
Dinda dengan segenap kesempurnaan fisik dan juga kekayaan yang melimpah menikah dengan seorang pewaris perusahaan terbesar di kota itu, membuat kehidupan mereka bak negri dongeng.
Di mata masyarakat kelas menengah ke bawah.
Namun bagi Dinda harta itu hanya milik orang tua dan suami nya.dan dia hanya menumpang hidup, walau Dinda juga seorang pewaris tunggal kedua orang tua nya, Namun Dinda tidak merasa harta itu milik nya.
Kini Dinda mulai sibuk dengan urusan kuliah nya dan Gibran di sibuk kan dengan urusan kantor, karena sekarang semua menjadi tanggung jawab Gibran.
walau sudah hampir sebulan menikah, mereka belum menunai kan kewajiban mereka sebagai suami istri.
Hanya sebatas bercu mbuh dan merem as saja, Namun belum ke Inti nya, dan mereka belum bisa menikmati itu, karena jadwal yang makin padat, kadang Gibran yang bekerja sampai larut malam Di rumah nya, kadang juga Dinda yang sibuk dengan tugas-tugas dari kampus karena mahasiswi baru, dan masih banyak yang harus mereka sesuai kan.
Gibran dan Dinda memang saling mengerti satu sama lain. kadang Dinda bisa ke kantor untuk menemani sang suami makan siang.
kadang juga Gibran jika ada waktu menjemput sang istri ke kampus, namun hal seperti jarang terjadi, karena kesibukan masing,-masing mereka. tapi Gibran selalu berusaha hampir setiap hari menjemput sang istri, karena istri cantik nya itu banyak di deketin oleh mahasiswa- mahasiswa dari semua kalangan. termasuk ada dosen-dosen yang telihat mendekati Dinda yang masih sangat cantik itu....
Rumah tangga yang baru terbangun selama sebulan lebih itu, berusaha mereka jaga dengan sangat baik.
Walau banyak tantangan baru yang harus mereka hadapi, dengan Gibran seorang pengusaha mudah dan sering bertemu rekam bisnis dan Dinda seorang mahasisiwi cantik dsn pintar.
Mereka menjadi Idola dan banyak yang mencari kesempatan untuk mendekati mereka, walau sudah banyak yang tau bahwa mereka sudah menikah. dengan acara pesta pernikahan yang meriah dan mewah selama seminggu itu.
Membuat satu Negri itu pasti tau, bahwa mereka sudah menikah....
Bulan demi bulan, pernikahan Gibran dan Dinda sudsh mendekati setengah tahun nerlalu, mereka memang sangat sibuk dengan urusan mereka.
Tapi sekarang Dinda lebih dewasa dan lebih bisa mengatur jadwal kulya nya dan cara mengurus sang suami.
Jika Dinda masuk kulya pagi, dia bangun pagi menyiap kan keperluan sang suami dan juga menemani Sang suami makan. lalu berangakt kulya dengan satu mobil, karena arah kantor dsn kukya Dinda searah.
dan memang dari dulu Dinda dan Gubran sudah merencana kan itu, agar sedikit mudah bertemu dalam kesibukan mereka.
Jika Dinda masuk pagi, Siang nya Dinda akan langsung ke kantor sang suami, untuk menemani Gibran makan, atau bisa juga masak buat Gibran di kantor.
Jika memang Gibran memang sangat mengingin kan masakan sang suami, Dinda akan siap memasak, Karena di kantor dan ruangan Gibran tersediah itu semua, seperti rumah kecil dengan perlengkapan lengkap.
Namun Gibran jarang mau membuat sang istri kerepotan dan kelelahan, karena Gibran juga tau jadwal kulya Dinda yang cukup padat memasuki smster awal.
Bukan Karena mata pelajaran nya yang membuat Dinda kerepotan, tapi karena Dinda benar-benar ingin lulus dengan nilai yang bagus dan tidak
berlama-lama melewati masa kulya nya.
"Tok..tok..tokk.." Pintu ruangan Gibran di ketuk dan Gibran mempersilakan itu.
Biasa nya asisten laki-laki Gibran yang masuk dan selalu mengetuk Pintu.
Taoi Karena Gibran bukan yang selalu ada waktu untuk memperhati kan orang yang masuk ke ruangan nya, Gibran hanya acuh dengan orang yang datang.
Dengan ketukan sepatu dsn bisa di tebak itu sepatu wanita,Gibran sekilas menoleh.
Dan itu adalah seorang wanita dengan rok pendek dan ketat dan buah Da da yang membusung tinggi, dengan bib ir merah nya.
Datang ke arah Gibran dengan membawa berkas-berkas yang di perlu kan Gibran unzuk dia tanda tangan.
Dengan tidak sopan nya Wanita bak seorang lon teh itu mende sah di depan Gibran dengan nada sensual dan juga menunduk memberi kan berkas-berkas yang di perlu kan Gibran.
Mendengar itu, membuat Gibran langsung mnelpon seseorang untuk masuk ke ruangan nya.
"Kalian datang ke ruangan ku sekarang juga" ucap Gibran di telpon tanpa menoleh sesikit pun kepada wanita yang sedang berusaha mengoda nya dengan berani di ruangan pribadi nya itu.
Beberapa detik saja dua orang pria tinggi besar dan hitam, dari bagain keamanan langsung masuk ke ruangan Gibran, dengan izin Gibran tadi.
"Ya pak..?? kami di sini!!" ucap Dua pria dengan badan besar tinggi yang pasti nya sangat kuat.
"Pak kenapa harus ada orang Di sini" ucap sang gadis dengan bedak setebal cat tembok itu, membuat Gibran jijik dengan wanita itu.
"Buang keluar virus yang ada di ruangan ku saja, Pasti kan aku tidak akan melihat wanita seperti ini lagi di mana pun aku berada" ucap Gibran memberi perintah Pada dua pria gaga itu.
"Baik pak" ucap dua orang itu lalu mendekati Wanita tadi.
"pak gibran apa yang kamu lakukan, aku hanya ingin memberi mu hiburan karena aku tau kamu lelah dan butuh pijatan, aku selalu melihat bapak yang punya banyak kerjaan sehingga sering pulang larut malam.
"Aku akan melayani bapak, tidak seperti istri krempeng dan tidak berguna itu pak, aku lebih di gilai pria" ucap sang wanita itu dengan berani nya, sampai-sampai membanding kan Dinda yang begitu sempurnah dengan bebek sawah sepwrti wanita tak punya harga diri itu.
Mendengar ucapan wanita itu, Gibran menyuruh anak buah nya berhenti sejenak, dan menoleh marah kepada wanita itu, sangat marah dan belum pernah Gibran semarah seperti saat ini.
Gibran mendekat ke arah wanita itu lalu mengata kan sesuatu yang membuat wanita itu gementar.
"Lempar wanita bodoh ini ke kandang macan, dan sekalian keluarga nya Karena dia sudah menghina istri yang sangat aku cintai" ucap Gibran dengan mata nyalang dan suara Gibran mengigit gigi nya sendiri dengan rahang mengeras.
Dua pria itu oun sangat kaget dan juga ketakutan akan ucapan bos besar mereka, Namun mereka mengerti betapa sang bos besar mereka sangat mencintai dan menghargai istri nya, dsn juga Wanita yang datang ke ruangan Gibran dengan berani.
Lalu berusaha mengoda sang bos besar, lalu menghina istri yang sangat di cintai nya. itu hal yang fatal di lakukan di dalam perusahaan nya.
Kini menjadi kehilangam nyawa karena ucapan wanita itu sendiri. dan lebih parah nya, semua keluarga gadis bodoh itu juga akan ikut menanggung resiko dari ucapan sang wanita.
Keluarga yang tidak tau apa-apa kan ikut mati karena ulah wanita itu.
Mungkin wanita itu mengira tidsk akan terjadi malah petaka sebesar ini pada dia, dsn berpikir akan sukses mengoda sang bos dengan tubuh berisi namun otak wanita itu kurang.
"Ahkk.....!!!!!!!!!!!ap..apaaa..?? jangan..jangan...jangan.. jangan Pak, saya mohon pak" ucap wanita itu dengan bersjud di deoan Gibran yang dingin dan jarang bebicara kepada siapa pun kecuali istri dan keluarga ya.
Wanita itu semakin berlutut dan bersukud mohon di beri ma'af dan memohon agar keluarga nya jangan ikut serta dalam ucapan seorang Gibran tadi.
Namun seirang Gibran yang tidak pernah mengganggu urusan irang kain atau sibuk menganggu ketenangan orang lain, paling tidak suka keluarga terutama sang istri di hima oleh orang lain dan siapa pun itu.
"Lakukan sekarang, atau keluarga kalian yang akan ikut bersama wanita gob lok ini" tunjuk Gibran kepada wanita yang sedang merangkak sambil bersujud memohonnampun itu...
Dan mereka berdua tidsk ingin melibat kan keluarga nya yang tidak bersalah hanya ulah gadis yang tidak berpikir dahulu sebelum mengeluar kan kata-kata yang akan mendatang kan kematian yang tak wajar untuk dia dan keluarga yang tidak tau apa-apa di rumah....Dua pria menyeret paksa wanita itu dari ruangan Gibran untuk keluar.
Walau wanita itu masih terus saja memohon karena juga ketakutan dengan apa yang terjadi pad dia dsn keluarga nya nanti, terus memohon belas kasih Gibran yang dingin tanpa berbelas kasih itu
Di dalam ruangan Itu, Gibran menelpon Cleaning servis untuk membersi kan ruangan nya dari virus yang barusan menyebar, dan langsung memrintah kan mengganti semua peralatan yang sudah tersentuh oleh wanita tadi dengan yang baru.
Gibran juga langsung membuang semua pakain yang dia pakai tadi dengan menganti kan yang baru.
Kini smeua peralatan di ruangan nya di ganti dengan yang baru, dan ruangan yang sudsh sangat bersih dan wangi itu, kembali di bersih kan karena ada bekas wanita tadi yang menempel pada lantai ruangan milik Gibran...
Suaara teriakan dan permohonan yang terus kekuar dari mulut wanita tadi hampir memenuhi setiap ruangan dan tempat bekerja di kantor itu.
Bukan Tidsk ingin membawa wanita itu lewat jalan pintas danntidsk di dengar orang.
Namun itu peringatan keras bagi setiap karyawan yang mencoba berkhianat dan mengagnggu ketentraman Gibran, dsn sepwrti itu lah konsekwensi yang akan di terimah oleh setiap orang.
Wanita itu menjadi tontonan dan oertanyaan di setiap karyawan yang melihat dan melintas di sana, saat itu lah mereka menyadari, jika melakukan kesalahan yang fatal pada bos besar mereka.
Bukan cuma di keluar kan dari kantor dsn tidsk mendapat pesangon apa pun, malah akan kehilangan nyawa dsn juga keluarga yang ikut menanggung itu semua.
Membuat semau karyawan dan staf lain nya merinding dan ketakutan, jika melakukan kesalahan yang smaa pada bos mereka.
Saat wanita itu sudsh hampir keluar dari ointu besar kantor itu dengan keadaan di tarik paksa dsn menjadi tontonan..
Dinda yang berniat mengunjungi sang suami, berpapasan dengan wanita yang sedang di tarik paksa keluar dari kantor tersebut.
Merasa ada yang tidak beres dsn kurang suka melihat wanita di perkakukan seperti itu, karena keadaan sang wanita sudah cukup memprihatin kan
"Tunggu..., Kenapa??? dan apa yang terjadi dengan wanita ini, kenapa kalian menyeret nya taanpa belas kasih wlau sudah berteriak memohon dengan keadaan sudah kelelahan seperti itu" tanya Dinda dan juga keluar perintah dari mulut sang ibuk bos besar mereka.
Melihat sang istri bos mengehenti kan mereka, Dua pria itu pun berhenti dan menunduk melepas kan wanita tersebut.
"Ma'af buk, kami menjalan kan perintah dsri bos besar saja," Jawab sopan sambil menunduk dari dua pria tinggi besar itu.
Wnaita tadi dengan sisa tenaga nya merangkak dsn memohon dengan tangisan pilu terdengar dari mulut wanita yang sangat berani tadi, membuat ulah kepada pak bos.
"Menjalan kan perintah dari suami ku," tanya Dinda dan langsung menelpon sang suami untuk turun ke lantai bawah guna menjelas kan semua perkara yang terjadi.
Tidak sampai Dua menit, sang suami sudah berada di kantai bawa dengan sedikit berlari ke arah Dinda.
"Sayang,.....!!! heii wanita bodoh apa yang kau lakukan, jangan menyentuh istri ku" ucap Gibran menarik pelan Dinda ke dekapan nya lalu mrnyingkir kan wanita yang sudah terlihat kelelahan itu.
Jelas kan pada ku apa yang terjadi dan kenapa dengan wanita ini, di seret tanpa belas kasih" tanya Dinda kepada sang suami.
Lalu Gibran oun menjelas kan awal mula terjadi nya hal itu, sehingga terjadi hal yang tidak ingin wanita penggoda itu rasa kan.
Mendengar penjelasan dari sang suami, Dinda menoleh ke arah Wanita itu, membuat wanita itu lebih ketakutan lagi dalam kelelahan diri nya saat ini dan kembali bersujud kepada ibuk bos dengan sisa tenaga, untuk tidak membawa keluarga nya dalam perkara ini.
Jika harus, biar kan dia saja yang menanggung semua nya, kelurga nya tidsk tau apa-apa, dengan segenap penyesalan dan tenaga yang tersisa, wanita itu meminta belas kasih Dinda dsn begitu sangat memohon dsn mengakui kesalahan dia tadi.
Wanita itu sudah pasra jika diri nya yang harus mati tapi dia benar-benar memohon atas keluarga nya...
Tiba-tiba satu ucapan yang keluar dari mulut Dinda.
"Bawah dia ke dalam, dan bawa dia keruangan kesehatan, obati dan beri dia makanan dan minuman untuk memulih kan tenaga wanita ini.
Perintah Dinda kepada petugas di sana.
Saat mereka terdiam sejenak dan menoleh ke arah bos besar mereka, bos besar mereka tanpa komentar apa pun mengijin kan mengabul kan perintah istri nya, sebelum sang istri mengamuk dan merasa tidak di hargai di kantor tersebut
Sikap keras dsn dingin Gibran mencair begitu saja saat sang pawang sudsh berada di depan mata, tanpa kompeln sedikit pun, Gibran mengiya kan uvapan sang istri tercinta.
walau baru saja di suruh istirahat dsn di obat kan, wanita tadi sudah sangat berterimakasih pada Dinda,...
"Tunggu...!!! jika sudah pulih tenaga dsn merapi kan semua yang ada di tubuh mu, temui aku di ruangan suami ku" ucap Dinda lalu menarik sang suami untuk kembali ke dalam kantor tersebut.
Melihat kebaikan sang Dinda, kepada wanita yang tidak berpikir untuk mengoda suami nya, semua karyawan merasa sedikit aman, jika nanti hal buruk terjadi bukan atas kehendak mereka dan pak bos benar-benar tidak memberi mereka waktu menjelas kan, setidak nya mereka mencoba berbicara kepada sang istri yang menjadi kunci mencair kan hati bos yang tidak berbelas kasih itu..