Gundik Bercadar Dinikahi Pria Sholeh

Gundik Bercadar Dinikahi Pria Sholeh
Bicara Dari Hati Ke Hati


Pria itu tetap kukuh pada pendiriannya. Dia menggenggam erat tangan Vira, tak mau melepaskannya.


Rini dapat melihat kesungguhan dalam sorot mata keponakannya. Wanita dewasa itu sedang berperang batin, satu sisi dia ingin Al-Ghazali punya istri Sholeha berilmu tinggi. Namun, di sisi yang lain dirinya tidak mampu menolak permintaan Al-Ghazali.


"Kali ini saja, Tan. Biarkan aku mengambil pilihanku sendiri. Laras adalah pilihan ku, Tan. Aku cinta padanya. Tolong Restui kami, Mak dan Ayah sudah tidak ada lagi, kalau bukan kalian yang memberi restu padaku, maka siapa lagi? Apa Tante mau aku hidup tidak bahagia gara-gara tidak mendapatkan restu!"


Al-Ghazali kembali berbicara, dia mengeluarkan isi hatinya. Mengatur sedemikian indah kalimat agar kedua tantenya luluh.


Selama ini Al-Ghazali hanya patuh pada keinginan dan permintaan kedua tantenya. Dia tidak pernah membantah atau menolak pilihan tantenya.


Tetapi, urusan jodoh. Al-Ghazali ingin memilih sendiri, dia tidak mau hidup dengan orang yang tidak sesuai dengan keinginannya.


Selama hidup itu terlalu lama.


Vira menghela nafas berat. Dia tidak bisa menolak keinginan Al-Ghazali.


"Bangun, Al." Sang Tante kembali memberi perintah untuk berdiri, namun Al-Ghazali tetap berlutut. Dia tidak mau bangkit sebelum mendapatkan kepastian dari kedua tantenya.


"Tidak, aku tidak mau bangun, sebelum Tante memberi restu atas pernikahan ku," balas Al-Ghazali serius.


Laras yang melihat kegigihan suaminya dalam meminta restu dari kedua tantenya merasa hangat. Matanya memanas, dia tidak menyangka akan sangat diistimewakan oleh Al-Ghazali seperti ini.


Suaminya benar-benar ingin hidup bersamanya.


"Baiklah, Tante akan memberi restu pada pernikahan kalian. Tapi, dengan satu syarat … dia harus belajar ilmu agama!"


Vira akhirnya memberi restu pada Al-Ghazali. Dia tidak sanggup melihat keponakan kesayangannya berlutut deperu ini.


Begitu juga dengan Rini. Meski tak begitu menyukai Laras, dirinya tak bisa berkutik. Dia harus setuju pada keinginan Al-Ghazali.


Pria itu tersenyum girang. Dia segera bangkit berdiri dan memeluk erat tubuh Vira. Dia meluapkan kebahagiaan nya yang tak terkira. Baru kali ini dia mengambil keputusan dalam hidupmu.


"Terima kasih, Tan. Aku sangat bahagia … terima kasih!" Al-Ghazali terus mengucapkan rasa terima kasihnya pada sang Tante.


Tanpa sadar pria itu meneteskan air matanya. Begitupun dengan Laras. Dia sangat bahagia mendengar jawaban dari Tante Vira. Namun, dia tidak bisa melakukan euphoria, sebab terlalu segan pada dua wanita berkerudung besar di hadapannya.


Vira membalas pelukan Al-Ghazali. Dia menepuk punggung keponakannya dengan sangat lembut.


"Semoga kamu bahagia, Al. Tante, hanya ingin yang terbaik untuk kamu."


Al-Ghazali melepaskan pelukannya. Dia beralih memeluk Rini.


"Terima kasih, Tan. Aku bahagia … aku bersyukur karena Allah sudah mengabulkan doaku. Siang dan malam aku berdoa agar Allah membukakan pintu hati Tante dan Tante Vira, agar kalian memberi restu untuk pernikahan kundan Laras. Alhamdulillah … Allah mengabulkannya sekarang," ujar Al-Ghazali panjang lebar.


Pria itu terlalu bahagia. Kebahagiaan Al-Ghazali dapat dirasakan oleh Rini dan Vira juga.


Sebesar itulah cinta Al-Ghazali pada istrinya.


"Kamu harus bahagia menikah dengannya. Kalau sampai Tante tahu kamu menderita, detik itu juga Tante akan paksa kamu ke pengadilan agama untuk bercerai dengannya. Kamu mengerti?"


Rini berbicara dengan nata tegas membuat Al-Ghazali menganggukkan kepalanya semangat. Dia tersenyum cerah.


"Baik, Tan. Aku akan selalu bahagia bersama Laras … insya Allah," balas Al-Ghazali senang.


Dia melepaskan pelukannya. Lalu memanggil Laras yang berdiri di belakangnya sedari tadi.


"Sini, Ras. Salim sama Tante-tante ku," ajak sang suami membuat Laras ragu untuk mendekat.


Gadis itu takut kalau kedua wanita di hadapannya, masih tidak mau menerima kehadirannya.


Rini yang melihat Laras tampak ragu-ragu hanya bisa menghela nafas berat. niat hati datang ke sini untuk memaksa Al-Ghazali menceraikan Laras. Malah berujung memberi restu untuk Al-Ghazali dan Laras.


Begitulah hidup, manusia hanya bisa berencana, Allah yang mewujudkan nya.


"Sini kamu!" panggil Rini datar pada Laras.


*


*


Kalau author up 10 bab hari ini mau nggak? 🤭🤭 Yuk komentar di bawah yang banyak. Biar author semangat up.


Bersambung.


Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰


Salem aneuk Nanggroe Aceh ❤️🥰