
Mereka seperti lupa jika saat ini masih di lingkungan sekolah, sehingga Sang kekasih lupa status nya sebagai guru, dan merasa saat ini dia adalah seorang pria dewasa yang sedang kasmaran.
Tapi untung nya Dinda sadar dan tidsk ingin sesuatu yang membuat ujian nya rusak begitu saja, tiba-tiba Dinda menggigit bib ir sang kekasih, dsn membuat sang kekasih melepas lum athan itu dsn mulai sadar apa yang sedang dia lakukan kan saat ini.
Mereka terdiam sejenak mengatur nafas masing-masing, barulah bersikap normal.
Dan mulai berbicara secara normal...
"Ma'afbsayang, tadi aku gak bisa kontrol, dan ya..it..ituuu" ucap sang kekasih gugup kepada Dinda gugup, namun kali ini, Sinda yang terlihat biasa dsn tidsk gugup sama sekali menghadapi sang kekasih yang cukup agresif itu.
"Ya udah lah sayang, gak usah kita bahas, kan lagi mau" ucap Dinda sambil tersenyum, dan menggoda sang kekasih yang terlanjur malu itu.
"Ehemmm" hanya itu yang keluar dari mulut sang kekasih yang masih terlihat gugup itu.
"Ayokk, sudah siang, kita pulang kan" tanya Dinda kwmbali mengoda kekasih nya itu...
"Iya kita pulang" jawab pak Gibran lalu menyuruh Dindan untuk keluar duluan lalu dia menyusul Dinda ke parkiran.
Dinda tidak langsung naik ke mobil sang kekasih, Karena di parkiran masih ada beberapa guru dan siswi di sana. Dinda duduk di luar menunggu sang guru...
Saat pak Gibran samapai di parkiran, dia melihat Dinda di luar namun dia langsung paham kenapa Dinda berads di kuar dsn tidsk langsung masuk ke mobil milik nya.
"Din ayok masuk, biar bapak antar, kan kita searah, dsn untuk ke depan nya kita pulang pergi bersama saja, menghemat, dsn tidsk terlalu merepot kan orang Tua mu yang bekerja" ucap sang guru cukup keras,Agar terdengar oleh orang-orangnyang masih ada di parkiran itu.
" Trimakasih tawaran dan tumpangan nya pak" ucap Dinda dan mereka seperti sedang main sinetron dengan akting yang cukup menarik itu.
Dinda pun membuka pintu mobil dengan senyum yipis, dsn di susul yang guru yang ikut tersenyum, lalu mereka memasang sabuk pengaman lalu menjalan kan mobil...
Di perjalanan mereka tidak henti-hentinya tersenyum geli atas apa yang mereka lakukan tadi, sebenar nya bisa saja mereka tidak perlu seperti itu, tapi karena ingin mengurangi rasa curiga orang di sekitar mereka berakting seperti tadi...
Dinds tidsk ingin menimbul kan gosip tidak baik saat menetu kan kelulusan nya nanti, dia mau murni seperti yang lain nya...
Saat ini,Dinds jarang berkomunikasi kepads sahabat-sahabat nya dsn jarang bertemu juga.
Mereka sangat komsent dengan ujiannterskhir mereka, berharap mendapat nilai yang cukup bagus wlau tidak terlalu bagus.
Sayang kita mau mamoir makan dulu gak, kita gak usah lama sih, kayak dulu, cukup makan dan langsung pulang dan menyetir secara pelan" ucap sang kekasih sekaligus Guru Dinda itu, karena takut kejadiann seperti dulu terulang kembali...
Dinda masih berpikir mau makanndi luar atau tidsk, karena dia cukup takut bertemu orang dsri sekolah nya, jika itu sahabat Dinda, itu bisa di selesai kan, taoi jika orang lain dari itu, dia mau jelas kan apa, orang mereka pasti tidak akan bertanya, paling akan bergosip lalu menyebar kan gosip dan di tambah-tambah cerita nya.
"Emmmm... sebenar nya mau banget makan di luar...tapiii!!!" ucap Dinds terjeda lalu di balas sang guru...
"Tapi kamu takut jika ada orang dari sekolah kita melihat lalu bergosip si sekolah dan mempengaruhi nilai ujian kamu di mata mereka kan" tebak sang kekasih teoat sasaran.
"Iyaaa!!, benar banget" ucap Dinda cemberut...
"tenang saja, aku akan beli makann nya lalu kita makan di dalam mobil, akan calon suami mu ini beli makanan sebanyak-banyak nya. agar kamu puas makan di dslam mobil" ucap sang kekasih membuat Dinds sangat bahagia.
"Okkeee...Aku mau, harus beli setiap makanan yang aku mau lalu kita makan di dalam mobil kamu ini, agar mobil mu bauk" ucap Dinda menjulur kan lidah nya mengejek.
"Oke sayang, tidak apa, apa sih yang gak biat calon istri ku" jawab sang kekasih mencubit Pipi Dinda sambil tersenyum...
"Sakiiitty ommm, jangan pake tenaga dong myubit nya, nanti rusak muka aku" ucap Dinda cemberut.
"Ma'af sayang, yaudah kita keliling cari orang jualan dulu ya" ucap sang kekasih melihat kiri dsn kanan jalan...
Tak berselang kama, mereka melihat beberapa gerobak makanan di pinggir jalan sudah mulai membuka jualan nya,Lalu sang kekasih berhenti kan melihat-lihat jualan apa saja yang terdapta Di sana..
Dinda hanya mengintip dari dalam mobil, kadang dia menelponnsang kekasih meminta untuk menambah kan porsi makanan yang akan dia beli itu.
Mungkin ada sekitar tujuh gerobak makanna dan mereka berhenti di setiap gerobak makanan itu, Dinda sangat suka setiap makanan yang kekasih nya beli, Karena semua masih hangat dan dan baru saja di buat, dsn Dinda juga minta di beli kan beberapa minuman dingin atau pun tidak dingin.
Dan semua itu di turuti oleh sang kekasih agar Dinda bahagia, karena kebahagian Dinda paling banyak terdapat di makanan.
"Ini...ini...ini... dan ini sayang..." ucap sang kekasih memberi beberapa bungkus makanan kepads Dinda dsn dibtrimah Dinda dengan sangat bahagia.
"Gimana sudsh cukup atau kita tambah lagi" ucap Gibran yang melihat makanan panas tadi sudah mulai di lahap oleh Dinda...
"tershehgaaa...!!" ucap Dinda tak jelas Karena makanan panas itu sedang bergulat di mulut Dinda, menentu kan siapa pemenang nya...
Bukan nya ilfil dengan cara makan Dinda namun sang kekasih malah terbahak-bahak melihat Dinda memaksa makanan panas itu masuk ke mulut nya, dengan mulut yang mencong kanan mencong kiri, menghindari rasa oanas di mulut nya...
"Ha...ha..ha..ha...!!!, Pelan-pelan sayang, lihat bibir kamu samapai penyot-penyot gitu menahan panas nya...
"Gak aphpa sayang, makanan yang lagi hangat lah yang enak di makan" ucap Dinda yang mulai meniup makanan yang mau masuk ke mulut nya.
"Sayang... itu bukan makanan hangat Tapi panas bangett.. bangettt...banget sayangg ku" ucap sang kekasih yang sedikit takut dengan sang kekasih melahap makanan yang masuh panas itu...
" Kita habisin yang ini dulu saja sayang Klaunaku lapar lagi kamu beli lagi ya, kalau takut kehabisan, nanti pakai uang ku aja, aku makan nya banyak loh...Apa nanti kamu gak takut unagbmunhabis karena memberi makan anak orang seperti aku" ucap Dinda yang sudah menghabis kan dua porsi makanan tanpa menawar kan sang kekasih...
Ngapain sih liatin aku kayak gitu kamu ilfil liat aku makan, kamu cari yang lain aja kalau ilfil, Aku memang kayak gini makan, gak bisa pelan dan angun dan gak bisa makan sedikit pokok nya" ucap Dinda agak aneh dengan aikap kekasih menatap nya lekat.
" Bukan gitu sayang, kan aku sudah sering lihat kamu makan, sebelum kita pacaran, jadi bagi ku itu biasa dan luar biasa, karena ada gadis yang tidak sok anggun saat makan, jika kenyang ya kenyang, jika lapar ya kamu tunjukin kamu lapar dan ingin makann apa pun yang kamu sukai tanpa memeikir kan pandangan orang.seperrti di kantin sekolah biasa nya" ucap sang kekasih dan membuat Dinda menghentinkan kunyahan nya dan makanan di dlam mulut masih ada.
Kalau Dinds menelan paksa makanan yang ada di mulut nya saat ini.
"Dinkantin" tanya singkat Dinda....
"Iya di kantin, calon suami mu ini sering melihat kamu dan geng mu itu makan banyak setiao jam istirahat, hingga memenuhi meja tersebut, walau sudah membawa bekal dari rumah kalian maash memesan bebrapa puluh makanan lain nya Di kantin itu dan juga beberapa minuman dingin juga." ucap sang kekasih yang mengetahui kegiatan geng Dinds jika waktu istirahat tiba...
"Jadi selama ini kamu sudah lama memantau aku, walau kamu hilang ingatan, dsn kamu juga sudsh lama menyukai ku, begitu maksud kamu..???" tanya Dinda sambil menatap lekat dan dekat kepada kekasih nya itu...
"Iya... bisa di bilang begitu..." jawab Pak Gibran singakat dan jelas pengakuan nya.
"Ohhhhh" jawab Dinda singkat lalu melanjut kan makanan yang belum abis itu, namun sudsh menyelesai kan satu bungkus makanan.
"Cepat habisin biar kita beli lagi, biar kamu gemuk sedikit" ucap Sang guru tampan dsn sekarang jadi kekaaih Dinda.
"Tenang-tenang, pasti di habisin kok, walau tidak habis saat ini, akan aku bawak oulang dan nanti makam akan ku makan lagi di kamar ku...
Dan masalah gemuk atau tidak nya gak bisa pastiin, Karena dari dulu aku banyak makan seperti ini, taoi tidsk gemuk-gemuk juga" jawab Dinda melanjut kan makanan dengan suapan besar nya.
"Buruaaan di makan juga, masa cuma liatin aku aja, emang kenyang, olingan angin yang ngisi perut kamu" ucap Dinda yang baru menawar kan sekarang pada kekasih nya, setelah beberapa bungkus yang sudah habis.
"Sayang... aku nungguin kata-kata itu keluar dari mulut manis mu itu, tapi baru sekarang aku mendengar nya, setelah kamu menghabis kan beberpa bungkus makannan" ucap sang kekasih yang memasang wajah cemberut nya...
"Ha..ha .ha..ha..haaaaa...!!!" Dinds terbahak-bahak mendengar ucapannyang keluarbdari mulut kekasih nya itu...Karena sang kekasih yang dewasa bisa cemberut juga Karena Dinda tidak menawar kan makanan kepada nya sejak tadi...
Melihat kekasih nya cemberut, Dinda mendekat Lalu mengambil satu kotak makan dan membuka nya
"Sayanggg... aaakkkk" ucap Dinds yang menyuruh kekasih nya membuka mulut dan Dinda ingin menyuapi kekasih nya.
"Bukak dong sayang" bujuk Dinda yang sudah mengangkat tangan nya untuk menyuapi sang kekasih.
Melihat usaha Dinda yang ingin menyuapi nya, sang kekasih tidsk menyia kan kesempatan itu dan langsung membuka mulut dan, dsn memakan makanan dari tangan sang kekasih mudah nya itu.
"Gimana,???, makanan dari suapan tangan ku, rasa nya lebih enak bukan" tanya Dinda kepada Gutu tampan nya..
Dan Pak Gibran hanya mengangguk dan kembali membuka mulut nya untuk Dinda suapi, dan Dinda pun melakukan itu.
Dia mengabung kan makann milik nya tadi dengan makannan yang dia suapi untuk kekasih nya, lalu menyuapi diri sendiri lalu menyuapi kekasih nya, dan mereka kenyang bersama..
Tak terasa sudah hampir habis makanan yang mereka beli tadi, Karena tidak terasa, saat mereka makan bersmaa dengan di suapan tangan Dinda...
Beberapa menit kemudian semua makanan itu sudsh habis dan mereka oun mulai bersiap untuk pulang...
"Sayang udah nih, pulang yuk, mau istirahat aja di rumah, males makan lagi, udah kenyang banget" ucap Dinda tersenyum melihat bungkusan-bungjusan makanan yang mereka makan itu.
"Ok sayang kita langsung pulang aja, tuk persiapan kamu ujian besok" ucang sang kekasih, mengambil satu botoll minum lalu meminum nya sampai habis.
Dalam perjalanan pulang, mereka bercanda dengan ulqh mereka yang menghabis kan makanan sebanyak tadi,
"Yang kok bisa kamu habis kan makannanntadi semua" ucap Dinda menoleh dan menggoda sang kekasih.
"Enak aja aku Kamu tuh habisin sampi ke bungkus-bungkus nya dan kotak nya itu" ucap Pak Gibran bercanda kan Dinda.
Dinda yang tidak trimah pun memukul paha sang kekasih. masa iya sayang, aku makan bunhkus nya, di kira aku kambing apa" ucap Dinda cemberut dan masih beta memukul kekasih nya..
Ntah saat di jalan cukup sepi pak Gibran menghenti kan Mobil lalu memegan tangan Dinda, Dan menarik tangan Dinda ke sisi nya.
Hingga Dinda menimpah tubuh kekar sang kekasih dengan pandangan mereka yang bertemu..
Ntah siapa yang memulai pergulatan mereka yang cukup Pan has itu terjadi kembali dan membuat naf as mereka ngosngosan...
"Jangan meman cing sayang apa lagi men yentuh bagian itu. Oria cukup sensitip.
Kamu tidak mau bukan, kalau belum lulus Ujian akhir sekolah kamu sudah tidak pera awan lagi" ucap sang kekasih memandang wajah dan bib ir Dinda yang membengkak...
"Aapan sih, kan aku gak tau kamu se sensitif itu, dasar pria mes um, peganh dikit aja susah ketar ketir, kelamaan jomloooo yaa???" ucap Dinds menunjuk wajah sang kekasih yang memerah seperti kepiting rebus itu.
"Buruannn pulang ntar keburu malam lagi, kecarian deh kita, aku belum mau nikah sebelum lulus ya, gak kebayang deh apa kata orang-orang di sekolah tau aju nikah saat bekum menentu kan kelulusan" ucap Dinda mengomel.
Sang guru tampan pun melajukan mobil milik nya menuju kediaman Dinda dsn baru lah dia pulang ke rumah milik nya.
Namun ada satu rahasia sang guru yang bekum dia ungkap kan kepada Dinda , karena dia mau Dinda mengetahui identistas sebenar nya adalah calon pewaris perusaan ternama di kota itu. dan sebagai guru adalah kerjaan sampingan Sang Gibran tampan dengn berjuta pesina itu.