
Waktu berganti menjadi malam,Sianar rembulan yang buram menyinari bumi dengan sesikit gelap, Namun hati dua insan yang beda usia dan status itu, kini sedang terang benderang, di sinari sinar cinta mereka yang sedang mekar.
"Aku harus tetap semangat belajar, jangan pikir kan duku tentang tadi siang Dinda" gumam Dinda sambil tersenyum dan meraba bib ir nya yang tadi siang haibis di lum ath oleh sang kekasih yang selama ini di idam-idam kan.
"Kok jadi merinding ingat sendiri kejadian tadi ya, kok bisa si dia mengungkap kan perasaan nya begitu saja, apa dia tidak menyukai orang lain, sedang kan banyak gadis yang mengejar Dia pastinya. mungkin yang satu ini memang bagian ku" gumam Dinda kembali, kemudian kaget oleh suara Hp milik nya, Karena ada yang mnelpon Dinda malam-malam, yang biasa nya jarang terjadi.
Dinda membuka dan melihat panggilan iyu, namun tidak terdapat nama di sana.
"Siapa sih kok nelpon jam segini, gak tau orangbudah ounya pacar apa" ucap Dinda yang sewot dengan telpon masuk itu. karena dsri nomor tidak di kenal...
Tidak lama telpon itu mati dsn masuk satu pesan.
"Sayang...??!! anhkat telpon nya, ini aku calon suami mu, Gibran" ucap oesan itu, membuat Dinda tersenyum malu membaca nya, Dinda oun menunggu sang kekasih menelpon kembali.
selang beberapa Detik telpon itu masuk kembali., Dinda oun terburu-buru mengakat telpon itu.
"Sayang...!!!, rengek sang kekasih dengan manja
"Ya sayang" balas Dinda dengan menggigit bibir dan menghentak-hentak kan pelan kaki nya karena gemes dan juga malu mendengar ucapannyang keluar dari mulut nya sendiri.
Video call ya, pengen lihat kamu" ucap sang kekasih dengan nada lembut itu.
Dsng panggilan kembali masuk dengan video call.
"Muiu..uuua.. ch" ucap sang kekasih saat sudah melihat wajah Dinda di layar Hp nya.
"apaannsih, maluuu...!!!" ucap Dinda dengan mengigit bib ir nya.
"Jangan di gigit dong, Tunggu aku aja yang gigit" ucap Gibran malam-malam begini...
"Dasar mes um" ucap Dinda...
"Kamu lagi belajar kan sayang, belajar yang giat ya, kakau kukus kita gak usah tunangan, langsung nikah aja, sudah gak tath nan lihat kammu" ucap sang ke kasih dengan Nada mes um nya.
"Udah-udah Dina belajar duku, ntar gak kelar-kelar lagi" ucap Dinda yang melihat sang kekasih seperti tidak terkontrol itu.
"IYa sayang, belajar yang semangat ya, aku mau bobok" ucap Gibran mengakhiri telpon dengan sebuah ci uman untuk sang ke kasih.
Dan Dinda pun membalas itu.dan langsung mematihkan telpon melanjut kan belajar nya yang sempat tertunda ulah sang guru tampan nya.
Belum juga jam Enam pagi suara dering Hp Dinda berbunyi, tanda sebuah telpon masuk di pagi-pagi buta itu...
Dinda meraba-raba hp yang ada di dekat tubuh nya, dan mendapat kan itu, lalu mengangkat nya...
"Hallo... "ucap Dinda dengan suara serak nya dsn belum sepenuh nya membuka mata.
"Pagi sayang" ucap suara itu, yang membuat Dinda kaget dsn membuka mata nya, ternayata itu bukan telpon biasa melain kan video call yang baru di sadari Dinda, Dinda menarik selimut menutup sebagian wajah bantal yang belum sepenuh nya sadar itu.
"Aduh sayang, ngapain sih nelpon malam-malam begini, masih ngantuk" ucap Dinda yang tidak sadar kalau itu sudah cukup pagi.
"Sayang ini sudah jam enam loh, buruan siap-siap, aku sudah menuju rumah mu." ucap sang kekaih membuat Dinda melotot sempurnah.
"...ap..appaa..!!!"Ucap Dinda membuat Dia langsung loncat dari tempat tidur langsung masuk ke kamar mandi tanpa memati kan telpon yang tergeletak di tempat tidur milik nya, dengan di sandar kan ke sebuah bantal.
"Sang kekasih oun tidsk memati kan telpon itu, menunggu Dinda bersiap-siap..
Ntah bersih atau Tidak, hanya beebrapa menit saja Dinda sudah keluar dengan handuk yang melilit tubuh indah nya, sang guru masih knsen dengan menyetir dan tidsk melihat Hp milik nya, karena mengira Dinda masih mandi..
kelang beberapa menit Sang kekasih sudah berada di depan rumah Dinda dsn kembali mengecek Hp Milik nya...
"Uhukk...uhukkk.....!!,,, sang kekasih langsung mwmatikna video call itu, hal yang belum seharus nya dia lihat tanpak jelas di depan mata walau dengan jarak yang cukup jauh namun cukup jelas terlihat...
Ya Dinda yang sedang tela anjhangh... habis mandi, membuat muka sang guru memerah, karena hal itu, membuat detak jantung nya berdegup kncnag dsn meningkat...
"Ya ampun Dinda... Dinda, kenapa dia tidak waspada sih, dsn kenapa jiuga tadi tidak memati kan telpon itu... Hadehhh salah ku juga tidak mematikan telpon itu tadi" ucap sang guru membuka kaca mobil guna menghirup udara segar sebanyak mungkin, dan untuk menghilang kan rona merah di wajah nya.
berukang-ulang sang guru mengelus dada akan sikap ceroboh seorang gadis yang saat ini baru satu hari menjadi kekasih nya itu.
Dan Gibran mengirim kan pesan untuk sang kekasihnya...
"Sayang aku sudah di deoan rumah ya..." dan pesan itu masuk, membuat Dinda membuka pesan itu dsn langsung menelpon balik...
"Sayang masuk dulu, sarapan yuk, mama... sama ayah tidak akan marah" ucao Dinda meyakin kan...
Sang guru tanpa pikir dua kali oun langsung masuk ke rumah itu dan di sambut ramah oleh orang Tua Dinda...
"Saat Dinda turun dari tangga sang kekasih sudah duduuk di ruang makan dsn menunggu Dinda untuk rarapan...
"Sayang, ini guru kamu kata nya yang antar jemput kamu mulai hari ini" ucap sang ayah sambil tersenyum, karena sang ayah sangat ingin sang putri dekat dengan guru yang satu ini, menurut sang ayah sangat cocok dengan tipe ideal sang calon menantu, jika Dinda tamat kelak...
"Iya yah, Dinda memang bareng dia tiap pagi dan oulang sekolah. dan mama libur dulu jemout dan antar Dinda" ucap Dinda tersenyum menatap sang mama dan ayah nya.
"Sayanggg ..ma'af ya kejadian kemarin, mama menyesaal sudah buat Dinda kesal, marah dsn khawatir akan mama dan ayah"ucap sang mama, yang tidak berani memberi kejutan tadi malam untuk putrinya... dan pagi ini mengeluarnkan sebuah kotak hadiah untuk Dinda...
"Sayanggg..ini kado dari mama, selamat ulang tahun ya sayang, " ucap sang mama memeluk dan mencium kening Dinda dengan penuh kasih sayang dan begitu juga dengan sang ayah.
Mereka memanggil mbok Darmi membawa kan seaautu.
"Jangan marah ya sayang, mama pengen lihat Dinda tiup lilin kali ini walau di pagi begini" ucap sang mama dengan sedikit was-was, namun di sambut senyum oleh Dinda dsn meniup kan likin di kue tersebut...
"Makasihhh ma..ayahh" ucap Dinda memotong kue pertama dan memanggil mbok Darmi untuk mendekat, lalau memberi kan potongan kue itu kepada mbok Darmi, mbok Darmi cukup kaget dan agak takut, karena kue itu di berikan kepada Dia.
Namun sang mama dan ayah Dinda tersenyum melihat itu,
"Mbok Darmi, trimah lah, jangan sungkan oada kami, Karea kamu pantas menerimah itu" ucap sang mama dengan memegang lembut tangan mbok Darmi...
"Makasih mbok atas semua yang mbok lakukan untuk Dinda hingga dia dewasa saat ini, kamu yang selalu ada untuk dia, dan menjaga Dia untuk kami" ucap sang mama dan di balas senyuman oleh mbok Darmi..
"Ok takut waktu kami habis ma, Dinda sama guru Dinda maubberwngkat ke sekolah dulu" ucap Dinda pamit kepada orang tua nya, dsn begitu juga sang guru...
"Hati-hati calon menantu ku' canda sang ayah kepada sang guru tampan itu. dan membuat sang guru tersenyum penuh Arti...
"Apaaan sih pah, bikin malu aja, gutu nya Dinda loh" ucap sang mamma kepada sang suami takut sang guru tersinggung..
"Maaf ya nak, Ayah nya Dinda memang suka begitu" ucap sang mama gak enak hati...
"Gak apa-apa Tan" balas sang guru lalu mengikuti Dinda keluar dari rumah itu
"Yeeee... udah dapat restu, walau belum di nyatakan secara langsung" ucap sang guru saat di belakang Dinda, dan Dinda tidsk mendengar itu.
Sang guru berlari menuju mobil dan ingin membuka pintu untuk sang kekasih, namun di plototin sama Dinda..
"Jangan gitu, biar aku aja yang buka, gak enak di lihat orang" ucap Dinda menolak dan sang kekasih mengerti itu lalu membuka pintu untuk dirinya sendiri.
Namun saat di dalam mobil sang kekasih menutup kaca mobil, lalu membantu Dinda memasang sabuk pengaman untuk Dinda...
" Gak usah biar Dinda aj....!!" sesaat ucapan itu terhenti saat satu kec upan mendarat di bib ir Dinda lalu mereka saling tatap.
Ntah siapa yang memulai perg ulatan bib ir antara mereka terjadi di dalam mobil itu.
Merasa pasokan udara menipis baru lah sang kekasih berhenti mel umat bib ir Dinda yang terlihat sedikit bengkak itu.
Sang kekasih membersikan bekas yang tertinggal di bib ir Dinda yang bas ah itu...
Dinda menunduk dengan sikao sang kekasih yang kadang tiba-tiba itu. namun Dinda menyukai nya..
Dind mencubit sang kekasih cukup keras hingga sang kekasih terpekik.
"Awwww... sayang.!!!, kenapa kamu mencubit ku, aku hanya ingin menci umi kekasih ku sedikit saja, agar menambah semanagt di pagi hari" ucap sang kekasih seperti merasa tidak bersalah.
"Kamu sih, main kaget-kagetin aku gitu, kan jadi hak sengaja nyubit, Buruan gih ntar telat lagi aku nya, gak ikut ujian" ucap Dinda kepada sang kekasih yang juga berperan dalam ujian nya untuk mengawasi kelas milik nya.
"Ok sayangbkita jalan sekarang" ucap sang kekasih mengiya kan ucapan kekasih dsn menuju ke sekolah.
Beberapa menit berlalu, kini mereka sudsh berada di sekolah dengan Dinda yang cukup tergesa-gesa membuka sabuk pengaman lalu pintu mobil itu.
Dan sang guru hanya menggeleng kan kepala melihat Dinda yang snagt takut tekat itu, namun iyu bagus sih mencerminnkan tanggung jawab nya sebagai siswa SMA itu saat ini.
Beberapa saat Dinda berada di kelas, barulah terdengar lonceng sekolah berbunyi tanda ujian akanndi mulai dan guru-guru punn juga sudah hadir di dalam kelas masing-masing dsn tak tertinggal kekasih Baru Dinda, sang guru tampan bernama Gibran itu.
Di dlam kelas mereka seakan tidak dekat sama sekali hanya hubungan antara Gutu dsn murid, Saat sang kekasih membaginkan soal sekaki oun tidak ada yang mencuriga kan dsri sikap mereka.
Sang guru memberi kan soal dengan Dinda sama dengan murid lain nya, dan Dinda juga menerimah soal ujian dengam ekspresi biasa saja, walau hati mereka saling menyapa.
Mereka sangat pandai menyimoan rahasia besar dari sekolah itu hingga kelukusan Dinda nanti di umum kan, dsn mereka juga akan mengumum kan tentang rahasia besar yang mereka simpan selama seminggu selama ujian berlangsung.
Kini satu jam berlalu, Ujian mereka segera akan di kumpul kan. dan mereka oun mengantri ke meja sang guru yampan untuk mengumpul kan itu, lalu beristirahat sebentar sambil belajar samapi jam ujian berikut nya terdengar dsn akan melakukan ujian kedua lalu mereka pulang...
Jam kedua oun du mulai dengan suasana hening, seperti jam awal ujian, sanagt hening, sehingga untuk bergerak murid-murid takut,karena suara sepatu dsnnderitann bangku ujian mereka kadang terdengar, dsn membuat sang guru mulai menengok ke arah peserta ujian itu....
Satu jam berlalu Soal ujian kedua akan segera di kumpul kan dan waktu nya untuk pulang ke rumah maaing-masing...
Hari ini adalah hari kedua ujian Nasiaonal mereka,mereka cukup tegang menghadapi nya, dsn masing-masing murid menaruh pengharapan besar kepada hasil ujian saat menentu kan kelulusan nanti nya.
Kini lonceng berbunyi menanda kan murid-murid harus mengumpul kan hasil ujian mereka dsn waktu pulang oun di mulai...
saat semua sudsh selesai, mereka dengar teratur keluar dari kelas masing-masing menuju parkiran untuk menunggu jemoutan mereka.
Dan begitu juga Dinda yang langsung ke parkiran untuk menemukan sang guru, Dinda kira Sang guru sudsh berada di parkiran Namun nyata nya sang guru masih di ruangan milik nya...
"Sayang Ke ruangan ku sebentar" ucap sang guru Lalu Dinda tanpa oikir oanjang langsung ke sana, dengan mengetuk Pintu.
paak Gibran langsung membuka pintu itu dan Dinda pun masuk dengan sopan.
"Grepp" sang kekasih menarik lengan Dinda lalu meny udut kan Dinda ke tembok di belakang pintu masuk...
Dan langsung lanh terjadi hal yang di ingin kan.
Sang kekasih yang mulai sering tidak bisa mengontrol naf shu nya, yang selalu mengaget kan Dinda.
Ci Umhman pan has pun di mulai oleh sang kekasih... dengan menekan tubh huh Dinda dan mencari bib ir Dinda yang mungil dan merah mudah dan bas hah itu.
Lalu mel umhat nya rakhus sampai- Sampai Dinda hampir tidak bisha mengatur nafas nya.