
Wajah sang Tante berubah merah padam. Dia merasa sangat tersinggung mendengar perkataan keponakannya. Tidak menyangka Al-Ghazali yang dulunya penurut dan tak pernah berani meninggikan suara di hadapannya, kini berubah menjadi sosok yang sangat menyeramkan.
Dalam hati dia merutuki Laras yang pastinya telah memberi pengaruh buruk untuk Al-Ghazali. Benar-benar gadis tak tahu diri. Menyebalkan sekali, dia berjanji akan memisahkan Laras dan Al-Ghazali bagaimanapun caranya.
"Berani kamu meninggikan suaramu sekarang ya, Al? Lupa kamu kalau wanita tua ini yang dulu menimang kamu. Tangan ini yang memandikan kamu waktu bayi. Mulut ini yang mengajarkan mu berbicaralah, tapi, setelah kamu dewasa seperti sekarang. Kata-katamu benar-benar berbisa!"
Sang Tante menatap Al-Ghazali dengan sorot mata tak percaya. Dia benar-benar kecewa dengan keponakannya. Wanita itu benar-benar sangat pandai berlagak tersakiti.
Laras yang melihatnya dalam hati hanya bisa mendengus kesal. Dia sangat ingin mencakar wajah sang Tante.
"Si paling tersakiti," batin Laras mengejek wanita di hadapannya.
Al-Ghazali merasa sangat bersalah. Dia melihat mata sang Tante berkaca-kaca. Sungguh, dia tidak bermaksud ingin menyakiti sang Tante. Namun, mau bagaimana lagi. Tantenya benar-benar keterlaluan menghina istrinya dan menyuruhnya untuk melakukan poligami.
Benar-benar di luar nalar.
"Bun, aku tidak bermaksud untuk melukai hati, Bunda. Tapi, Bunda tahu sendiri di keluarga kita tidak pernah ada yang melakukan poligami. Kesetiaan sangat di junjung tinggi! Lagian Bunda juga seorang wanita, pasti tahu bagaimana sakitnya hati seorang istri bila melihat suaminya menikah lagi."
Al-Ghazali bertutur kata dengan sangat lembut, berusaha untuk menenangkan Sang Tante yang saat ini sedang sangat marah. Sungguh, perkataan Al-Ghazali lagi dan lagi membuat tantenya terkejut.
Sedangkan, Laras hanya tersenyum tipis. Wajah sang Tante berubah murung, matanya berkaca-kaca, air mata menumpuk di pelupuk matanya. Sang Tante bersiap-siap ingin menangis, demi mendapatkan perhatian keponakannya.
Namun, Laras yang paham tak tinggal diam. Dia akan menunjukkan seberapa hebat aktingnya.
"Hiks …"
Laras tiba-tiba menangis sesenggukan. Membuat Al-Ghazali terkejut dan khawatir, sedangkan, sang Tante ikut kebingungan.
"A-aku benar-benar tidak bisa membayangkan kalau kamu selingkuh nantinya, Mas. A-aku merasa tidak berguna jadi istri. Lebih baik kita hidup sendiri-sendiri saja, daripada bersama saling menyakiti. Aku bukanlah gadis yang tinggi ilmu agama … aku hanya gadis liar seperti perkataan, Bundamu."
Laras berlagak menjadi istri tersakiti. Padahal, dalam hati dia tertawa terbahak-bahak.
"Hihihi … tidak apa-apa sesekali aku menjadi istri tersakiti di film azab," batin Laras tertawa cekikikan.
Al-Ghazali langsung merengkuh tubuh ramping Laras. Dia mengelus punggung istrinya yang bergetar, karena menangis. Sungguh, dia tidak ingin menyakiti Laras, hidupnya terlalu singkat. Dia ingin menciptakan momen yang sangat bahagia untuk keduanya. Agar saat Al-Ghazali pergi suatu hari nanti, Laras bisa merelakannya dengan ikhlas.
"Suttt … jangan menangis lagi. Aku tidak akan poligami, seumur hidup aku tidak pernah terbersit untuk melakukan poligami. Memang benar aku paham ilmunya, tapi, aku juga paham konsekuensinya. Bertambah istri, maka bertambah pula tanggung jawab. Aku sangat takut gagal memikul tanggung jawab itu dan berakibat buruk di akhirat nanti!"
Al-Ghazali berkata dengan nada lembut dan penuh ketegasan. Dia seolah menegaskan kembali di hadapan sang Tante kalau dirinya tidak pernah berniat untuk melakukan poligami. Dia sangat bahagia hidup bersama dengan istrinya sekarang.
Sontak saja Laras sengaja mengintip dari celah ketiak suaminya. Matanya beradu pandang dengan mata sang Tante, diam-diam Laras menjulurkan lidahnya lagi membuat wajah wanita dewasa itu merah padam.
"Lihat-lihat istrimu, Al. Dia benar-benar sangat tidak sopan, dia menjulurkan lidahnya ke arah, Bunda!" Sang Tante mengadu pada Al-Ghazali.
Pria itu melonggarkan pelukannya lalu menunduk menatap wajah istrinya yang kini mendongak menatapnya.
"Hatiku sakit, Mas. Seperti di tusuk sembilu tajam … hiks … aku difitnah oleh, Bundamu. Aku merasa terdzolimi!" Laras mengadu pada sang suami dengan cara meneteskan air mata buayanya.
"Kukira dia model istri tersakiti, ternyata istri kera sakti. Dia sangat pandai bersandiwara untuk menyudutkanku. Cih, awas saja kau kera sakti … akan kubuat Al menendang mu dari rumah ini," batin wanita dewasa itu menatap Laras penuh dendam.
Dia sangat berambisi menjodohkan Al-Ghazali dengan wanita baik-baik dan tinggi ilmu agamanya. Tetapi, dia lupa untuk menjadi wanita baik.
Wanita baik tidak akan pernah merusak rumah tangga orang lain.
Kembali lagi pada Al-Ghazali yang ikut sakit hati melihat istrinya menangis. Dia benar-benar merasa sangat bersalah.
"Maafkan aku ya, Ras. Belum juga seminggu kamu menjadi istriku, tapi, udah mewek dibuat, Bundaku. Kedepannya aku janji akan membuat kamu bahagia, untuk menebus air mata ini!" Al-Ghazali menghapus jejak air mata yang berad di pipi istrinya.
Dia menatap Laras dengan sorot mata penuh cinta dan kasih sayang. Lalu berali menatap sang Tante dengan sorot mata yang sangat sulit diartikan.
"Bunda, tolong jangan fitnah Laras lagi. Tidak mungkin gadis selembut dia tega mengejek, Bunda. Dengan cara menjulur lidahnya."
"Eh, itu-itu, Al … istrimu baru saja menjulurkan lidahnya lagi!" tunjuk sang Tante pada Laras yang tadinya kembali menjulurkan lidahnya ke arah dirinya.
Sontak saja Al-Ghazali menatap sang istri. Tetapi, yang dia lihat hanya wajah teraniaya Laras.
"Hatiku semakin sakit, difitnah berkali-kali oleh, Bundamu," adu Laras dengan nada sedih.
Benar-benar gadis rubah berekor sembilan. Tetapi, memang bagus, karena lawan Laras adalah Medusa si ratu ular berbisa.
"Bun, jangan memfitnah Laras lagi. Kasihan dia!" tegas Al-Ghazali pada sang Tante membuat wanita dewasa itu benar-benar sangat terkejut.
Kemudian, dia beralih menatap Laras yang malah menatapnya dengan sorot mata tajam.
*
*
Maaf baru up lagi, maklum sebelum puasa banyak hal yang harus dilakukan untuk menyambut bulan suci Ramadhan
🥰❤️
Selamat menunaikan ibadah puasa untuk semua yang menjalankannya 🙏❤️
Semoga puasa kita diterima dan kita berpuasa dengan benar, tidak hanya menahan lapar dan haus saja 🌹❤️
Bersambung.
Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰
Salem aneuk Nanggroe Aceh ❤️🙏