GURU ES KU

GURU ES KU
SIKAP PEDE SEORANG ALDO


Dinda mengikuti sang guru yang membawa buku itu, tidak berani mendahului guru menuju ke kelas nya, namun cara oak Gubran yang cukup santai berjakan di depan Dinda membuat Dinda kesal sendiri saat berada di belakang dan tidak berani untuk mendahului.


Dinda tetap jadi pengiring sang guru, seperti pengawal pr ngantun yang akan segera menuju pelaminan..


Dalam hati Dinda....!!!


"Kapan akan sampai ke kelas, kalau jalan udah kayak pengantin gitu...."


Tiba-tiba sang guru berhenti dan menoleh..


"Kamu gak ada niat untuk menolong guru mu yang membawa buku-buku ini" ucap pak Gibran dengan muka dingin nya...


"Ehhh.. sini pak, biar Dinda yang bawak," ucap Dinda mendekat lalu mengambil setumpuk buku yang di pegang pak Gibran...


Sang guru malah menarik kembali buku-buku tersebut.


"Kenapa tidak dari tadi" dan kembali membawa buku-buku itu hingga ke dalam kelas.


Dinda yang heran dengan sikap aneh sabg guru, hanya terpaku kaku di tempat tadi, otak nya masih blank dengan maksud dari guru nya, yang mwrajuk seperti anak kecil itu..


"Sebenar nya apa yang terjadi dengan pak Gibran itu, apa benar efek dari kecelakaan itu membuat dia bersikap aneh dan tidak berpendirian begitu. dan kenapa juga dia kesal gara-gara Dinda tidak tau letak buku itu, kan Dinda sudah suruh tanya tadi, kan bisa saja dia menyuruh sahabat ku untuk datang mengata kan itu pada ku, kenapa malah dia yang datang dengan kesal" Dinda menggeleng melihat sikap sang guru, yang seakan-akan selalu mau memarahi Dinda karena masalah sepele.


Saat masuk ke kelas, Dinda pun langsung menuju bangku nya, namunnn...


"Dinda..bagi kan buku ini segera" ucap sang guru yang membuat Dinda lesu dan memutar badan untuk ke depan...


"Kenapa kamu tidak suka bapak menyuruh mu membagi kan buku itu.?" Tanya sang guru menatap muka kesal dan lesu Dinda.


"Tidak pak" jawab Dinda mengambil lalu membagi kan buku-buku itu ke teman satu kelas nya. melihat ekspresi Dinda, sang guru tersenyum kecil...


Namun tidak dengan Dinda yang langsung duduk habis membagi kan buku-buku itu, dan tidak mengata kan apa pun pada sang guru yang setia mebgikuti setiap gerak-gerik Dinda yang penurut dan tidak sama sekali membantah ucapan nya....


Kini pelajaran di mulai, dengan keheningan di kelas tersebut, sampai jam untuk istirahat berbunyi......


Satu jam kemudian.....


"Huhhhhh" Dinda membus napas kasar di depan sahabat-sahabat nya, seakan menyalur kan emosi yang tetahan di sebab kan oleh guru kaku dan tidak berperasaan itu..


"Kenapa kamu Din" Tanya sahabat Dinda, yang melihat cara Dinda membuang napas kasar nya.


"Gak apa-apa, ayok kita ke kantin, makan-makan" ucap Dinda mengajak sahabat-sahabat nya untuk memakan bekal yang dia bawak dari rumah, yang di siap kan oleh sang mama untuk Dinda dan juga sahabat-Sahabat nya itu...


"Okkkk... ayokkkk" ucap sahabat Dinda berbarengan, kemudian berjalan cepat menuju kantin untuk mengabisi makanan itu dengam cukup santai....


Kini Dinda dan sahabat-sahabat nya sudah berada di kabtin, ada beberapa teman Dinda memesan minuman dingin dan juga minuman biasa, dan berapa porsi makanan, untuk tambahan bekal Dinda..


Kini semua sudah terhidang Di meja mereka, dan mereka mulai menyantap makanan tersebut denga lahap dan congak...


"Emmm kenimatan yang abadi tidak bisa tergantikan dengan apapun" ucap Dinda melahap makanan itu, tanpa ada embel-embel Gadis yang anggun...


"Sungguh luar biasa Din sangat nikmat makanan ini, dan berlomba paling cepat habisss..


Saat makan mereka mulai mau habis, satu geng anak basket menghampiri geng Dinda di meja yang penuh dengan bekas makanan yang bercecer, di meja karena geng Dinda menghabis kan makanan dengan cukup banyak....


Semua siswi yang berada di kantin itu, melihat ke arah meja geng Dinda, lebih tepat nya melihat anak basket yang datang ke meja Dinda.


"Haiii Din" ucap seorang ketua dari anak basket tersebut, namun Dinda yang belum sepenuh nya menghabis kan makanan dan msih dengan tangan yang penuh saos, Dinda tak menoleh, sehingga sahabat Dinda mnyenggol Dinda untuk menoleh...


Baru lah Dinda menoleh ke arah anak basket itu dengan malas-malasan, karena orang tak dia kenal menganggu waktu makan nya...


"Ada apa" ucap Dinda menoleh dengan muka tak bersahabat...


"Boleh duduk di samping loh gak.??" ucap geng dari pembasket itu, yang ingin duduk di kursi samping Dinda....


Dengan ogah-ogahan Dinda menjawab dengan sangat jutek namun jujur. Tidak ada kurdi kosong di sini, sono ada tu kursih kosong kalau mau duduk, ngapain mau myempitin tempat orang" jawab Dinda melanjut kan makan sampai habis lalu mencuci tangan nya...


Tapi geng pembasket itu seperti nya tidak menyerah begitu saja,


"Gak apa-apa gak di suruh duduk dekat loh Din, tapi loh baca jan surat dari gue kemarin dsn loh zrimah kan hadiah dari gue Ucap nya PeDe dan cukup keras di kantin itu..


Mendengar ucapan itu, membuat Dinda tidak suka dan langsung menjawab namun tak menoleh...


"Saya baca surat anda dan juga trima kotak hadiah itu" ucap Dinda menjeda ucapan nya...


ketua geng yang bernama Aldo itu pun tersenyum Pede dan ingin mendekati Dinda saat itu, namun Dunda berlalu pergi untuk masuk ke kelas nya, dengan Tisu yang masih dia peganh di tangan nya untuk mengering kan tangan yang sudah Dinda cuci...


"Tapi surat dan kotak hadiah anda sudah saya buang di tong sampah parkiran dan satu lagi, jangan coba-coba mendekati saya lagi walau hanya menyapa, karena saya tidak suka dengan laki-laki yang terlalu PeDe seperti anda" ucap Dinda melenggang pergi..


Membuat raut muka sang ketua geng yang kepedean itu lansung berubah, harga dirinya langsung jatuh oleh sikap Dinda tadi.


semua siswi Di sana masih betah melihat Aldo yang masih setia berdiri di sana.


"Do duduk di kursi ku aja yok, tu masih banyak yang kosong" ucap nya menawar kan, namun ketua geng basket itu malah menoleh dengan sinis ke arah siswi itu...


" Siapa loh berani dekatin gue" ucap seorang Aldo dengan sombong nya lalu bergi dari kantin itu bersama geng nya...


"Tadi aku kira Dinda berlebihan bersikap seperti itu kepada Aldo, tapi kenyataan nya Aldo lebih kejam dan tidak berperasaan kalau ngomong sama lawan jenis," ucap seorang siswi yang melihat percakapan mereka...


Siswi yang menghamiri Aldo tadi kembali ke meja nya dengan cukup malu, namun dia berpura-pura seperti tidak terjadi apa-apa....


Geng pembasket saat berada di loker,...


"Sombong banget si Dinda ini, tapi gue tertantang untuk mendekati nya sampai dapat, dan gue akan jadiin dia mainan gue" uvap ketua pembasket yang mukai terlihat sikap aslinya karena berapa tahun dia sekolah, belum ada satu cewek yang berani menolak dan banyak yang sangat ingin mendekati nya...


Selama ini dia selalu bersikap baik, karena semua orang mengagumi dia termasuk guru-guru, Tapi kali ini membuat Aldo menampak kan sikap Asli dan mulai ingin berniat kurang baik terhadap siswi yang menolak nya mentah-mentah di depan umum lagi.


"Do mending loh gak usah Main-main deh sama Dinda, Kata nya bekingan Dinda di sekolah cukup Kuat, orang Tua nya juga termasuk orang terbesar memberi bantuan kepada sekolah kita, walau ini sekolah elite...


Kata nya dia benar-benar anak orang kaya yang harta tidak akan habis 11 turunan" sahut teman Aldo yang mendengar Niat kurang Baik Aldo saat ingin mendekati Dinda...


"Gue gak peduli, gue akan deketin Dia di sekolah dan di luar sekolah, akan gue cari tau kemana saja di sering keluar kan ucapan loh belum pasti kebenaran nya, baru kata nya kan..." ucap Aldo penuh niat jahat dan tak menyerah hanya mendengar Ucapan dari teman-teman nya......


Di dalam kelas Dinda...


Dinda dan sahabat-sahabat nya mulai membahas tentang Si aldo yang Dinda cuekin tadi...


"Din.kamu berani banget sih nolak dia di depan umum, takut nya di marah dan dendam Din" ucap sahabat Dinda yang agak takut dengan sikap Dinda tadi.


"Udah.. tenang aja, orang dia kepedean bangwt kagi deketin gue, pake acara ngomongin surat sama hadiah yang dia kasih lagi, kalau cuma mau kenalan aja,ya mungkin masih aku ramahin secara baik, ini malah bikin aku tambah ilfil dengan sikap nya .." jawab Dinda yang memang benar ada nya...


Iya juga sih Din dia Pede banget ngomong gitu..kayak udah pasti di trimah lagi. Duku aku fans tu sama Dia, sekarang malah gak suka... selama ini sikap Dia baik loh Din, kok Tiba-tiba gitu ya, cara dia deketin kamu" ucap sahabat Dinda yang pernah ngefans sama Si Aldo itu.....


"Sudah..sudah gak usah kita bahas dia lagi mau nunggu jam pulang nih..." ucap Sinda kelupaan kalau mereka baru melewati jam pertama pelajaran..


"Huhhhh... mau nya kamu itu, noh libur.. biar gak mikirin pulang aja" sambung sahabat Dinda..


"Ha..ha .han." cuma bercanda kok" Jawab Dinda dengan tawa nya...


Kini jam pelajaran di mulai dengan penuh keheningan dalam kelas Dinda...


Beberapa jam kemudian...


"Teng .teng..tenggg... Lonceng tanda akan pulang sekolah telah berbunyi, kini mereka bersiap untuk keluar kelas..


Saat Dinda dan sahabat-sahabat nya melewati lorong sekolah, Satu geng pembasket berads di jalan itu, seperti menunggu seseorang...


"Din Aldo tu" ucap sahabat Dinda yang cukup Takut karena Aldo cukup berani, Dinda melewati geng pembasket itu...


"Dinda gue mau ngomong sesuatu sama loh, dan kalian silakan pulang duluan" ucap Aldo kepada teman-teman Dinda dan geng basket nya.


Dinda tidak peduli dan melanju kan jalan nya di ikuti sahabat-sahabat Dinda yang cukup takut, karena mereka laki-laki dan juga tubuh mereka besar dan tinggi-tinggi, walau Pak Gibran lebih Tinggi dan punya tubuh yang kekar...


"Dinda" ucap Aldo yang mengeras kan suara nya memanggil Dinda seperti orang yang Sedang marah Karena di cuekin Dinda..


"Kalian oulang duluan aja, bilang sama mama, Tunggu di parkiran aja, jangan samperin Dinda ke sini,Kalau Dinda agak telat" ucap nya meninggal kan pesan kepada sahabat-sahabat nya.


""Tapi Din, kita temenin kamu ya" ucap sahabat Dinda, yang takut akan di apa-apain seorang Aldo yang sudah di permalunkan Dinda di tempat Umum tadi..


"Kalian tenang aja, dia gak akan apa-apain Dinda kok, ini masih ruang lingkup sekolah dan kamera terpasang di mana-mana, dan dia juga tidak akan mau merusak reputasi nya sebagai orang terpandang di sekolah ini bukan" ucap Dinda menoleh kepada Seorang Aldo...


Mendengar itu, Aldo langsung menelan saliva nya kasar dan pergi dari sana tanpa memikir kan apa pun, mungkin seorang Aldo baru menyadari itu semua saat di ingat kan oleh Dinda, dan langsung menunda maksud dari Aldo menunggu Dinda di lorong sekolah itu....


"Heeeehh Pintar namun bodoh" ucap Dinda melihat ounggung seorang Aldo yang berlalu melangkah kan Kaki panjang nya..


"Kok bisa Din" Tanya sahabat Dinda tak mengerti yang di maksud Dinda


"Ini satu lagi nih, Bodoh taoi bodoh beneran" sambung sahabat Dinda yang lain nya..


"Sayang maksud dari ucapan Dinda itu..Dia seorang juara umum Di sekolah kita, tapi Dia tidak berpikir panjang, mungkin ada niat jahat yang ingin dia lakukan tadi pada Dinda, hingga dia menunggu di lorong ini lalu menyuruh kalian pulang... agar bisa melakukan yang ingin dia lakukan, tapi dia tidak berpikir ini masih di sekolah dan Cctv di mana-mana, kalau ketahuann tentang kejahatan nya, bukan cuma di keluar kan dari sekolah, tapi akan di jeblos kan ke penjara dan akan hancur semua yang dia agung-agubgbkan selama ini, Batas ini sudsh mengerti sayang," Dinda menoel dagu sahabat nya yang bertanya maksud dari ucapan Dinda, Pintar namun bodoh tadi.....


"Ohhhh begitu maksud nya, tenyata Dinda sangat Pintar ya malah lebih Pintar dari si Aldo itu" ucap sahabat Dinda tersenyum genit lalu mengedip kan satu mata nya kepada Dinda..


"Dasar" ucap Dinda tersenyum lalu mengajak sahabat-sabahat nya untuk pulang dan niat dari si Aldo pun tidsk terjadi karena takut dengan kebenaran dari ucapan Dinda...


...Sebenar nya Dinda cukup takut, namun karena masih di sekolah Dinda masih merasa bisa melindungi diri,kalau saja itu di kuar dan ketemu di gang sempit, bisa-bisa Dinda sudah celaka oleh sikap Aldo tadi....


...kedepan nya Dinda memang harus waspada, Dinda sudah menduga sebenar nya, ucapan nya akan memnbuat siswa itu mengamuk karena selama ini hanya pujian yang dia dengar, dan di agung agung kan.....


untung Dinda bisa mengelak dengan berlindung dengan ucapan cerdas nya


Di parkiran, mobil seorang guru tampan itu masih terlihat, masih menunggu seseorang yang belum nampak dari tadi, namun dia tetap setia menunggu, Hingga Seorang Dinda terlihat di parkiran....