
Libur telah usai, waktu bersantai dan liburan oun tidak lagi bisa di nikmati para Siswa-siswi yang liburan...
Saatnya berpusing-pusing dengan pelajaran-pelajaran dan para guru yang berbeda-beda sioat setiap jam dan harus di hadapi setiap hari.
Namun yang menyenang kan adalah, berkumpul dsman bertemu teman-teman dsn bermain bersama saat jam istirahat..
Dan banyak juga tingka siswa-siswi yang membuat erut sakit karena tertawa akan sikap lucu dan tak terduga mereka...
Saat ini di kelas Dinda, Sedang ada jam kosong, mereka semua di bebas kan di dalam lingkungan sekolah, karena hari pertama masuk dan guru masih ada yang belum masuk sekolah..
Sahabat-sahabat Dinda ingin makan sepuasnya ke kantin, namun saat Ini Dinda agak berbeda...
Dia ingin pergi ke perpust lebih dulu, nanti kalau sudsh sangat lapar, dia akan menyusul sahabat-sahabat nya..
Suasana perpust saat ini masih cukup sepih, ada beberapa saja orang di sana, dan penjaga perpust, perpust besar nan luas sepih dengan pengunjung itu terasa nyaman, karena tidak terdengar sedikit pun yang bersuara.
Walau Dinda pergi ke perpust, bukan berati dia mencari buku-buku untuk pembahsan pelajaran, Namun buku-buku cerita, yang ada di siap kan di perpust tersebut...
Dinda mencari-cari, judul buku cerita yang cukup menarik untuk dia baca saat jam kosong itu, saat sudah mendapat kan, Dinda mencari tempat yang cukup terpencil di sudut ruang oerpust, agar tidak mencolok dan terlihat oleh orang lain, saat dia membaca buku cerita dsn bukan buku pelajaran...
Dinda asik membaca dsn membolak balik kan buku cerita bergambar lucu itu, dan Dinda tertawa dengan menahan sakit perut, karena cerita lucu tersebut..
Tiba-tiba rasa lucu itu hilang saat orang berdiri di depannya, telihat dari kaki pun Dinda sudsh tau itu sebagian pengajar di sekolahnya, dan pasti nya guru laki-laki..
Dinda menutup cepat buku tersebut lalu menyembunyi kan di belakang punggung nya, barulah dia menatap sang guru, dan memastikan Guru mana yang emngganggu kegiatan membacanya itu.......
Mata mereka bertemu dan pandangan mereka cukup lama saling menatap, Lalu dengan tak bersahabat Dinda membuang muka dan berlalu dari tempat itu(memang bukan sahabat, melain kan Guru tampan nya)
"Kenapa tidsk lanjut membaca bukunya baoak tidak mengganggu mu, hanya lewat saja" ucap sang guru tampan itu, saat melihat Dinda ingin pergi dari tempat itu..
"Sudsh bosan pak, mau makan, saya lapar" balas Dinda, dan benar-benar pergi dari ruangan perpust dan mencari sahabat-sahabtnya ke kantin untuk menghilang kan stres dan penat saat bertemu sang guru tadi...
"Tak..tak...takk..takkk" suara tapak sepatu yang cukup keras di kantin itu mencari keberadaan sahabat-sahabatnya..
"Doooorrrrr" ucap Dinda mengaget kan para sahabat nya yang sedang menikmati makanan yang terhidang di meja cukup banyak dan bermacam-macam.
Dinda tanpa pikir panjang langsung meneguk es teh di meja itu, tanpa menanya kan siapa gerangan yang ounya Es teh tersebut..
Sahabat Dida pun tidak berkomentar apapun, karena mereka sudah biasa bersifat seperti itu, termasuk-sahabat Dinda pun...
"Ayokk Din, makan msih banyak, kalau habis kita pesan lagi, mumoung jam kosong" ucap mereka pelan sambil tertawa. Dinda lansung duduk dan mengambil semangkok bakso yang cukup penuh di mangkok tersebut..
Mereka memesan makanan di setiap penjual di kantin, dengan alasan biar adil dan semua kebagian untu di beli, kan kasian yang lain kalau hanya berapa saja yang di beli...
Mereka orang kaya, namun tidak perna ada puas-ouas nya kalau masalah makanan, bagi mereka, dari pada menghabis kan uang untuk ke salon dan menghabis kan waktu lama, mending mereka menghabis kan waktu dan uang dengan makan sepuas mereka...
Tidak ada di sana atau siapa pun bisa menegur mereka, kalau tidak mau menjadi musuh di kehidupsn mereka selama nya.
Mereka tidak pernah sibuk dan mencari masalah dengan siapa pun, hanya hal-hal yang tidak merugikan orang lai saja mereka selalu lakukan, terutama yang namanya makan, dan juga tidak pernah pilih-pilih, semua mereka lahap sampai habis...
"Gilaaaaa...... Kenapa semua makanan di kantin ini sangat enak" ucap Dinda yang sudah makan bakso, mie ayam dan juga nasi goreng...
"Iya kan Din, kenimatan sebesar ini banyak yang tidak suka, malah sibuk keluar masuk salon untuk mengecat kuku, malah menyukit kan makan saja" sahut sahabat Dinda, yang bersandar karena sudah sangat kenyang....
"Sudah tidak usah bahas itu, cara orang menikmati hidup itu berbeda, dan ini cara kita" sahut yang lainnya...
waktu cukup lama berlau, dan mereka pun mulai meluang kan perut agar bisa berjalan menuju kelas dengan nyaman, kalau kekenyangan menuju kelas. bisa-bisa mereka mempermalukan diri sendiri, seperti kentut, sendawa atau bisa saja muntah, karena perut mereka yang melebihi kapasitas...
"Sungguh-sungguh sangat kenyang, dan tidak sanggup bergerak apa lagi bersiri" ucap Dinda mengelus perut...
Dinda tidak sadar dari tadi ada yang manatap dirinya dari kejauhan dsn tersenyum melihat cara Dinda yang tidak ada malu-malunya saat melahap makanan, walau ada guru dan beberapa murid laki-laki di sana..
"Gadis luar biasa, tanpa pemanis buatan" ucap seorang Lak-laki dari ujung sana, duduk bersama teman-temannya..
"Naksir loh sama Dinda, sana samperin" ucap yang lainnya...
"Mau nunggu moment yang pas dulu" ucap laki-laki cukup tqmpan dengan tubuh tingginya...
"Loh kan anak basket dan juara umum Do, pasti si Dinda tertarik sama loh....." potong yang lain meyakin kan laki-laki bernama Aldo itu, anak basket dengan otak pintarnya, dan juga pintar dalam menata gaya pakian yang pas untuk tubuhnya...
Sekarang sepertinya sang guru punya saingan untuk dekat dengan Dinda, wlau sang guru bukan tandingan Pria biasa, tapi sang murid bernama Aldo adalah orang berbakat di sekolah mereka, dsn banyak gi gilai setiap siswi yang melihat Aldo lewat, tidak terkecuali salah satu sahabat Dinda yang menjadi fans murid bernama Aldo itu.
"Gue suka gadis yangbtidak pura-pura seperti Dinda, selama ini gue sering lihat Dia, namun Dia cukup galak dan kurang suka di deketin murid-murid cowok di sekolah kita..
yang gue lihat, setiap jam break dia selalu ke kantin, memesan setiap makanan yang dia suka, tidak hanya satu namun minimal Tiga macam dan tidak akan peduli orang di sekitar dia, memang cicik mereka satu geng, sifat nya hampir sama, Gila makan dan tidak sibuk mengurusi urusan orang lain...
Di mana lagi bisa menemukan gadis sempurnah dan tidak sibuk dengan urusan orang lain..." gumam seorang Aldo yang masih menatap Dinda yang sudah mulai berdiri dsn mengakhiri sesi makanan banyak nya itu...
"Buruan..buruan" ucap Dinda mulai bercanda sambil melewati meja Aldi yang masih beta mengikuti gaya Dinda yang tetap angunndan cantik, wlau sesikit centil dan urakan...
Namun ada satu sahabat Dinda yang juga melihat seorang Aldo melihat ke arahnya dan lebih tepatnya ke arah Dinda...