GURU ES KU

GURU ES KU
RASA MALU HINGGA MENANGIS


Saat sudah berada di sekolah, Dinda celingak-celinguk, melihat kiri dan kanan, depan dan belakang mobil, baru turun perlahan.


"Dinda msuk dulu ma" ucap Dinda berlari menuju parkiran, dan sang mama cukup aneh dengan sikap sang putri dari pagi tadi dan dari rumah..


"Iya nak, hati-hati" ucap sang mama sambil memandang keanehan yang ada pada putri nya itu...


"Ada apa dengan Dinda ya, kok jadi aneh tingka laku nya" gumam sang mama melihat Dinda yang berlari masuk sekolah seperti orang telat saja, padahal masih cukup pagi dan sang mama mengantar Dinda pun lebih pagi dari biasa nya.


sang mama menatap pungggung Dinda sampai tak terlihat lagi, barulah sang mana memutar mobil milik nya...


"Ya ampunnnn, kenapa sih kmarin aku kayak gitu, malah di depan Pak Gibran lagi" ucap Dinda mengomel sepanjang jalan menuju ke kelas.


Yang biasa sahabat-sahabat Dinda sudah mwnunggu di oarkiran, kali ini, sahabat-sahabat Dinda belum datang, karena masih cukup pagi, Dinda tak pikir panjang dia berniat langsung masuk ke dalam kelas, bisa di sebut bersembunyi di sanna, agar tak terlihat sang guru.


Walau sebenar nya sang guru selalu ada jam dan masuk ke kelas mereka untuk mengajar, tapi untuk sementara Dinda tidak melihat sang guru di halaman parkiran atau pun di area sekolah lain nya...


Dinda mengingat-ngingat kembali kejadian itu, yang tidak pernah bisa hilang dari ingatan nya, karena memang sangat memalu kan, dan ada beberapa gerakan yang Dinda lakukan, yangbtidak pantas di lakukan di depan umum, Laki-laki saja akan terasa memalu kan jika melakukan itu, apa lagi anak gadis yang sudah Dewasa.


Harus nya menjaga sikap yang wajar di depan orang yang kita sukai...


Memang kejadian yang tidak di sangka-sangka akan membuat malu, apa lagi dengan PeDe nya Dinda melakukan beberapa gerakan aneh namun wajar di lakukan saat sendiri.


Tapi siapa sangka hal tak terduga dan tak terikirbkan hadir di depan mata, dsn dia sudah menyaksi kan langsung hal-hal aneh itu.


Andai bisa tenggelam, Dinda ingin melakukan itu dan merubah diri nya menjadi orang lain agar tak di kenali sang guru tampan nya.


Tapi apa bolehh buat, Dinda hanya bisa menunggu dan menghadapi kenyataan hidup yang sungguh-sungguh memalu kan itu..


" Dinda" Panggil sahabat-sahabat Dinda yang memasuki ruang kelas.


"Tumben pagi amat sudsh dstang dan gak nunggu-nunggu kita di parkiran" Timpal sahabat Dinda yang lain nya..


"Iya nih Din tumben amat kamu, pagi-pagi udah di kelas dengn muka aut-autan gitu, kenapa sih... abis di gebukin buk Rt kamu" tanya bercanda sahabat-sahabat Dinda..


Dinda tamba cemberut menatap sahabta-sahabat nya yang sibuk bertanya tentang dia yang audah datang pagi-pagi....


"Haaaaaaaa" Dinda membuka mukut nya lebar dengan ekspresi seperti menangis..


"La..kenapa si Din" kaget sahabat-sahabat Dinda yang melihat Dinda langsung menangis namun tak ada air mata yang keluar.


"Aduhhh... sorry Din, kamu tersinggung dengan lelucon kami, ma'af ya, gak gitu kok maksud nya," ucap sahabat Dinda mendekat dan berusaha memeluk Dinda dan menenang kan...


"Engggaaakkkk..." ucap Dinda membuat sahabat-sahabat nya bingung akan sikap Dinda di pagi ini.


"Enggak gimana maksud kamu sih Din, aku bingung maksud kamu gimana" jawab sahabat Dinda..


"Enggak tersinggung kok, cuma lagi gak enak hati, bukan smaa kalian sih" jawab Dinda cemberut...


"Cup..cup..cup..cup" critain dong, siapa tau bisa bantu masalah gak enak hati yang kamu alami sekarang.." ucap yang lain nya.


"Nah itu Di yang Gak bisa" jawab Dinda mengantung..


"Gak bisa apa nya Din" tanya yang lain penasaran.


"Gak bisa cerita sama kalian, karena ini masalah harga diri yang sudah jatuh, sejatuh-jatuh nya" jawab Dinda, dan membuat sahabat-sahabat nya tambah bingung.


Satu sahabat Dinda mendekat,sedekat- dekat nya lalu berbisik.


"Kamu hamil di luar nikah Din,??" tanya sahabat Dinda yang satu itu penuh dengan kecemasan..


Mendengar itu, Dinda langsung menoleh dan melotot, dang menipuk kepala sahabat nya itu dengan buku cukup tebal.


"awwww" teriak sahabat Dinda merasa cukup sakit dengan pukulan itu, dan orang-orang yang sudah masuk ke kelas menoleh ke arah geng Dinda.


"Kenapa aku di tipuk si DinDaaaaaa....???" ucap sang sahabat dengan sedikit berteriak dan membalas tipuan itu namun tidak mengenai Dinda, karena langsung mengelak...


"Apa-apaan si kalian malah berantem, emang ngomongin apa si" Sahut yang lain nya penasaran, kenapa sampai-sampai buat merek berantem yang awal nya sangat damai itu...


"Emang apaan sij, Sini.. sini, buruan critain" sahabat Dinda menengah malah membuat Dinda cemberut.


"Dengar ya kalian semua,aku gak apa-apa, dan gak mau cerita apa pun sama kalian, pliss jangan tanya apa pun, cari topik yang kain, selain rasa kwpo kalian tentang aku pagi ini" jawab Dinda yang tidak ingin di tanya-tanya lagi...


"Ok..Okkkk.. kita tidak usah tanya apa pun lagi sama Dinda Sampai dia cerita sendiri dan ingin berbagi sendiri sama kita,itu usrusan pribadi Dinda" ucap sahabat Dinda menyelesai kan persoalan yang membuat mereka bertanya-tanya dan masih menjadi rahasia Dinda itu...


"Nah gitu dong, biar aku nya gak kepikiran" jawab Dinda menyetujui ucapan yang satu ini.


"teng...teng..teng.teng.." lonceng sekolah sudah berbunyi menandankan sudah saat nya masuk kelas dan memulai pelajaran...


"Wahhh, cepat amat tu guru datang, belum juga selesai berbunyi audah masuk aja pak Gibran nya" ucap teman sekelas Dinda yang tidak tau menahu tentang masalah Dinda yang malu bahkan tidak ingin bertemu dengan guru yang bersangkutan.


"Gilaaa" gumam Dinda pelan, menutup kepala dengan buku cukup tebal yang menipuk kepala sahabat nya tadi. mentup kepala tidak akan cukup menutup rasa malu Dinda yang sudah menyebar ke seluruh badan Dinda, tapi apa boleh buat, menutup kepala saja agar dia tidak melihat sang guru yang datang...


"Din... dinn.. Din..., Kamu apaan sihh, cepetan bukak buku itu, jangan tutup kepala mu," ucap sahabat Dinda, menarik baju Dinda dari belakang..


Sang guru yang sudah berada di kelas itu mulai membuka buku dan memberi materi-materi kepada semua murid...


Sang guru mengetahui masalah apa yang membuat Dinda menutup kepala nya, Saat dia masuk ke kelas, namun apa pun alasan nya, jam pelajaran harus di ikuti dsn tidak boleh melakukan sikap yang kurang sopan di kelas, sehingga membuat orang curiga dengan sikap Dinda..


Sang guru tanpa berbicara, langsung menghampiri Dinda dan menarik buku tersebut dari meja Dinda.


Dinda kaget saat buku itu sudah di tangan sang guru, dan dia menoleh dengan muka memerah semerah-merah nya seperti udang rebus, lalu mengeluar kan cicitan nya, saat mendengar pertanyaan dari sang guru.


"Ti..ti.tidak pak" Jawab Dinda dengan tebata-bata dan berusaha menghadapi sang guru dengan tenang..


sang guru tidak melanjut kan ucapan nya, dia oun kembali lagi ke depan dan membahas materi-materi itu kembali...


Dinda menggigit bibir nya hingga berdara dan tiba-tiba air mata nya menetes, Dia masih belum bisa menghilang kan rasa maku yang ada di hati nya, saat sang guru datang lansung menegur sikap nya yang kurang sopan di kelas..


Dinda menunduk dengan badan bergetar, lama-lama suara Dinda keluar di antara keheningan di kelas, karena dia benar-benar tidak bisa menahan rasa malu yang teramat itu.


Membuat semua orang di kelas menoleh ke arah Dinda dan begitu juga dengan guru tampan itu...


"Din..." ucap Sahabat dinda mendekat, melihat kodisi Dinda yang menangis terseduh itu..


"Antar Dinda ke UKS segera" ucap sang guru kepada sahabat-sahabat Dinda, dsn mereka pun membopong Dinda yang masih menangis menuju UKS..


Sang guru terdiam sejenak melihat Kondisi yang seperti itu, namun Sang guru tak memperlihat kan kepada Dinda rasa peduli dari nya, dan melanjut kan materi-materi itu...


Sahabat-sahabat Dinda Sudah kemnali ke kelas dan melanjut kan pelajaran.


saat jam pelajaran berlangsung Sang guru kwluar dari kwlas dan meninggal kan tugas utuk di kerja kan murid-murid saat dia tidak ada di kelas, sang guru beralasan ada kepentingan sebentar, dan tidak mengundang kecurigaan apapun tentang sang guru.


Saat Dinda masih betah dengan rasa sedih dsn malu yang meluap-luap, sang guru membuka Pintu UKS dsn menghampiri Dinda.


Sang guru pun Mendekat ke arah Dinda.


"Apa alasan kamu menangis di kelas secara tiba-tiba" tqnya sang guru bediri dan sedikit menyandar di tembok UKS.


Dinda yang masih menangis dsn menunduk kan kepala dsn tidak ingin menatap wajah sang guru, karena tambah malu dengan di datangi langsung oleh sang guru Ke UKS.


Cukup lama mereka terdiam dan Dinda mulai menghapus air mata nya dsn menjawab dengan terbata-bata.


Apa maksud bapak menanya kan hal itu kepada Dinda,??" tanya balik Dinda dengan muka sembab nya...


"Cuci muka mu, dan jangan menangis seperti anak kecil begitu" ucap sang guru dan Dinda langsung melakukan itu...


Sudah selesai dengan mencuci muka, Dinda kembali namunntidak duduk di tempat tidur UKS itu, malah bediri menjauh dari sang guru, yang masih betah menatap nya.


"Apa gara-gara sikap aneh mu kemarin yang tidak sengaja bapak lihat, sehingga kamu merasa malu berpapasan dengan bapak" tanya sang guru dengan Dinda yang masih berdiri..


"Duduk sini, dan minum dulu air nya" ucap Pak Gibran memepersilakan Dinda duduk di tempat tidur Di UKS itu dan minum segelas air agar cukup tenang.


"Dinda menuruti itu dan menghabis kan segelas air putih itu.


"Iya pak, memang itu alasan Dinda menangis di kelas, Karena sangat malu dengan sikap Dinda kemarin yang di lihat oleh bapak langsung, Dinda tidsk menyadari kehadiran bapak di rumah itu, sampai-sampai Dinda bersikap aneh dan bikin Dinda malu bangettt" ucao Dinda yang kembali menangis...


"Jangan menangisi hal sepele seperti itu, bapak tidsk pernah merasa kamu memalu kan diri sendiri, hanya cukup lucu, dan sayang untuk tidak di tertawa kan" ucap sang guru yang membuat Dinda cemberut medengar ucapan dari sang guru, dan ekspresi sang guru yang tersenyum mengingat sikap Dinda itu...


"Dinda, jangan malu atau merasa canggung saat bertemu bapak, bapak tidak menilai apa pun dari sipat mu itu, hanya terlihat lucu dan sangat menghibur saja" ucap san guru.


"Benar kah, bapak gak jijik sama kelakuan Dinda kemarin, benar ya pak" tanya Dinda meyakin kan dengan ucapan sang guru bersungguh-sungguh itu..


"Iya, bapak sama sekali tidak jijik seperti yang kamu pikir kan dengaan otak kecil mu itu, dan jangan lupa mengerja kan tugas yang bapak beri kan di kelas, rapi kan penampilan aut-autan mu" ucap sang guru sambil keluar dari ruangan UKS


Dan satu hal yang keluar dari mukut sang guru, yang membuat Dinda tersenyum, sat sang guru sudah mendekati pintu keluar namun tidak menoleh kepada Dinda


"Bapak tetap menyukai mu, walau dengan keadaan apa pun" ucapan ambigu itu membuat Hati Sinda berbunga-bunga seperti bunga yang sedang mekar di pagi hari..


Dinda yang masih duduk di tempat tidur Uks itu, mulai turun dan merapi kan diri ke toilet sekolah yang terdapat kaca di toilet itu.


" Ok Dinda akan kembali ke kelas," ucap Dinda dan rasa malu tersebut sudah hilang dari hati nya.


Dinda tersenyum-senyum di jalan menuju kelas, nampak berseri seperti mendapat duriaan runtuh.


saat masuk ke kelas Dinda pun langsung bertanya tentang tugas yang di maksud sang guru tadi.


"Wadiwwww, udah sehat aja nih anak, abis minum obat apaan kamu din..??" tanya sahabat Dinda yang melihat keadaan Dinda saat ini sangat jauh berbanding dari pada pagi tadi....


"Apaaan sih, kalian aja yang lebay" jawab Dinda tersenyum lebar sambil mengerjakan tugas tersebut dengan tersenyum bahagia...


Kejadian sedih Dinda pagi Tadi tidak membekas sama sekali, dan tidak terlihat sedikit pun sisa-sisa sedih di wajah cantik nya.


Sahbat-sahabat Dinda memandang aneh dengan tingka Dinda yang berubah-ubah. tapi lebih suka Dinda yang saat ini, yang kembali ceria seoerti biasa nya...


Saat sedang mengerja kan tugas,sang guru pun masuk kembali, guna memeriksa murid-murid nya sudah selesai atau belum mengerja kan tugas.


Mungkin bisa di bilang sedang memantau Dinda mengerjakan tugas, sudah selesai atau belum.


"Gimana tugas nya, apa sudah selesai semua" tanya sang guru sambil menatap ke arah Dinda, dan juga Dinda yang tak sengaja melihat ke arah sang guru.


Lalu Dinda melanjut kan tugas nya sambil tersenyum tipis.


"Belum pak, sedikit lagi, jawab Dinda melanjut kan tugas yang hampir selesai itu.


"Ok bapak tunggu lima belas menit lagi, kumpul kan di meja bapak ya" ucap sang guru.