ruangan, dengan Dinda yang tak melihat guru tersebut...


"Awassss" ucap sahabat-sahabat Sinda, namun itu Tidak berati lagi Saat Dinda memanag sudah menabrak sang guru, dan sang guru juga tidak melihat Dinda...


Keadaan yang cukup Intim di mata bagi siapa oun yang melihat keadaan Dinda dan sang guru....


Dengan guru yang jatuh karena tidak ada keseimbangan dan Dinda dengan tenaga yang cukup karena dia berjalan cepat dan tidak melihat objek yang dia tabrak...


" brukkkkk... Awwww" ucap Dinda, namun yang anehnya, kenapa Dinda tidak merasa sakit seperti terjatuh seperti biasa...


"Tumben gak sakit" gumam Dinda kembali, dan tiba-tiba Dinda kaget dan buru-buru berdiri...


"Apa sudah puas meluknya" ucap suara berat seorang Pria, dan mwmbuat Dinda langsung berusaha berdiri tanpa melihat lebih dulu siapa seseorang tersebut...


Dinda cukup tau dan kenal dengan suara itu...


Dinda berdiri, tanpa menatap sang guru.


"Ma'af pak" Ucap Dinda berlari lebih cepat lagi dari tadi, saat ini Dinda benar-benar lari, hingga napasnya ngos-ngosan saat samapi di kelas dengan keringat yang banyak...


Bukan Karena takut sudah jatuh memeluk sang guru, namun Dinda cukup lelah dengan berlari tadi....


"Dinda mengambil beberapa Tisu untuk membersih kan keringatnya yang cukup membuat Dinda membasahi baju-baju seragamnya yang rapih itu...


"Ngapain sih aku harus ketemu, sampai acara jautu-jatuh segala, emang gak ada kegiatan lain apa selain ketemu Dia.. kenapa juga dia harus nongol di depan ku, buat aku bosan aja" gumam Dinda masih dengan acara membersihkan seluruh badan yang terkena keringat di bagian luar


"Dinnn" panggil sahabat-sahabat Dinda yang juga audah memasuki kelas...


"Apa, kenapa juga kalian smpai telat manggil nya, kan jadi gitu kejadian nya..." ucap Dinda sewot dengan mata melotot, marah pada sahabat-sahabatnya...


"La kamu yang gak perhatiin jalan kita yang di salahin, salahin tu lutut kamu yang gak punya mata, biar bisa lihat di depan ada guru tampan namun hilang ingatan yang kembali galak seerti dulu, agar gak nabrak" balas sahabat Dinda yang satunya dengan cemberut...


"Sudah-sudah, orang sudah kejadian kok, mau di omongin gimana lagi, lah biarin aja berlalu, semoga aja gubguru gak terlalu tidak berperasaan seperti dulu, yang menghukum murid-murid di lapangan panas" Timpal sahabat Dinda yang satunya lagi...


"Orang jatuhnya bareng, Dinda juga gak sengaja nabrak Dia, gak guna juga aku nabrak Es batu yang tidak bisa mencair itu" ucap Dinda...


"Teng ..teng..teng .."Lonceng pun berbunyi, kini jam untuk ujian selanjutnya sudah datang, Dinda dan sahabat-sahabatnya mulai berasiap dan duduk dengan rapi di tempat masing-masing...


"Jeng...jenggg..." ternyata ujuan jam Kedua kembali di awasi oleh Sang guru Gibran dengan muka yang tak bersahabat itu...


Tiba-tiba, Saat ingin membagi kan kertas ujian, dia mengeluar kan suara berat khas laki-laki perkasanya...


Murid-murid yang lain menoleh kesana-kemari, memastikan siapa yang di maksud yang guru, namun dengan Sikap Dinda yang kesal, dia tidak pernah ingin mengakui bahwa dia yang menabrak sang guru tadi saat mau masuk kelas...


Dengan rasa kesal mendengar ucapan gurunya, Dinda memutar bola mata Indahnya, yang menandakan dia menahan emosi dan kesal, serta acuh dan tidak akan mengakui apa pun di dalam kelas, yang membuat isi kelas menatapnya...


Shabat-sahhabat Dinda juga tidak ingin ikut campur dwngan urusan Dinda, Karena mereka tau, kalau sahabatnya benar-benar tidak sengaja dan saat ini sedang kesal dengan sang guru tersebut...


Dinda menahan emosi sambil menerimah kertas ujian yang di bagikan guru tersebut, Yang biasanya di bagi kan dari depan oleh sang guru, namun kali ini Dia membagi kertas itu satu-persatu hingga belakang, fsn sedikit berhenti di depan Dinda...


Sang guru menatap Dinda, Dan Dinda tidak mau kalah, malah menatap balik sang guru dengan mata sinisnya...


Mwlihat tataoan Dinda membuat kepalanya sedikit pusing, sehingga Dia memberikan kepada seorang siswa untuk membagi kan kertas itu kepada teman-temannya...


Kini sang guru tampan itu, kembali ke meja miliknya dan duduk, Tidak seperti biasanya, sang guru berdiri di samping meja saat sudah membagi kan hasil ujian, sambil memantau...


Namun kali ini tidak, sang guru langsung duduk dengan keringat dingin dan memijit-mijit keningnya, Dan terlihat sedikit menarik-narik rambutnya, walau murid-murid bayak yang tidak menyadari sikap pak Gibran itu, namun Dinda menyadarinya, terlihat wajah sang gueu yang tidak telihat seperti biasanya...


Saat ini wajah sang guru agak memucat seperi juga sedang menahan rasa sakit...


"Apa yang terjadi" gumam Dinda


"bukanya tadi dia masih terlihat baik-baik saja" lanjut Dinda sambil mengerjakan ujian mereka...


Tiba-tiba sang guru mengeluar kan sebuah obat dari sakunya lalu minum dari botol minum yang selalu di bawak oleh guru masing-masing...


Sang guru kini terlihat agak lemas dan kembali menatap Ke arah Dinda, Dinda yang dari tadi juga menatap sang guru, kini agak kaget dan canggung, pelahan Dinda menurunnkan tatapan nya......


Tidak ada respon apa pun dari sang guru, atau teguran kecil, Sang guru terlihat seperti berpikir dengan mata agak sayu, karena pengaruh obat yang Dia minum tadi...


.....Dalam hati sang guru......


Siapa gadis kecil ini sebenarnya untuk diri ku selain murid ku, kenapa beberapa kali bertatapan dengan nya kepala ku selalu sakit,


Apa dia orang spesial di kehidupan ku sebelum hilang ingatan dan kecelakaan itu, kali ini aku tidak boleh diam harus cari tau yang sebenarnyaa..."....Kini sang guru kembali dengan keadaann sehatnya dan berpikir untuk mencari tau tentang siswi yang menabraknya....


Satu jam berlalu...kini kertas ujian mereka sudah mulai di kumpul kan, dengan Dinda yang terlebih dahulu mnegumpul kan ke atas meja paling depan, kemudian keluar tanpa melihat sang guru


Begitu juga dengan sang guru yang kembali fokus dengan murid-murid yang belum mengumpul kan hasil ujian karena masih sibuk bersiap-siap...


Namun Di hati dua insan yang pernah dekat dan kenal itu, dan juga beda status tersebut menyimpan sebuah pertanyaan masing-masing di hati mereka..


......Hati sang guru....


"Siapa sebanrnya dia, aku harus menahan sakit saat bertatapan dengan dia, kenapa ingatan ku benar-benar terhapus tentang dia, kenapa tidak ada yang tersisa, padahal ingatan ku tidak hilang sepenuhnya"


......Hati seorang Dinda....


Kenapa Pak Gibran tidak mengigat ku sama sekali, apa dia benar-benar fidak sedikit pun ada ingatan tentang ku, padahal kenangan kami cukup banyak..."


Saat Dinda menunggu sahabat-sahabatnya di luar kelas tidak lama kemudian semua murid mulai keluar semuanya...Dinda yang menunggu sahabat-sahabat yang belum terlihat ensmoak kan batang hidung mereka.


ternyata berada di paling belakang dan keluar bersama sang guru, dua insan itu berpapasan Dengan Dinda yang acuh dan sang guru yang langsung berlalu seakan benar-benar tidak saling kenal walau hati mereka berbeda dan ingin saling mengenal dan ingin tau tau...


"Ayok Din kita pulang," Panggil sahabat-sahabat Dinda, yang melihat Dinda seperti melamun...


"Ahhh...iya...!!!ayokkk" jawab Dinda yang saat itu benar-benar melamun dan kaget saat sahabatnya mengajak untuk pulang...


Di parkiran pun Dinda sedikit mencari keberadaan mobil gurunya, memastikan sudah pulang apa belum, namu tidak ingin terlihat oleh orang lain....


.Dinda konsent melihat ke satu arah, yaitu keberadaan sebuah mobil kepunyyan sang guru, namu tidak terlihat orang di samping mobil milik sang guru...


"Kemana pak Gibran,kenapa belum pulang ya" gumam dalam hati Dinda...


Tapi sebenarnya guru tersebut sudah berada lama di dalam mobil, sebelum murid-muridnya kekuar dan melihat Dia...


Sang guru juga menatap dari dalam mobil dgn kaca gelapnya..


Saat Dinda masih betah menatap ke arah mobil tersebut, Tiba-tiba mobil itu menyalakan mesin dan hal itu membuat Dinda malu dan belalu dari parkiran menuju mobil jemputan miliknya...


"Dinda...Dinda...Dinda" ucap Dinda yang merasa ketahuan dan malu, karen di dalam mobil sudah ada orang dan paati juga sudah melihat sikap bodonya tadi...


"Dinnn... kita-kita langsung pulang ya" panggil sahabat-sahabt Dinda yang di balas anggukan oleh Dinda saat masuk mobil....


Sang guru yang sengaja menyala kan mesin mobil milinya, sedikit menyungging kan senyum tips atas sikap Dinda yang malu dan berlalu secepat mungkin...


"Dasar murid bandel" ucap sang guru yang mulai keluar dari area parkiran melewati mobil milik Dinda sambil membuka kaca mobil saat melewati mobil milik Dinda...


Sang guru sengaja menoleh ke arah Dinda yang juga tidak sengaja menoleh, Saat mereka saling tatap, Dinda dengan cepat membuang muka ke arah sopir, seperti tidak melihat sang guru....


"Ya ampun Din, kamu malu-maluin" ucapnya sambil menepuk-nepuk jidat nya menahan malu yang teramat itu..


Rasa kesal dan benci tadi seketika hilang berganti dengan rasa malu yang teramat besar...


Melihat Dinda bersikap cukup aneh, sang mama menegur Dinda...


"Ada aoa nak, ada masalah ya saat ujian tadi" tanya sang mama menata Dinda, mendapat pertanyaan itu, Dinda lansung merubah sikapnya menjadi biasa ..


"tidak apa-apa ma, yok pulang" ucap Dinda mengalihkan pembahasan dan pertanyaan sang mama