
Laras hanya mampu menjadi pendengar setia. Sekuat mungkin dia tidak ikut lemah, dia berusaha untuk tetap kuat agar bisa menguatkan suaminya yang sedang lemah.
Al-Ghazali – si pria tampan sejuta pesona. Kebaikannya tak diragukan lagi, kelembutannya bahkan tak mampu membunuh seekor semut.
Ibadahnya juga sangat banyak. Sholatnya tak pernah lambat. Selama menikah tak pernah sekalipun membentak Laras. Perlakuan nya begitu lembut dan penuh cinta.
"Ya Allah, mengapa hamba tidak bisa bahagia? Orang yang hamba cintai selalu Engkau panggil cepat. Engkau berfirman, kalau tidak akan menguji seorang hamba diluar batas kemampuannya. Lantas, bagaimana kalau hamba tidak sanggup dan memilih menyerah? Duhai Allah, tolong sembuhkan suami hamba. Bila perlu limpahkan saja rasa sakitnya pada hamba sebagai penggugur dosa hamba di masa lalu," batin Laras berdoa dengan penuh kesedihan.
Gadis itu mengeratkan pelukannya. Sesekali dia mengecup puncak kepala suaminya.
Saat dirasa Al-Ghazali sudah tenang. Barulah, Laras melonggarkan pelukannya. Dia menangkup pipi sang suami, kemudian Laras menghapus jejak air mata yang membasahi pipi Al-Ghazali.
Mata pria itu tampak bengkak dan wajahnya pucat. Bibirnya juga mengering.
Mengapa dia baru memperhatikannya sekarang? Laras mengira kalau kulit Al-Ghazali memang putih pucat. Ternyata suaminya selama ini sedang sakit parah.
"Kamu tidak akan ke mana-mana, Mas. Kalaupun kamu pergi, aku akan ikut ke manapun kamu pergi!" balas Laras seraya menyatukan keningnya dengan kening Al-Ghazali.
Keduanya memejamkan mata mereka. Membuat air mata yang menumpuk langsung jatuh.
Laras menggesekkan hidungnya dengan hidung Al-Ghazali.
"Nggak … kamu harus tetap hidup, Ras. Kejar kebahagiaan mu," balas Al-Ghazali dengan suara parau membuat tubuh Laras kembali bergetar.
"Kebahagiaan ku itu kamu, Mas!" tegas Laras kemudian menangis sesenggukan.
Al-Ghazali tak tahan lagi, dia langsung menarik Laras masuk ke dalam pelukannya.
Mengapa kisah cinta mereka berdua sangat memilukan? Hidup Laras sudah menderita, karena kehilangan orang-orang yang ia cintai. Dia tidak punya keluarga, hanya cinta yang ia punya dan cinta itu telah ia berikan kepada Al-Ghazali.
Gadis itu mantan p*lacur, hina Dimata manusia, tetapi, mulia di mata Al-Ghazali.
Pria itu sangat pandai memuliakan istrinya. Sehingga, membuat Laras merasa sangat berharga menjadi wanita.
Bukan hanya dirinya saja. Al-Ghazali ingin setelah pergi nanti, Laras tetap bahagia. Meski tanpa dirinya.
Nyatanya Al-Ghazali tak sepenuhnya memahaminya wanita. Seorang wanita apabila sudah cinta pada pria, maka mau hidup atau mati pria tersebut tetap ada di hatinya. Baik di dunia atau di surga, nama pria itu kekal dalam hatinya.
"Demi Allah, demi Rasulullah. Kamu adalah anugerah terindah yang Allah berikan untukku, Mas. Wallahi, aku bersyukur lahir dan batin memiliki suami sepertimu. Bila suatu saat nanti kita harus berpisah, maka aku berdoa pada Allah, agar ajal menjemput kita di waktu yang sama! Sakit, Mas … hiks … sakit, kalau ditinggalkan oleh orang-orang yang kita cintai terus menerus."
Laras menangis tersedu-sedu. Dia mengeluarkan semua isi hatinya pada sang suami.
Al-Ghazali yang mendengarnya merasa tersentuh. Ternyata dalam waktu singkat cinta keduanya sudah mekar menjadi bunga mawar dan mengakar di dalam tanah.
Akar cinta mereka seperti pohon beringin yang sangat kuat dan keras. Sulit untuk berpisah dengan tanah.
Kedua insan yang jatuh cinta karena-Nya, maka Allah akan berikan ujian kepada mereka, untuk menguji cinta mereka, apakah benar karena-Nya atau karena lain?
"Selama ini aku yang selalu ditinggalkan, Mas. Itu sangat menyakitkan dan aku tidak ingin merasakannya lagi! Kalau kamu pergi, tolong bawa aku pergi juga. Siang dan malam aku akan merayu Allah agar membawaku ke tempat yang sama di mana ada kamu, Mas. Aku cinta sama kamu … benar-benar cinta, Mas," tambah Laras lagi membuat hati Al-Ghazali seperti ditusuk-tusuk jarum kecil.
Perpisahan itu sangatlah menyakitkan.
"Duhai Allahku, tolong jangan pisahkan hamba dengan istri hamba," batin Al-Ghazali menjerit memohon pada sang Pencipta yang memiliki cinta.
*
*
Bersambung.
Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰😘
Salem aneuk Nanggroe Aceh ❤️