Gundik Bercadar Dinikahi Pria Sholeh

Gundik Bercadar Dinikahi Pria Sholeh
Dunia Tipu-Tipu


Al-Ghazali tersenyum kecil, hatinya menghangat setelah mendengar jawaban dari istrinya. Ingin sekali dia bangun lalu memeluk Laras, namun tak bisa, karena kekuatannya terbatas.


"Aku cinta sama kamu," ujar Laras dengan suara lembut. Dia berusaha untuk tetap tegar di hadapan suami tercintanya.


"Aku tahu itu," balas Al-Ghazali seraya terkekeh kecil.


Sang istri segera menghapus air matanya, dia melihat arah jarum jam yang telah menunjukkan waktunya makan siang.


"Tadi Tante Vira sempat kesini waktu kamu masih tidur, dia bawa opor ayam kesukaan kamu." Laras mengambil bekal makanan yang dibawakan oleh Vira. Dia membukanya, melihat bekal makanan tersebut bisa dimakan dua orang.


Aroma sedap opor ayam menyerbu Indra penciuman Laras dan Al-Ghazali. Keduanya tersenyum cerah, mereka bersemangat untuk menyantap opor ayam.


"Kamu harus makan yang banyak, Mas. Kalau nggak Tante Vira bakal marah kalau ada makanan sisa nanti. Kasihan dia udah capek-capek masak untuk kita," seloroh Laras membuat Al-Ghazali tertawa kecil.


Pria tampan itu menganggukkan kepalanya semangat. Laras menaikkan brankar Al-Ghazali agar sang suami bisa duduk tenang bersandar di tepi ranjang.


"Aku suapin ya … akkk."


"Baca doa dulu, Sayang," balas Al-Ghazali membuat Laras tersipu malu.


Dia menganggukkan kepalanya. Al-Ghazali memimpin doa makan, setelah selesai Laras segera menyuapi suaminya dengan lemah lembut dan penuh cinta.


Keduanya adalah sepasang insan yang saling mencintai karena-Nya.


Sebelum bertemu dengan Al-Ghazali, kehidupan Laras penuh dengan noda hitam.


Sebelum bertemu dengan Laras kehidupan Al-Ghazali tidak punya warna sama sekali.


Saat keduanya bertemu kehidupan mereka berubah. Terdapat banyak warna-warni menyertai hari-hari mereka setelah bersama.


Namun, sampai kapan warna itu akan bertahan?


Pelangi juga akan pergi setelah tugasnya selesai menghibur manusia yang diterpa badai.


Tidak ada yang abadi di dunia ini. Setiap pertemuan pasti ada perpisahan.


Meski banyak yang tak ingin berpisah, bahkan nyaris membenci perpisahan, karena perpisahan membuat seseorang tidak bisa bertemu dengan orang yang dicintai.


Laras dan Al-Ghazali tersenyum manis. Keduanya sama-sama terdiam, hanya mata mereka yang berbicara. Suasana mendadak sunyi dan hening. Namun, penuh dengan keromantisan.


Nyatanya kata cinta tak selalu diungkapkan oleh bibir. Karena ada mata yang lebih jujur dalam mengungkapkan rasa.


Laras dan Al-Ghazali adalah makna nyata dari lagu "Dunia Tipu-tipu".


"Aku masih tampan, tidak?" tanya Al-Ghazali di sela-sela makan siang.


Laras yang melihatnya langsung terdiam dan pura-pura berpikir keras.


"Setelah aku pikir-pikir kamu tidak tampan …"


Al-Ghazali mengerucutkan bibirnya saat mendengar jawaban sang istri. Laras tersenyum geli melihat wajah kesal suami tercintanya.


"Kamu tidak tampan tapi luar biasa tampan," lanjut Laras membuat senyuman manis terbit dari wajah Al-Ghazali.


Pria tampan itu tertawa kecil melihat istrinya. Dia merasa sangat senang mendapatkan pujian dari istrinya.


Pipinya yang tadi pucat, samar-samar merona merah.


Malu dipuji oleh istrinya sendiri.


"Apaan sih," gumam Al-Ghazali salah tingkah.


Laras yang melihat suaminya salah tingkah tertawa cekikikan. Dia senang karena Al-Ghazali masih bisa diajak bercanda. Keduanya seolah lupa akan penyakit mematikan yang diderita oleh Al-Ghazali.


Kebahagiaan yang dirasakan oleh mereka sangat kentara dan suci, sehingga penyakit mematikan tak membuat senyuman mereka luntur.


Meski ada kalanya keduanya bersujud di atas sajadah menangis memohon pada-Nya agar diberi waktu panjang untuk bersenang-senang dan beribadah bersama di Dunia ini.


"Ya Allah, hamba sangat mencintai nya," batin mereka berdua serentak mengadu nada sang pencipta.


Berharap masih ada secercah keajaiban dalam hidup mereka.


*


*


Author mau tahu berapa banyak yang masih mau lanjut karya ini? Komentar di bawah ya. Kalau banyak bisa author pikirkan. Karena percuma lanjut kalau peminatnya dikit πŸ₯ΊπŸ₯ΊπŸ˜”πŸ˜”.


Bersambung.


Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak πŸ₯°πŸ₯°


Salem Aneuk Nanggroe Aceh β€οΈπŸ™