Gundik Bercadar Dinikahi Pria Sholeh

Gundik Bercadar Dinikahi Pria Sholeh
Kera Sakti VS Siluman Babi


Sang Tante tertawa hambar. Dia bertepuk tangan untuk akting Laras membuat Al-Ghazali menghela nafas berat.


"Ha ha … bagus juga aktingmu. Melihat wajah aslimu hari ini membuatku senang, karena lawanku bukanlah gadis lemah! Ingat ini ya Kera sakti!"


"Larasati … namaku Larasati, bukan kera sakti!" potong Laras dengan nada kesal membuat sang Tante memutar bola matanya malas.


"Terserah, mau Larasati atau siluman sakti. Yang jelas aku menyebutmu Kera sakti!" ledek sang Tante membuat Laras tak bisa menahan diri untuk marah.


"Baiklah, aku kera sakti, dan Tante jadi siluman babinya!" tandas Laras membuat wajah sang Tante merah padam.


Siluman babi adalah anak buah si kera sakti di film sun go Kong.


Ternyata mulut Laras benar-benar sangat berbisa.


Sedangkan, Al-Ghazali sedari tadi hanya bisa menahan diri untuk tidak tertawa. Jujur saja dia bersyukur punya istri seperti Laras, kuat dan hebat dalam bersilat lidah.


"Kau– ahhh … lebih baik aku pulang saja. Berdebat denganmu seperti aku berdebat dengan orang gila?! Al, bunda pulang! Dan kau kera sakti!" tunjuk sang Tante ke arah Laras.


"Apa siluman babi?" tanya Laras seraya bangkit berdiri dan berdecak pinggang.


"Jangan harap restuku menyertai pernikahan kalian berdua. Semoga saja Allah memisahkan Al dari perempuan edan sepertimu!" sarkas sang Tante tajam lalu segera pergi dari sana meninggalkan Al-Ghazali yang benar-benar pusing.


Pria itu memijat keningnya yang terasa sakit. Dia tidak menyangka kalau tantenya akan separah ini.


Dia menarik tangan Laras lembut membuat gadis itu jatuh ke pangkuannya. Al-Ghazali memeluk pinggang istrinya, dan menyandarkan kepalanya di dada empuk Laras.


"Maafin, Bundaku ya, Ras. Beliau memang begitu, tapi, kalau sudah sayang sama siapapun, dia benar-benar akan sangat baik bahkan siap menjadi garda terdepan untuk membela orang yang dia sayang. Hanya saja, Bunda termakan hasutan setan untuk merasa menjadi orang yang paling baik! Aku mewakili Bunda, ingin minta maaf sama kamu."


Al-Ghazali berbicara pada Laras dengan kata-kata yang sangat lembut. Pria itu merasa sangat bersalah pada istrinya. Laras yang mendengarnya sedikit banyak paham bagaimana karakter sang Tante.


Dia mengelus rambut suaminya dengan sangat lembut.


"Sudah aku maafkan, Mas. Tapi, aku juga minta maaf sekaligus minta izin sama kamu. Jujur saja aku paling tidak suka di tindas, baik secara fisik atau mental. Jadi, kalau suatu saat nanti aku tidak bisa menhaan diri untuk membalas mereka. Aku minta maaf!" Laras berbicara dengan lugas pada Al-Ghazali.


"Balaslah mereka selama itu masih wajar. Aku tidak akan marah, tapi, aku akan lebih senang kalau kamu menahan diri untuk tidak membalas mereka, karena bila ada anjing yang menggigit kita, kita tidak harus membalas menggigitnya, bukan?"


Laras memikirkan maksud nasehat Al-Ghazali.


"Aku tidak akan membalas anjing itu dengan cara menggigitnya. Tapi, aku bisa menendangnya atau melempar dia dengan batu!" jawab Laras dengan polos membuat Al-Ghazali tergelak. Pria itu tidak bisa menahan diri untuk diam.


Dia tertawa lepas dalam pelukan sang istri.


"Kamu ini! Maksudku, kamu lebih baik diam saja. Jangan membalas mereka, mungkin orang-orang bisa berusaha untuk membuat kita marah, tetapi, kita juga bisa mengatur diri kita untuk tidak marah pada mereka."


"Mereka punya cara untuk membuat kita marah. Tapi, kita juga punya seribu cara agar tidak marah. Kamu mengerti maksudku, 'kan?" tanya Al-Ghazali setelah memberi nasehat untuk istrinya.


"Mengerti." Laras tersenyum manis dan terus mengelus rambut Al-Ghazali. Hingga harus itu terhenyak saat rambut Al rontok sangat banyak.


"Mas, rambu kamu rontok," ujar Laras menunjukkan rambut Al-Ghazali di telapak tangannya membuat wajah pria itu pias.


"Kok bisa rontok sebanyak ini, ya?" tanya Laras lagi.


*


*


Mohon dukungannya ya temen-temen, novel ini up-nya di bulan puasa. Cocok untuk di baca di bulan yang suci ini 🥰


Bersambung.


Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰


Salem aneuk Nanggroe Aceh ❤️🙏