
Cinta menjatuhkan ponselnya tiba-tiba. Semuanya terkejut dan Arga pun spontan berlari ke arah sang istri.
"Ada apa?"
Cinta menatap wajah sang suami dengan mata yang berkaca-kaca.
"Ada apa, katakan!" Arga terus mendesak agar sang istri mengatakan apa yang sebenarnya terjadi.
"Kakak diculik dan aku harus datang ke jalan Kahyangan rumah nomor satu untuk menebusnya. Jika tidak, nyawa Kakak akan terancam, aku takut sekali. Kita harus bagaimana? Tolong selamatkan Kakak, aku mohon padamu!" rengek Cinta yang tak bisa lagi menahan air matanya.
Arga memeluknya dan berusaha untuk menenangkan sang istri. "Sudah-sudah, kamu jangan khawatir, aku pasti menolong Lovely!"
Mendengar Lovely diculik, Ray pun mulai berpikir jika itu adalah ulah Bisma Panega. Ray sangat yakin jika pria itu adalah dalang dibalik semua ini.
"Bisma, pasti dia yang sudah merencanakan semua ini. Lovely, aku tidak akan membiarkan pria itu menyakitinya. Aku harus segera menyelamatkannya!" Ray pun beranjak pergi untuk pergi menyelamatkan Lovely. Namun, Arga mencegahnya. Karena ia tahu betul Bisma adalah orang yang sangat licik.
"Jangan pergi! Kita tidak bisa datang ke sana begitu saja. Lovely bisa jadi sangat terancam. Kita harus membuat siasat. Anak buah Bisma ada di mana-mana. Mereka tahu pergerakan kita. Kita harus menyamar." ucap Arga yang sudah pasti tahu betul bagaimana sepak terjang seorang Bisma Panega.
"Menyamar? Apa kita sebaiknya lapor ke polisi saja?" sahut Ray.
"Polisi? Asal kamu tahu orang-orang kepercayaan Bisma juga ada di dalam kepolisian. Ada beberapa oknum polisi yang melindungi perbuatan Bisma. Itulah kenapa kita harus bertindak terlebih dahulu, setelah Bisma kita lumpuhkan, baru kita bawa dia ke kantor polisi. Jika tidak, Bisma terlebih dahulu yang akan melaporkan kita ke polisi, dia sangat cerdik!" ungkap Arga yang pada akhirnya dimengerti oleh Ray.
"Astaga! Kenapa aku tidak menyadarinya. Pasti Bisma yang sudah berusaha membuat kita bermusuhan, dia sengaja memfitnah aku dengan mengirimkan virus-virus itu ke perusahaan kamu Mas! Aku benar-benar tidak tahu apa-apa soal virus itu, yang aku tahu saat itu aku hanya menyetujui hubungan bisnis dengan Nyonya Yolanda, tanpa aku tahu jika aku sudah ditipu oleh mereka. Itulah kenapa aku sangat marah apalagi Mas kembali mengirim virus itu ke perusahaanku. Bisma benar-benar manusia gila!"
Ray tidak menyangka jika selama ini Bisma lah dibalik masalah dirinya dan Arga.
"Kita tidak punya waktu lagi, kita harus secepatnya menyelamatkan Lovely!" sahut Arga sambil memikirkan cara untuk menyelamatkan Arga tanpa Bisma curiga.
"Bagaimana kita bisa masuk ke sarang laki-laki itu? Pasti banyak sekali anak buahnya di sana!" Ray pun ikut berpikir bagaimana caranya agar bisa masuk ke sarang penculik Lovely.
Sejenak Arga melihat ke arah sang istri. "Aku punya ide!"
Setelah Arga mengatakan jika dirinya punya ide. Mereka pun akhirnya menyiapkan segala sesuatu yang digunakan untuk menyamar. Anak buah Arga menyiapkan segalanya untuk datang menyerang ke tempat Bisma tanpa mereka sadari.
Arga mengganti pakaiannya dengan pakaian wanita. Dengan tank top berwarna kuning dan rok mini bercorak macan. Sementara itu wajahnya dipakaikan topeng kulit yang bisa menyamarkan wajah aslinya, dengan wig ala-ala artis Korea membuat penampilan Arga tidak bisa membuat Cinta untuk menahan rasa ingin tertawanya. Belum lagi make up cetar yang dipoles kan pada wajahnya, bibir merah merona dan blush-on berwarna Pink cerah, semakin membuat Cinta mendekap perutnya karena kaku menahan tawa. Tak lupa ia membawa tambourine sebagai pelengkap penyamarannya.
Arga menatap sang istri yang sedang guling-guling menahan perutnya yang kaku.
"Kamu kenapa, Sayang? Kamu kejang-kejang melihat suamimu seperti ini? Sudah bagus, kan? Apa masih kelihatan wajah asliku?" tanya Arga meminta pendapat istrinya.
Cinta menatap bodi sang suami dari ujung rambut hingga ujung kaki, setelah itu ia pun mengatakan sesuatu kepada sang suami, "Cucok cyinnn!" ucapnya sambil membalikkan badan sang suami ke arah cermin.
Spontan Arga melihat dirinya yang terpantul di dalam cermin. Pria yang memiliki sejatinya memiliki hati wanita itu tampak kagum dengan kecantikan wajahnya. Sang make up artist ternyata pintar sekali menyamarkan wajah Arga menjadi sangat cantik.
"Ternyata eikeh canteekk juga, eimm!" puji Arga pada dirinya sendiri.
Cinta yang mendengar itu pun langsung menyindir. "Nggak usah bangga jadi cewek. Ingat! Kamu itu cowok, aku nggak mau kamu nyaman dan keterusan!"
Arga menarik tangan sang istri dan memeluk pinggang itu erat. Sambil berbisik di telinga Cinta dengan lembut, "Hei! Ini kan cuma penyamaran, jangan serius gitu dong! Aku tidak mungkin nyaman dengan semua ini. Karena aku lebih suka menjadi suamimu. Aku lebih nyaman bersamamu!" ucap Arga sambil mencium pipi istrinya. Spontan Cinta menghindari ciuman Arga karena tentu saja bibir pria itu sudah dipakaikan lipstik.
"Hmm ... nggak mau ah! Masa aku dicium sama cewek sih!"
Arga menoleh ke arah cermin, dilihatnya lipstik yang dipakainya begitu tebal dan seksi.
"Gila nih lipstik, kayak habis kejedot bemper truk!" ucap pria itu dengan gaya khasnya.
"Makanya aku nggak mau dicium sama kamu. Takut, masa cewek makan cewek sih, idiiih jijay!" sahut Cinta menjauhi Arga.
"Jangan salah, atas cewek tapi yang bawah tetap macho. Bisa membuat kamu berteriak kenikmatan!" ucap pria itu dengan tertawa kecil. Cinta pun tersenyum malu, karena nyatanya selama ini Arga tidak pernah mengecewakannya, Cinta selalu berteriak kenikmatan di saat Arga menyentuh tubuh bagian sensitifnya.
*
*
*
Setelah semuanya siap. Arga dan Ray segera berangkat untuk menuju ke alamat yang sudah disebutkan oleh Bisma. Dengan membawa Cinta sebagai pancingan.
Namun, sebelum mereka pergi. Cinta dibuat senyum-senyum lagi dengan penampilan Ray. Pria itu memakai kaos oblong dan celana pendek yang udah lusuh, entah celana milik siapa yang dipakainya. Saat itu Ray menyamar sebagai tukang pemulung, dengan membawa sebuah karung untuk menambah penyamarannya.
"Astaga, kenapa kalian berdua kompak banget sih bikin aku nggak bisa nahan tawa. Padahal aku sedang bersedih kakak belum bebas. Tapi kalau lihat kalian auto ketawa akunya!" . Bukan hanya Cinta, Madam Desy dan pak Cipto pun ikut senyum-senyum melihat penyamaran mereka yang kelewat gokil.
Demi membebaskan Lovely dari cengkeraman Bisma, Arga rela menjadi waria yang mengamen di sekitar markas Bisma. Sedangkan Ray, berpura-pura menjadi pemulung di sekitar markas Bisma untuk memudahkan mereka masuk ke dalam rumah di mana Lovely ditawan.
...BERSAMBUNG ...