GURU ES KU

GURU ES KU
MENDAPAT KADO DAN SURAT


"Ada apa dengan pak Gibran, atau cuma perasaan ku saja, dia seakan mencoba dekat-dekat dengan ku.


Jika dugaan ku benar, apa maksud dari semua sikap nya itu, apa Dia kira aku begitu sangat ingin mendekati nya, Karena selama ini, aku sering terlihat curi-curi oandang pada nya" gumam Dinda yang mulai menjelas kan materi tugas yang di di titip kan guru untuk kami kerjakan...


Dinda sedikit curiga dengan sikap Pak Gibran yang sengaja menjelas kan materi, sangat dekat, sampai-sampai harus bersentuhan tangan..


"Dan apa kata nya tadi, aku sendiri yang harus mengantar buku itu ke ruangan nya, sedang kan Ruangan pak Gibran bedah jauh dari ruangan guru lain nya" gumam Dinda menaruh curiga, namun kecurigaan Dinda memang tidak meleset.....


Dinda menjelas kan materi tersebut lalu mengerjakan tugas bersama di dalam kelas, dengan suasana tenang, mereka belajar dengan baik walau tidak ada guru di dalam kelas mereka, satu jam lebih telah berlalu nya waktu.


Tugas mereka telah usai dan Mereka mengumpul kan buku si meja Dinda, dan Dinda mukai menyusun buku-buku itu, menurut Dinda tidak terlalu berat dan Dia berniat mengantar kan sendiri ke ruang guru yang bernama Gibran.


Beberapa menit berlalu....


"Tokk...tok..tok..." ketukan Pintu ruang Pak Gibran terketuk, lalu terdengar suara pak Gibran yang mempersilakan sang pengetuk untuk masuk ke ruangan nya...


"Permisi pak, Ini buku-buku nya, semua Sudah di kumpul kan" ucap Dinda menunggu sang guru mau di tarok di meja bagain mana buku-buku tersebut, namun pak Gibran tak bernait untuk mengeluar kan suara dan Dinda masih setia berdiri menunggu pak Gibran mengizinn kan buku tersebut mau tarok di mana...


Seperti nya kesabaran Sinda sudah habis, dan membuat Dinda langsung meletak kan buku tersebut si Kursi sofa yang terdapat di ruang itu, lalu berniat untuk keluar dari ruangan itu...


"Mau kemana kamu, Sudah gak sopan narok buku sembarang, sekarang keluar gitu aja, Gitu cara kamu menghormati guru" ucap pak Gibran memasang wajah serius.


Namun bukan nya takut, cara pak Gibran malah membuat Emosi Dinda memuncak


"Apa bapak bilang, Saya gak sopan" balas Dinda membalik kan badan menatap sang guru dengan berdiri si tempat...


"Ya..., kamu gak sopan,"balas sang guru tampan itu masih dengan tampang serius nya....


"Heeeh, ternyata di balik kesempunaan seorang guru seperti Bapak, seperti nya bapak punya kekurangan,akibat kecelakaan enam bulan lalu...tidak hanya ingatan bapak yang hilang, seperti nya indra pendengar bapak juga, tapi kalau di lihat dari luka kecelakaan, Saya lebih parah dari anda, tapi nyatanya efek nya lebih mengerih kan di tubuh bapak " ucap Dinda..pajang lebar...


" Tutup mulut kamu, seperti nya tadi saya bercanda terlalu mudah untuk gadis kecil seperti kamu, nyata nya kamu memang tidak sopan mengeluar kan kata kata" ucap Gibran yang saat ini benar-benar marah.


Melihat kenarahan itu, Dinda cukup takut walau dia berusaha tidak memperlihat kan ketakutan pada wajah nya..


Dan Dinda tidak ingin memperpanjang masalah tersebut dan keluar dari ruangan itu penuh emosi....


"Brakkkk.." Dinda dengan berani membanting pintu dan mentup kasar, pintu ruangan sang guru itu...


"Dasar guru idiot gak sadar dia yang melakukan kesalahan duluan,ya sudah aku emosi jadi gitu"gumam Dinda memasuki kelas...


"Tapi ucapan ku tadi memang cukup kasar sih dan kenapa aku seberani itu melawan sang guru,ah sudah lah kalau mau hukum ya hukum aja" sambung Dinda duduk di bangku nya denagn perasaan was-was.


Kini jam pulang sudah terdengar, Dinda bersiap pulang bersama sahabat-sahabat nya. saat di parkiran seorang murid laki-laki menghampiri Dinda...


"Dinn...Dinda" panggil nya lalu mendekat ke arah Dinda yang masih berdiri di parkiran bersama sahabat-Sahabat nya...


"Ini" ucap Pria itu memberi kan sesuatu seperti sebuah kotak kecil dan sebuah surat... lalu dia berlalu pergi tanpa memberi penjelasan apapun kepada Dinda....


"Apa ini" ucap Dinda bertanya kepada laki-laki yang sudah berlalu pergi dan sudah tidak terlihat lagi...


Ntah apa isinya sahabat-sahabat Dinda penasaran, tapi surat dan kotak kecil yang sudah Dinda Lihat isi nya itu langsung Dinda robek dan buang ke tong sampah.


"Dasar gak jelas" ucap Dinda pergi dari parkiran lalu mamasuki mobil yang sudah menunggu menjemput Dinda...


Semua itu tidak lepas dari pengamatan sang guru tampan Dari dalam mobil milik nya


"Benar-benar galak dan jutek, kalau tidak suka langsung merespon itu, seperti kepada ku tadi, dan tidak memandang status orang tersebut" ucap sang guru sambil tersenyum.


Kini para murid dan guru-guru sudah pulang, namun beda lagi dengan seorang guru tampan di dalam mobil milik nya yang sengaja menunggu orang sepi, lalu turun mendekati tong sampah, di mana seorang murid perempuan membuang sesuatu yang mengelitik hati nya..


Sang guru itu mengambil sebuah kotak kecil dan surat yang sudah Dinda buang, Dinda memang merobek surat itu, namun hanya menjadi dua potongan besar, yang membuat orang bisa kembali menyambung kan surat itu dsn mengetahui isi surat tersebut..


Kini sang guru masuk kembali ke mobil milik nya dan melihat dan membaca surat itu...


"Fans baru" gumam nya..


"Aldo Anak IpA, seorang pemain basket dan juara sekolah" Sungguh pamer, Oantas gadis itu lansimung merobek dan membuang Hadiah kecil ini" Ucap sang guru yang mengeluar kan kado tersebut berupa kalung mungil cukup Cantik.


"Hehhh" Dengus sang guru membuag kado keci itu ke tong sampah yang ada di mobil milik nya..


Grup chat Dinda berdeting sangat banyak, pertanda geng Dinda yang melakukan obrolan itu..


"Dinnn..Dinnn.Dinnnn....


"Ping...Ping...ping...


Dinda, balas ding" ucap Sahabat Dinda yang tidak seperti biasa nya yang ingin chatan Dinda saat sudah di rumah. sampai membust Dinda puding dan membuka lalu membalas chat itu...


Apa ..apa...apaaa... mau apa kalian..???.. mau tanya tentang pemberian di sekolah tadi kan, dasar kepo" ucap Dinda yang sudah bisa menebak maksid dari chatan mereka...


"He..he..he..he.." balasan dari para sahabat-sahabat Dinda yang ketahuan maksud mereka.. seperti mengirim gambar lucu ke grup mereka...


"Iya Din kepo nih, kadih tau dong," tanya yang lain nya, sudah terlanjur Dinda tau msksud mereka...


"GAK MAU, KALIAN SEMUA KEPO" Balas Dinda, membuat sahabat-sahabat langsung ciut dengan balasan chat dari Dinda itu..


Melihat grup itu kembali sepi karena Dinda marah akan kekepohan sahabat-sahabat nya, Dinda memblas chat mereka, yang membuat sahabat Dinda kembali bersorak dan semangat untuk maduk sekolah besok


"Besok ya sayang-sayang ku, akan ku critakan sekarang aku mau makan dan istirahat" balas Dinda membuat sahabat-sahabat Dinda kembali menyemangati diri sendiri, karena besok mereka mengetahui kebenaran dari kado dan surat saat di sekolah tadi...


"Ok Dinda sayang, silakan melanjut kan makan lalu istirahat nya ya, besok kita jumpa pagi-pagi ya, biar lebih leluasa pembahasan nya" balas sahabat Dinda yang begitu bersemangat


"Dasar giliran yang kepo-kepo aja,.sibuk banget chat- chatan nya, sampai sampai mau buang pipis aja gak sempat lagi," gumam Dinda mengganti seragam sekolah ke pakain Ganti, lalu turun untuk makan bersama keluarga yang selalu menunggu dan menemani Dinda Hingga selesai.


Kadang Dinda sengaja berlama-lama makan sambil main Hp, namun tidak ada kemarahan dari orang Tua Dinda, mereka tidak mau momen berharga bersama Dinda hilang begitu saja...


Kadang orang Tua Sinda berusaha becanda dan mencari topik untuk membuat Dinda tersenyum, dan kadang Dinda merespon kadang tidsk terlalu...