GURU ES KU

GURU ES KU
SAHABAT-SAHABAT KEPO


Kini waktu menunjuk kan waktu malam, Menutup Sinar sang surya yang menyinari semua kehidupan Di bumi ini.


Semua sudah mulai mengistirahat kan badan ereka di tempat tidur masing masing.


Tak tertinggal gadis imut nan cantik, salah satu murid di SMA tersebut membaring kan tubuh di ranjang luas nan empuk punya Nya..


Dinda orqng yang cepat mengistirahat kan tubuh nya, selain banyak makan, tidur juga termasuk hobbi sang gadis cantik itu.


Gadis Cantik dengan perawakan tinggi, kulit putih mulus dan berambut panjang, bermata bulat dan hidung mancung itu, tidak seperti gadis cantik lain nya, yang tetarik pada shopping dan ke salaon, Dia begitu suka dengan makanan dan tidur, Walau itu menjadi kebiasaan nya, namun hal itu tidak membuat yang gadis itu terkihat jelek dan gendul.


Ntah lah mungkin Dunda punya tips dan cara Dia sendiri untuk merawat tubuh nya, namanya juga anak orang kaya, mungkin sebelas turunan tidak akan habis harta orang Tua Dinda...


Dinda tertidur pulas di ranjang luas itu, dengan selimut tebal dan lembut yang menutupi tubuh indah nya, melindungi Dinda dari rasa Dingin, oleh Ac di kamar mewah milik nya.


Dinda gadis yang sangat mudah tidur, asal neplok di bantal, langsung deh, seperti di hinotis, langsung tepat di tempat...


"Kringg..kring...kring kring..." alrm jam kepunyaan Dinda berbunyi dan juga sang mama yang sudah tidak lagi tidur bersama Dinda, saat Dinda memang ingin dan nyaman tidur sendiri, sang mama masuk ke kamar Dinda untuk membangun kan sang putri semata wayang nya..


Namun sang outri kesayangan, tidak seperti gadis-gadis manja lain nya yang sangat susah di bangun kan..


Dinda mulai menduduk kan tubuh nya di ranjang luas itu, untuk mengumpul kan sisa nyawa yang masih belum kembali seutuh nya...


Hanya beberapa detik saja Dinda mulai turun dari ranjang mewah itu, lalu mulai melakukan ritual pagi nya...


"Nak.... sudah bangun ternyata..???!" ucap sang melihat Dinda yang mulai memasuki kamar Mandi, dan sang mama melihat anak nya kembali kekuar kamar sambil mengucap kan.....


"Nak mama sudah masak banyak makanan enak pagi ini,buruan mandi dan siap-siap nyaya, biar bisa sarapan dengan santai dan bawak bekal ke sekolah dan untuk makan di sekolah bareng teman-teman Dinda" ucap sang mama yang sekarang benar-benar sudah kekuar dari area kamar dinda menuju ruang makan.


Guna menyiap kan bekal sang anak gadis dengan cukup banyak agar bisa di nikmati, sebenar nya sang mama tidak terlalu mengenali sahabat-sahabat Dinda, selama sang mama Dinda pulang ke rumah, sahabat-sahabat Dinda tidak oernah lagi datang je fumah.


Mama Dinda hanya mengenal sahabat-,Sahabat Dinda waktu di sekolah saat menjemput Dinda, namun sang mama yakin mereka semua sangat baik


Walau pun sang mama berkomentar pun, juga tidak akan di gubris oleh Dinda, dan sang mama juga tidak mau mengatur Dinda, dia hanya konsent membimbing dan memberi semangat putrinya atas kejadian yang membuat Dinda tidsk terlalu terbuka kepada orang tua nya, karena kejadian yang di lakukan oleh oran tua sendiri.


Yang sangat sibuk bekerja dan tidak peduli kepada Dinda, Namun itu dulu, sekarang orang Tua Dinda kembali, dan memberi perhatian prnuh kepada sang anak semsta wayang mereka.


Andai saja dulu tidak melakukan kesalahan, mungkin sekarang Dinda orang yang terbuka kepada kefua orang tua nya tentang kehidupan yang ia jalani...


Kini Dinda sudah siap dengan bseragam dan polesan tipis di wajah nya, menambah kecantikan seorang Dinda yang beranjak dewasa itu..


"Takk..takkk..takk..takkk..." Suara sepatu dari kamar mewah milik Dinda yang mulai menapak ke luar menuju rusng makan...


Dan kini Dinda yang sudah berada di meja makan, menjadi semangat melihat sarapan enak nya dan lansung melahap habis sarapan itu.. sang mama tersenyum bahagia, melihat sang putri melahap habis makanan yang di masak dari tangan sendiri


........ Setengah jam kemudian......


Dinda sudah selesai dengan sarapan nya lalu mengabil kotak bekal sang sudah di siap kan oleh sang mama, lalu pamit dan berangkat...


Lima belas menit berlalu, kini Dinda sudah sampai di parkiran sekolah, dengan di tunggu oleh sahabat-sahabat Dinda yang selalu setia setiap pagi.


Dan pagi itu sahabat Dinda lebih tepat nya menunggu cerita yang akan di kata kan oleh Dinda tentang surat dan kotak Hadiah yang Dinda buang tersebut, tanpa mengatakan apa isi kotak kecil dan surat tersebut...


"Haiiii Dinda sayang" ucao sahabat-sahabat Dinda, menyqmbut Dinda yang menghampiri mereka dengan muka jutek...


"Apa, udah gak sabaran ya..???, Malas ah cerita lagi gak mood, kapan-kapan aja ya" ucap Dinda tidak semangat dan itu hanya cara Dinda membuat mood sahabat-sahaabat nya berubah..


"Din... jangan gutu dong, kan kamu janaji mau cerita kermarin,.. Ya...ya...yaaaaa..!!! plisss..!!!" mohon mereka dengan muka memohon..


"Ogahhhh...!!!!" balas Dinda berlalu meninggal kan sahabat-sahabat nya yang penasaran setengah mati itu.


"Din...Dinn..Dinnn...Ayok..." dengan memohon dsn memaksa.


"Nihhh, buruan bawain..!!" ucao Dinda memberi kotak bekal yang cukup besar itu..


"Apaan ini Din, makanan enak ya" sambung sahata Dinda yang satu nya menyambut kotak bekal itu.


"Kita sampai kelas dulu baru cerita ya, tenang kok, Dinda tidak sejahat itu" ucao Dinda membuat muka sahabat-sahabat nya kembaki terang benderang, seperti di sinari lampu bioskop...


"Okkkkk Dinda sayang, kita akan menunggu sampai ke kelas... " ucap mereka mengikuti Dinda...


"Din itu makanan apa, kayak nya enak dan banyak tu" Sahut sahabat Dinda yang dari tadi penasaran dengan isi kotak bekal itu...


"Iya... Enak dan banyak, yang Pasti nya buat kita makan pas jam bmistirahat...!!!Ok. Ucap Dinda membalas ucapan sahabat-sahabat Dinda...


"Yeeeeee.. makanan enak, kok jadi laper ya bayangin nya masuk ke mulut ku" sahut sahabat Dinda yang sudah masuk ke kelas dsn langsung dudk di dekat bangku Dinda...


Mereka langsung berkumpul menunggu Dinda mencerita kan hal kemarin...


"Jadi gini...." ucap Dinda lalu diam, Membuat sahabat Dinda yang sudsh sangat oenasaran itu melongo menunggu ucapan apa yang keluar dari mulut Dinda selanjut nya...


Dida sengaja membuat sahabat-sahabat nya penasaran, dan Kita ketawa melihat sahabat nya seperti orang bodh menunggu di melanjut kan cerita nya..


"Ha..ha..ha..ha..ha...." tawa lepas Dinda hampir terdengar di seluruh ruangan kelas itu dan membuat murid-murid lain yang berada di kelas tersebut menoleh ke arah Dinda yang tertawa cukup keras itu , karena melihat ekspresi sahabat-sahabat nya sangat lucu bagi Dinda...


"Uduhhh..uduhh...uduhhhh, jangan cemberut dong sayang, Ok..!!! kali ini beneran serius aku ceritanya. ucap Dinda merubah raut muka sahabat-sahabat nya kembali..


"Surat kemarin itu, dari cowok yang kalian bahas kemarin, yang kata nya liatin aku pas kita dari kantin mau ke kelas." ucap Dinda yang kangsung di potong oleh semua sahabat-sahabat Dinda..


"OgmggHhhh sih Aldo itu ya,, Terus... terus...." ucap sahabat Dinda menyuruh Dinda melanjut kan cerita nya...


"Terus..terus...,Nabrak sana" Ucap Dinda yang kesal.


"Belum selesai cerita nya udah di potong-potong aja, Malas cerita nya, ini aja aku malsa sebenar nya nyeritain ini, tapi karna kalian maksa dari kemarin, ya udah ku ceritain, malah belum kelas di potong-potong" ucap Dinda yang tidak mau mencerita kan lagi hal itu.


"Dinn... Ayokk donggg, masih penasaran nih, ma'af dehh ucap sahabat Dinda yang melihat Dinda kesal dan tidak mau mencerita kan lagi hal tadi...


Tidak ada jawaban apa pun dari Dinda.


"Ma'af Din kita salah, ya udah kalau gak mau cerita, gak papa, ma'af juga Din kita dari kemarin udah maksa kamu untuk cerita ke kita, sebanar nya itu hak dan privasi kamu sih, malah kita yang maksa-maksa dan kepo setengah mati" ucap Sahabat Dinda yang semakin merapat kan duduk mendekat ke arah Dinda yang Diam...


Mendengar itu Dinda menoleh dan tersenyum...


"Ok.. kita lanjut kan cerita nya ucap Dinda, dan sahabat-dahabat Dinda ikut tersenyum, karena sudah berhasil membujuk dan merubah mood Dinda lagi...


"Jadi isi surat itu, Dia itu seorang Aldo anak basket dan juara sekolah" aku kemarin langsung sobekin Karena dia ngirim surat itu kayak pamer ke aku, dan bikin aki ilfil sama Dia, dan isi kotak kecil kemarin, Kalung yang juga ukuran nya kecil, ya udah karena isi surat itu buat aku ilfil, ku buang aja ikut bersama surat itu masuk ke ting sampah, gitu aja dan gak ada jelanjutan nya" ucap Dinda menyelesai kan cerita nya...


"Ihhhh pamer banget tu si Do..do. itu, kayak orang sudah Pasti suka aja sama Dia, terlalu PEDe" ucap sahabat Dinda yang ikut ilfil mendengar cerita dari Dinda tentang cowok pemain basket yang selalu jadi incaran gadis-gadis di sekolah Dinda itu...


"Iya..ya, telalu PeDe, Mau cari perhatian dari Dinda malah bikin malu diri sendiri, Dia itu bukan Tipe Dinda, Dinda suka nya cowok dewasa kayak pak Gibran" Bisik Sahabat Dinda..


Dinda hanya mengangkat bahu nya, merespon ucapan sahabat sahabat nya yang mulai ikut dalam pembicaraan tentang Si Do.do..itu dan malah membandingbkan dengan si guru tampan dan berkarisma itu...


"Ya iya lah, siapa yang bisa saingin guru tampan dan galak kepunyaan Dinda" sambung yang lain nya, sambil mengedip kan mata ke arah Dinda yang mendengar dan melihat ke arah mereka...


"Terserah kalian aja deh, aku mah dengar-dengar aja, semoga aja tidak ada orang kain yang dengar dan menyebar kuar kan gosip kosong dari mulut kalian ini, nanti bisa jadi maslah di sekolah" sambung Dinda membalas cerita sahabat-sahabat nya itu.


"Teng .tengg..tengg" jam oelajaran di mulai dan di awali juga dengan jam pelajaran oak Gibran sang kaku itu...


Tak..tak..takk" Suara pijakann sepatu seorang guru tampan nan kaku memasuki ruang kelas Dinda...


Dan semua murid sudsh duduk dengan rapi dan penuh keheningan, tidak seperti tadi, sangat bising seperti di pasar ikan...


"Dinda ajak teman mu satu orang untuk mengambil buku yang kemarin di meja bapak, karena guru kemarin menitip kan kembali buku itu untuk di bagi kan, semua nya sudah di kasih nilai" ucap Pak Gibran dengan muka Serius, membuat Dinda yang medengar nama nya di sebut langsung berdiri dan mengajak satu sahabat nya utuk mengambil buku-buku itu.


Saat Dinda berdiri dan mau keluar dari jelas itu, satu ucapan keluar dari mulut sang guru, membuat Dinda berhenti dan menoleh cemberut..


"Tutup Pintu nya pelan-pelan, jangan di banting kayak kemarin" ucap nya menatap Dinda yang menoleh ke arah nya dengan muka cemberut...


Dinda tidak berniat membalas ucapan sang guru, kembali membalik kan badan nya lalu berlalu begitu saja...


"Kok pak Gibran ngomong gitu sama kamu Din, emang kamu kemarin pas ngantar buku, ngebanting Pintu ruangan pak Gibran" tanya sahabat Dinda yang penasaran dengan ucapan sang guru tadi...


"Mungki pak Ginran nya lagi bercanda aja, mungkin lagi boringg dia" balas Dinda yangvtidak ingin membahas tentang pertengkaran Dinda kemarin dengan sang guru nya..


"Tapi Din tadi pas pak Gibran bilang gitu, kamu nya malah pasang muka cemberut tuh" sambung kembali sahabat Dinda.


"Kamu penasaran banget sihhhh...!!!!!" ucap Dinda dengan muka tidak bersahabat nya.


"He..he..he..iya deh Din,Sorry" ucap sahabt Dinda yang melihat ekspresi muka Dinda yang tidak mau mebahas itu..


"Yokk buruan kit ambil buku itu, ntar Guru kaku itu marah-marah lagi smaa kita" balsa Dinda sambil tersenyum lalu menarik pelan tangan sahabat nya menuju ruang pak Gibran...


"Mana sih buku nya, kata nya di atas meja" ucap Dinda yang melihat Meja Pak Gibran kosong dan tidak ada apa-apa di sana..


"Iya ya Din...jadi gimana dong" bals sahabat Dinda..


Coba deh kamu tanya dulu ke kelas, kalau sudah tau di mana toat nya kamu sms aku ja, biar nanti aku yang bawah ke kelas sendiri, kan tidak telalu banyak buku nya...dan pastinya kamu harus sembunyi-sembunyi Sms ama aku" ucap Dinda kepada sahabat nya


"Ok Din..." balas sahabat Dinda yang oergi ke kelas untuk bertanya kembali kepada pak Gibran...


Sepuluh menit berlalu,...


"Tak..tak..tak..." Suara sepatu yang sudah pasti bukan sahabat Dinda membuat Dinda agak was-was, karena sudah pasti itu sang guru yang masuk ke Ruangan itu...


"Kamu gidak menemukan buku itu"tanya pak Gibran berjalan Ke arah Dinda.


"Tidak Pak, tadi bapak Bilang di atas meja, tapi Dinda lihat meja nya kosong" jawab Dinda


"Kamu Tidak berusaha mencari di tempat lain, dan hanya konsen ke meja yang kosong," balas sang guru dengan nada tidak suka..


Dinda hanya diam tidak merespon ucapan guru nya, dan sang guru menuju ke arah meja tamu di ruang itu dan mengambil setumpuk buku lalu membawa keluar tanpa mengata kan apa pun pada Dinda.


Tapi Dinda menyadari itu, kemudian ikut keluar dari ruangan tersebut dan kembali ke kelas.